Dikenal sebagai Wahyu di MTS Salafiyah. Tumbuh di lingkungan langgar (mushola) Alm. Simbah Khoirundi dan kompleks Pondok Pesantren Attarbiyatus Salafiyah.
Setelah dewasa, Hasyim tumbuh dan berkembang di Kawunganten Lor, Pondok Pesantren Al Barokah. Di sinilah ia mulai tertarik dengan kaligrafi. Ia mempelajari dasar kaligrafi naskhi pada tahun 2019 di Lemka Ciputat. Saat ini, ia bekerja di CV. Linggaling Tata Kreasi, sebuah pabrik spesialis kubah dan menara masjid.
Melalui kaligrafi, Hasyim belajar bahwa seni Islam bukan hanya tentang bentuk, tapi juga tentang makna yang menumbuhkan hati. Karya-karyanya berkembang di Karangbolong, sebuah desa pesisir selatan di Kebumen, tempat tinggalnya saat ini.
Salah satu karya kaligrafi kontemporernya yang berjudul "Bayangan Diri" menjadi titik balik dalam perjalanan seninya. Dengan kalimat "لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ" (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah), Hasyim mengingatkan kita akan pentingnya tawakkal dan ketergantungan pada Allah.