Jawa Timur merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara oleh para wali. Beberapa wali yang menyebarkan Islam di Jawa Timur adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Sunan Ampel, Sunan Drajat, dan Sunan Bonang. Jejak para wali di Jawa Timur di antaranya adalah masjid dan makam. Walaupun demikian, tidak banyak masjid wali yang masih mempertahankan sebagian atau seluruh bangunannya di tengah perkembangan zaman. Salah satu contohnya adalah Masjid Agung Tuban yang terletak dalam satu kawasan dengan makam Sunan Bonang. Masjid ini telah mengalami berkali-kali pemugaran total, terlepas dari statusnya sebagai Benda Cagar Budaya (BCB). Sementara itu, terdapat pula situs cagar budaya berupa makam yang terpisah dari masjid, seperti makam Sunan Drajat di Lamongan. Karena itu, di dalam penelitian ini, masjid-masjid wali yang dipilih adalah masjid yang masih mempertahankan minimal sebagian bentuk, elemen-elemen arsitektur, maupun tata letak ruang dan kawasan. Masjid-masjid bersejarah yang direncanakan sebagai objek studi adalah kawasan Masjid Sunan Ampel Surabaya, kawasan Masjid Sunan Giri Gresik, dan kawasan Masjid Sendang Duwur Lamongan. Ketiganya merupakan kawasan masjid yang terintegrasi dengan makam bersejarah peninggalan para wali yang telah dikenal luas dan sering diziarahi, serta berpotensi mengalami perubahan yang cepat akibat berbagai dinamika masyarakat.