Kampung Jawa diresmikan pada tanggal 17 Maret 2018 yang bertujuan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya Jawa. Adanya Kampung Jawa Kebumen, sekaligus dapat menjadi sarana wisata edukasi bagi masyarakat. Keberadaan Kampung Jawa di Desa Ambalresmi ini melengkapi keberadaan Kampung lnggris di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah dan Kampung Arab di Desa Tanjungsari, Kecamatan Petanahan serta kampung Sapi di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring yang telah diresmikan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen. Alasan Desa Ambalresmi dijadikan sebagai Kampung Jawa karena di desa tersebut terdapat rumah mantan Bupati Ambal Poerbonegoro, dan bangunan SDN 1 Ambalresmi yang merupakan cagar budaya. Di desa ini, masih banyak dijumpai rumah warga yang memiliki ciri khas Kebumen, yaitu srotong. Di Desa Ambalresmi juga banyak terdapat tokoh budaya dan pelaku seni, seperti dalang, pengrawit, penari, hingga seniman kethoprak yang berpotensi sebagai pelaku kegiatan Kampung Jawa Kebumen
Di Kampung Jawa terdapat joglo yang merupakan bentuk bangunan khas masyarakat Jawa. Konstruksinya tahan gempa, dimana sambungannya menggunakan pasak kayu zaman dahulu dan tali. Terdapat juga gamelan, wayang, permainan tradisional, dan lain sebagainya. Kini Kampung Jawa baik di dalam bangunan atau di joglo dan lapangan digunakan masyarakat sekitar sebagai tempat dan sanggar pelatihan tentang kesenian budaya Jawa.