Banyak orang salah memahami perenecanaan keuangan. Perencanaan keuangan adalah istilah yang umum digunakan, tetapi apa tujuannya dan apa artinya sebenarnya? Sehingga membuat orang lalai dan mengalami masalah keuangan yang berujung pada masalah kehidupan.
Tanpa pengetahuan mengelola keuangan bisa berakibat fatal, terutama melakukan perencanaan dalam keuangan.
Beberapa kesalahpahaman umum tentang perencanaan keuangan meliputi:
Orang hanya perlu memulai perencanaan keuangan saat mendekati masa pensiun.
Perencanaan keuangan adalah proyek seumur hidup; semakin awal Anda memulai perencanaan keuangan, semakin cepat Anda dapat menikmati manfaatnya. Cakrawala investasi yang lebih panjang juga akan membantu mengurangi risiko volatilitas jangka pendek dari investasi.
Perencanaan keuangan hanyalah nama lain untuk berinvestasi.
Perencanaan keuangan jelas lebih dari sekedar investasi. Sebaliknya, ini tentang gambaran besar yang menyatukan semua aspek keuangan pribadi untuk mencapai tujuan keuangan Anda, misalnya menikah, mendirikan rumah, memiliki anak, pensiun, memulai bisnis, dll.
Setelah menyelesaikan perencanaan keuangan, tidak perlu memikirkannya lagi.
Perencanaan keuangan bukanlah kesepakatan satu kali! Anda harus meninjau kembali dan meninjau rencana keuangan Anda secara teratur untuk memastikan Anda berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan Anda saat dan ketika keadaan Anda telah berubah.
Anda membutuhkan banyak uang untuk melakukan perencanaan keuangan.
Perencanaan keuangan adalah urusan semua orang, bukan hanya untuk orang yang kaya/multi-jutawan. Tidak peduli berapa banyak pendapatan atau tabungan yang Anda miliki, Anda selalu bisa mendapatkan keuntungan dengan memiliki rencana yang jelas untuk keuangan Anda. Membuat dan berpegang teguh pada rencana keuangan dapat membantu Anda mengembangkan keuangan dan mencapai tujuan keuangan Anda.
1. Mengumpulkan Aset (Asset Accumulation)
Ini adalah tahapan paling awal dari kehidupan keuangan seseorang, yakni mencari & mengumpulkan aset melalui bekerja, berbisnis, atau sejenisnya.
2. Mengembangkan Aset (Asset Development)
Setelah memiliki aset, maka tahapan selanjutnya adalah bagaimana menumbuhkembangkan aset/kekayaan yang telah dikumpulkan melalui proses menabung dan berinvestasi.
3. Melindungi Aset (Asset Protection)
Tahapan ketiga ini sangatlah penting dan tidak boleh dilupakan. Selain mengembangkan aset, kita juga perlu melindungi aset yang telah kita kumpulkan dan kembangkan dengan susah payah. Yakni melalui proses manajemen resiko, melindungi aset kita terhadap risiko yang mungkin dan akan terjadi.
4. Menyebarkan Aset (Asset Distribution)
Setelah melalui 3 tahapan di atas, maka tahapan selanjutnya adalah membagi/mendistribusikan aset. Yakni melalui perencanaan/manajemen warisan, dan juga berdonasi dan kontribusi, sebagai tanggung jawab sosial dan aktualisasi diri.
Hal ini sering diabaikan dan tidak mendapat perhatian. Apabila tidak direncanakan dengan baik, maka akan menyebabkan permasalahan bagi ahli waris dan diri sendiri.
PROSES PERENCANAAN KEUANGAN
Adalah sebuah proses yang berkesinambungan yang tidak bisa berhenti. Dari tahapan pengumpulan data hingga hingga implementasi dan monitoring. Dan terus dilakukan monitoring agar tidak jauh dari tujuan keuangan yang ingin dicapai.
Tahapannya adalah sebagai berikut :
Mengumpulkan data
Menentukan tujuan keuangan
Melakukan analisa kondisi keuangan saat ini.
Mengembangkan Solusi dan perencanaan
Implementasi Solusi
Monitoring