PERENCANAAN ASET
Sebelum kita membahas Perencanaan Aset/Assets Planning, kita perlu memahami apa itu aset, jenis aset dan tahapan keuangan seseorang dalam mengelola Aset.
APA ITU ASET ?
Selama ini kita mengartikan Aset atau Harta hanya pada kekayaan fisik yang kita miliki seperti rumah, mobil, uang tunai dan sebagainya. Namun lebih jauh Aset/Harta mencakup lebih jauh.
Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ataupun sumber daya yang bernilai yang dapat diubah menjadi uang atau menghasilkan uang.
Jadi Aset adalah sesuatu yang mengandung nilai ekonomi di masa sekarang maupun manfaat masa depan. Yang mana dapat menghasilkan arus kas di masa depan, seperti mesin, jaminan finansial, atau hak cipta atau paten.
Jenis & Istilah Aset
I. Dari segi kepemilikan, aset dapat dibedakan sebagai Aset Pribadi dan Aset Bisnis.
Aset pribadi
Aset pribadi adalah hal-hal yang bernilai sekarang atau yang akan datang yang dimiliki oleh seseorang atau rumah tangga. Contoh umum aset pribadi meliputi:
• Kas dan setara kas, sertifikat deposito, rekening giro, dan tabungan, rekening pasar uang, kas fisik, surat Perbendaharaan
• Properti atau tanah dan setiap bangunan yang melekat padanya secara permanen
• Properti pribadi - perahu, barang koleksi, perabot rumah tangga, perhiasan, kendaraan
• Investasi - anuitas, obligasi, polis asuransi jiwa unit linked, reksa dana, saham.
Kekayaan bersih Anda dihitung dengan mengurangi kewajiban Anda dari aset Anda. Pada dasarnya, aset Anda adalah segalanya yang Anda miliki, dan kewajiban Anda adalah segala hutang.
Kekayaan bersih positif menunjukkan bahwa aset Anda lebih besar nilainya daripada kewajiban Anda. Kekayaan bersih negatif menandakan bahwa kewajiban Anda melebihi aset Anda, dengan kata lain, kekayaan Anda minus, karena berhutang.
Net Worth (kekayaan bersih) = Aset (Assets) - Hutang (Liabilities)
Aset Bisnis
Bagi perusahaan, aset adalah sesuatu yang bernilai yang menopang produksi dan pertumbuhan. Untuk bisnis, aset dapat mencakup mesin, properti, bahan mentah, dan inventaris - serta barang tak berwujud seperti paten, royalti, dan kekayaan intelektual lainnya.
Neraca mencantumkan aset perusahaan dan menunjukkan bagaimana aset tersebut dibiayai, baik melalui hutang atau melalui modal/ekuitas. Neraca memberikan gambaran tentang seberapa baik manajemen perusahaan menggunakan sumber dayanya.
Berdasarkan jenisnya, aset di neraca perusahan terdiri dari :
1. Aset lancar ( Current Assets)
Aset Lancar adalah aset yang dapat diubah menjadi uang tunai dalam satu tahun anggaran atau satu siklus operasi. Aset lancar digunakan untuk memfasilitasi biaya operasional dan investasi sehari-hari.
Contoh aset lancar meliputi:
• Kas dan setara kas: Surat-surat berharga, sertifikat deposito, dan uang tunai
• Sekuritas yang dapat dipasarkan: Sekuritas hutang atau ekuitas yang likuid
• Piutang: Uang yang harus dibayar oleh pelanggan harus dibayar dalam jangka pendek
• Persediaan: Barang tersedia untuk dijual atau bahan mentah
2. Aset Tetap (Fixed Assets)
Aset tetap adalah aset tidak lancar yang tidak dapat segera dikonversi menjadi uang tunai, yang bagi perusahaan digunakan dalam produksi atau barangnya, dan jasa yang memiliki umur lebih dari satu tahun. Aset tetap dicatat di neraca dan dicatatkan sebagai properti, pabrik, dan peralatan (Property, Plant & Equipment). Aset tetap adalah aset jangka panjang dan disebut sebagai aset berwujud, artinya dapat disentuh secara fisik.
Contoh aset tetap meliputi:
• Kendaraan (seperti truk perusahaan)
• Perabotan kantor
• Mesin
• Bangunan
• Tanah
II. Dari segi bentuknya aset terbagi menjadi 4 jenis kategori :
1. Aset Riil (Aset Nyata), yakni segala jenis aset berwujud yang bisa kelihatan secara tersentuh secara fisik
2. Aset Kertas ( Paper Asset), yang dalam dunia investasi, secara harfiah adalah selembar kertas yang menentukan kepemilikan suatu aset, seperti bukti kepemilikan saham, mata uang, obligasi, rekening pasar uang (reksa dana pasar uang), reksa dana, polis asuransi dan jenis investasi serupa.
3. Aset Intelektual sering disebut hak kekayaan intelektual (HKI) atau hak milik intelektual yakni hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Pada intinya kekayaan intelektual adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual.
Objek yang diatur dalam kekayaan intelektual berupa karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.
4. Aset Valuasi Nilai Usaha, adalah nilai ekonomi dari sebuah bisnis atau usaha. Valuasi tidak selamanya dihitung dari nilai saham dan aset dari perusahaan namun juga potensi bisnis atau yang disebut valuasi nilai usaha.
Seperti saat sekarang kita mungkin sering mendengar istilah startup Unicorn yang merupakan sebutan untuk startup dengan valuasi di atas US$1 miliar (lebih dari Rp14 triliun). Walaupun perusahaan startup masih belum menguntungkan, bahkan terkadang masih rugi, namun memiliki valuasi yang tinggi. Perusahaan Start up adalah perusahaan yang berjalan dibawah 5 tahun yang menerapkan kreatifitas, inovasi dan teknologi untuk menjalankan core business-nya & memecahkan berbagai masalah di masyarakat.
III. Dari segi sifat aset, kita bisa bedakan aset berdasarkan tingkat likuiditasnya, terdari dari 2 jenis :
1. Aset Likuid, yakni aset yang mudah dicairkan bila diperlukan
2. Aset tidak Likuid, sebaliknya adalah aset yang sulit dicairkan bila kita membutuhkan dana tunai.
IV. Dari segi bentuk
1. Tangible Asset
2. Intangible Asset
4 Tahapan kehidupan keuangan
Dalam proses mengelola Aset yakni perencanaan aset, setelah kita mengetahui apa itu aset, jenis aset, sifat dan bentuk aset, kita juga perlu mengetahui tahapan kehidupan keuangan. Sehingga kita bisa melakukan Perencanaan aset sesuai dengan kondisi dan tahapan kita.
Dan tahapan ini juga menjadi landasan bagi kita untuk melakukan Perencanaan Keuangan secara menyeluruh.
4 tahapan Kehidupan Keuangan, yakni :
1. Mengumpulkan Aset (Asset Accumulation)
Yakni proses mengumpulkan dan mencari aset melalui bekerja, berbisnis, atau sejenisnya
2. Mengembangkan Aset (Asset Development-Investment)
Setelah seseorang memiliki aset, maka proses selanjutnya adalah bagaimana mengembangkan
aset/kekayaan yang telah kita dapatkan melalui proses investasi
3. Melindungi Aset (Asset Protection)
Dan hal yang tidak boleh dilupakan bahwa selain mengembangkan aset, kita juga perlu
melindungi aset yang telah. Kita kumpulkan dan kembangkan. Yakni melalui proses
manajemen resiko. Melindungi aset kita dan diri kita terhadap resiko yang mungkin terjadi
4. Menyebarkan Aset (Asset Distribution)
Setelah melalui 3 tahapan di atas, maka selanjutnya, bagaimana seseorang akan
mendistribusikan aset yang suatu hari akan dia tinggalkan. Dalam hal ini adalah manajemen warisan atau perencanaan warisan
Hal- hal yang perlu diketahui dalam proses perencanaan Aset, yakni :
Mengelola Aset dengan menyesuaikan tahapan kehidupan
Asset Allocation sesuai dengan profil resiko
Asset Creation, Penciptaan Aset
Advanced Asset