Lahir dan bertumbuh di Kebumen, tahun 2015 memutuskan untuk menempa hidup di Semarang. Selama menempa hidup di Semarang pernah bekerja sebagai display produk kerajinan dan aktif di komunitas Doodle Art Semarang. Tahun 2019 awal memutuskan untuk kembali dan menetap di Kebumen dan aktif di komunitas seni rupa. Dalam proses berkarya tertarik dengan explorasi media berkarya,beberapa media yang di gunakan sepeda dan kayu. Di komunitas rupa aktif sebagai koordinator dan penggagas beberapa event seni rupa. Gelar Seribu Gambar (2019), Pameran Seni Tanggap Warsa Teater Gerak (2021), Pameran Lawang Wetan (2022), Obah Kebumen (2022), Sophomore Art Extibiton (2023), Pekan Kebudayaan Kebumen (2023), Pameran Wetan Prau (2024), Pameran Seni Anak Telung Wadah (2024). Selama aktif di komunitas tertarik dengan seni anak dan perkembangan seni anak di desa. Lalu tahun 2023 mendirikan sekolah alternatif kreatif EPERLAWAS yang berfokus pada seni anak. Saat ini aktif mengajar ekstrakulikuler di SLB dan Sekolah Dasar.