Faiq Al Fahmi lahir di Kebumen pada 10 Februari 1999. Telah menempuh studi di jurusan kriya keramik Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan rampung pada tahun 2025. Dalam karyanya ia sering menganggkat tema mitos, cerita rakyat maupun folklore dan hubungannya dengan masyarakat. ia juga ikut sebagai anggota organisasi kepecintaalaman yang berfokus pada pengarsipan budaya yang juga menjadi awal ketertarikannya dalam mempelajari tentang folklore. Dalam memperdalam kekaryaan keramik fahmi juga ikut dalam kolektif Citrus Studio yang berexperimen tentang teknik, karya dan kemungkinan lain dalam keramik. Selain berpameran ia juga aktif dalam beberapa produksi pameran.
Fahmi aktif berpameran dan ikut dalam beberapa produksi pameran sejak 2019. Beberapa pameran yang diikutinya antara lain Jogjakarta Ceramic Fest (Yogyakarta, 2024), Pameran Kolektif Citrus Studio Soil Distortion #2 (Yogyakarta, 2024), Skala Mini Art (Bandung,2023), APHIC Week Fotografi Cetak Tua (Yogyakarta,2022), Kolektif Citrus Studio-Soil Distortion(Yogyakarta,2022), DCG #16 (Yogyakarta), Pameran Arsip Nyenthir (Yogyakarta, 2022), ArtFair Malaisya (Malaisya,2021), Jogja Art Week Special Project X LibStud (Yogyakarta,2021), Matra Kriya Fest (Yogyakarta,2020), KEMBULAN #3 Nguwongke (Yogyakarta, 2020), Pameran Instalasi GREEN GARDEN (Yogyakarta,2019) dst.
Selain itu proses kekaryaannya juga tidak terlepas dari kelas dan proses produksi pameran diluar kelas , antara lain Kelas Seni Terbuka bersama F.X. Harsono (2024) dan beberapa proses produksi pameran seperti Art Basel Hongkong (Art Handler, 2025), Festival Seni Cetak Grafis Yogyakarta (Tim produksi pameran,2024), Festival Kebudayaan Yogyakarta “Umpak Buka”(Tim Produksi Pameran, 2024),Jogja Ceramic Festival (Tim Display, 2022) dst.