Untuk membaca informasi obat, silahkan klik nama obat
Golongan : bronkodilator
Mekanisme : Salbutamol termasuk golongan agonis adrenoreseptor beta-2 selektif kerja pendek (short acting beta-adrenergic receptor agonist). Obat ini bekerja dengan cara merangsang secara selektif reseptor beta-2 adrenergik pada otot bronkus, sehingga menyebabkan relaksasi pada otot bronkus dan menghasilkan efek pelebaran bronkus (bronkodilatasi).
Efek samping :demam, nyeri dada, mual muntah, kesulitan menelan
Dosis : 3-4 x sehari 2-4 mg
Sefadroksil
Golongan : Antibiotik sefalosporin
Mekanisme :obat yang bekerja dengan menghambat pembentukan protein yang menyusun dinding sel bakteri. Obat ini akan merusak ikatan yang menahan dinding sel untuk membunuh bakteri-bakteri penyebab penyakit
Efek samping : Nyeri sendi, Perasaan gelisah atau hiperaktif, Rasa yang tidak biasa atau tidak enak pada mulut, Gatal-gatal ringan atau ruam kulit
Dosis : 1-2 gram per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam dua dosis
Golongan : Statin (obat penurun kolestrol)
Mekanisme :menghambat secara kompetitif koenzim 3-hidroksi-3-metilglutaril (HMG CoA) reduktase, yakni enzim yang berperan pada sintesis kolesterol, terutama dalam hati. Obat-obat ini lebih efektif dibandingkan obat-obat hipolipidemia lainnya dalam menurunkan kolesterol-LDL tetapi kurang efektif dibanding fibrat dalam menurunkan trigliserida
Efek samping : sakit kepala, perubahan fungsi ginjal dan efek saluran cerna (nyeri lambung, mual dan muntah), sakit kepala
Dosis : sehari 1 kali 5-10mg
Golongan : Antibiotik quinolone
Mekanisme : fluorokuinolon bekerja dengan menghambat gyrase DNA atau topoisomerase IV – menghambat replikasi DNA dan proses transkripsi. Kuinolon sebelumnya memiliki lebih banyak aktivitas melawan topoisomerase II, sedangkan kuinolon generasi selanjutnya memiliki aktivitas lebih melawan topoisomerase IV.
Efek samping : Memar/perdarahan, Diare terus-menerus, Lendir dalam feses, Mata/kulit menguning
Dosis : 500-750 mg, dibagi untuk dua kali konsumsi per hari selama 7-14 hari
Golongan
Diuretik Hemat Kalium
Indikasi
Edema, asites pada sirosis hati, asites malignan, sindroma nefrotik dan gagal jantung.
Mekanisme Kerja
Berkerja pada saluran pengumpul dengan mengubah kekuatan pasif yang mengontrol pergerakan ion-ion, memblok absorpsi kembali ion Na+ dan ekskresi ion K+ sehingga meningkatkan sekresi ion Na+ dan Cl- dalam urin.
Dosis
25-100 mg / hari diberika 1x sehari
Efek Samping
hiperkalemia, asidosis metabolik, ginekomastia, gangguan menstruasi