Setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Terutama mempersiapkan anak agar memiliki masa depan yang cemerlang. Salah satu hal terpenting adalah persiapan pendidikan anak, memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Akan tetapi, biaya pendidikan tidaklah murah dan setiap tahun terus meningkat, inilah yang kita sebut sebagai inflasi pendidikan. Selain itu juga gerak nilai tukar mata uang rupiah akan mempengaruhi bila kita ingin mempersiapkan anak melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
Apalagi saat sekarang dengan persaingan yang demikian kompleks,pekerjaan sekarang sangat membutuhkan keahlian yang spesifik dan spesialisasi. Membuat jenjang pendidikan standar sudah tidak mencukupi kebutuhan. Sangat perlu dilanjutkan hingga ke jenjang spesialisasi. Dan tentunya biaya yang dibutuhkan semakin tinggi
Jika tidak dipersiapkan sejak awal, dana pendidikan masuk TK pun bisa mencekik. Dana pendidikan anak tak jarang membuat orang tua kelimpungan. Pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap tahunnya dana ini semakin meningkat. Agar tidak terlalu “mencekik” leher, para orang tua sebaiknya menyiapkan dana pendidikan sejak dini, termasuk dana pendidikan mulai dari jenjang terendah, yaitu taman kanak-kanak (TK).
Naiknya biaya pendidikan yang besarnya lebih dari 15% pertahun, kita tidak bisa trial and error dalam mempersiapkan dana pendidikan si buah hati.
Oleh sebab itu sangat penting mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin.
Saat anak kita lahir, kita sudah tahu anak akan sekolah hingga ke bangku kuliah. Sehingga perencanaan dana pendidikan perlu dipersiapkan sejak anak baru lahir. Agar orang tua memiliki persiapan dan beban tidak berat dan mendadak. Kita tentunya tidak ingin pembiayaan dana pendidikan anak melalui hutang.
Faktor-faktor yang butuh dipertimbangkan saat melakukan perencanaan dana pendidikan anak adalah faktor inflasi dan instrumen tempat menyimpan dana pendidikan.
Sudahkah Anda mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya pendidikan tinggi anak Anda? Langkah pertama adalah meninjau kembali persediaan dana yang Anda miliki, termasuk tabungan, polis asuransi jiwa, reksadana dan investasi-investasi lainnya. Catat jumlah nilainya saat ini, serta proyeksi nilainya saat anak Anda mencapai usia 18 atau 21 tahun. Masukkan faktor-faktor seperti laju pengembalian investasi dan nilai yang diproyeksikan dari produk asuransi jiwa. Anda juga dapat menggunakan kalkulator dana pendidikan anak di situs ini untuk menghitung berapa biaya yang Anda butuhkan.
Hitung perkiraan biaya pendidikan anak Anda. Dalam proses menghitung, sangat penting memperhitungkan faktor inflasi baik dari mata uang maupun inflasi pendidikan
Hitung Ketahui berapa dana Anda yang sudah tersedia
Teliti sebelum berinvestasi
Pilih instrumen yang tepat
Lakukan diversifikasi. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang
Hitunglah estimasi biaya pendidikan tinggi anak Anda. Mulailah dengan mendata biaya pendidikan dan biaya hidup saat ini, lalu kalkulasikan nilainya di masa depan. Misalnya, biaya kuliah empat tahun untuk gelar sarjana ekonomi di perguruan tinggi di Indonesia adalah Rp 140 juta. Bila inflasi untuk biaya pendidikan berkisar 15% per tahun, biaya kuliah empat tahun bisa mencapai Rp 1,14 miliar 15 tahun dari sekarang.
Singkatnya, berapa banyak tabungan yang perlu Anda tambahkan agar Anda memenuhi kebutuhan biaya pendidikan tinggi anak Anda di masa datang? Sebagai contoh, sebut saja ada seorang bernama Alex. Alex mempunyai seorang anak berusia satu tahun, dan 17 tahun dari sekarang dia memperkirakan akan memerlukan sekitar Rp 1,5 miliar untuk biaya kuliah anaknya di Indonesia sampai mendapat gelar sarjana (empat tahun), dengan asumsi laju inflasi pendidikan 15% per tahun. Bila Alex saat ini memiliki tabungan Rp 200 juta, Alex memiliki kekurangan dana sebesar Rp Rp 1,3 miliar. Ini baru biaya kuliah ilmu sosial kemasyarakatan selama empat tahun di Indonesia. Biaya kuliah di luar negeri akan lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak pertimbangan serta perencanaan.
Banyak perusahaan asuransi yang memiliki solusi tabungan untuk biaya pendidikan tinggi anak Anda. Sebelum Anda menginvestasikan pendapatan yang sudah Anda peroleh dengan susah payah ke produk-produk tersebut, Anda perlu mengidentifikasi target finansial Anda terlebih dahulu. Sebaiknya Anda juga mengetahui rata-rata tingkat pengembalian polis Anda, berapa banyak uang yang bisa Anda sisihkan dengan nyaman, dan berapa banyak resiko keuangan yang bisa Anda hadapi bila membeli produk investasi. Contoh pilihan investasi yang tersedia adalah reksadana, dana perwalian, obligasi dan investasi saham.
Jika Anda adalah investor yang enggan mengambil risiko dan cenderung memilih jenis investasi berisiko rendah, kekurangan yang akan Anda hadapi adalah tingkat pengembalian investasi yang juga rendah. Ini kurang baik bila Anda masih harus menutup banyak kekurangan untuk mencapai target finansial Anda. Mulailah berpikir untuk melakukan diversifikasi portofolio Anda dengan menaruh sebagian aset Anda pada instrumen-instrumen yang memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi, misalnya membeli saham yang akan memberikan dividen. Dengan prinsip menyebar telur di keranjang yang berbeda-beda, Anda memperbesar tingkat pengembalian investasi Anda secara keseluruhan dan pada saat yang sama mempertahankan tingkat risiko yang moderat / menengah.
Semakin lama Anda tunda semakin besar beban yang Anda.