Untuk membaca informasi obat, silahkan klik nama obat
Mekanisme Menurunkan kadar glukosa darah dengan perangsangan sekresi insulin dari sel β pankreas yang masih berfungsi.
Aturan pakai
• Dosis awal : 1 – 2 mg satu kali sehari, diberikan bersamaan makan pagi / makan utama yang pertama.
• Dosis pemeliharaan : 1 – 4 mg satu kali sehari, dosis maksimum yang dianjurkan 8 mg satu kali sehari
Interaksi
Resiko hipoglikemik akan meningkat jika di berikan bersamaan dengan obat antiinflamasi nonsteroid dan obat dengan ikatan protein tinggi seperti salisilat, sulfonamid, kloramfenikol, kumarin.
Efek smping Muntah, nyeri lambung, diare
Interaksi :
Peningkatan risiko terjadinya kadar gula darah rendah (hipoglikemia) jika digunakan dengan OAINS, insulin, metformin, salisilat, fluoxetine, chloramphenicol, sulfonamida, tetrasiklin, fenofibrate, quinolone, clarithromycin, antikoagulan, ACE inhibitors, MAOI, allopurinol, probenecid, atau fluconazole
Penurunan efektivitas glimepiride jika digunakan dengan estrogen, pil KB, obat diuretik, kortikosteroid, chlorpromazine, terbutaline, vitamin B3 dan turunannya, pencahar (jangka panjang), phenytoin, rifampicin, atau isoniazid
Tersamarkannya gejala awal hipoglikemia jika digunakan dengan penghambat beta atau clonidine, sehingga membuat hipoglikemia tidak segera disadari dan ditangani
Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia berat jika digunakan dengan miconazole
Mekanisme Efek awalnya adalah meningkatkan sekresi insulin sel beta, juga dapat menurunkan laju produksi glukosa hati dan meningkatkan sensitivitas reseptor insulin.
Aturan pakai
• Dosis awal : 2,5 – 5 mg PO setiap hari
• Pemeliharaan : 1,25 – 20 mg PO setiap hari / setiap 12 jam
• Tidak boleh melebihi 20 mg/hari
• Pertimbangan pemberian setiap 12 jam untuk dosis >10 mg/hari
Interaksi
Bosentan, glibenklamid. Salah satunya menurunkan tingkat yang lain dengan meningkatkan metabolisme. Kontraindikasi
Efek samping
Berat badan meningkat, mual, sensasi terbakar perut terasa penuh.
Interaksi dengan obat lain
Peningkatan atau penurunan efek antikoagulan dari warfarin atau peningkatan efek penurunan gula darah dari glibenclamide jika kedua obat ini digunakan bersamaan.
Penurunan efektivitas glibenclamide dalam menurunkan kadar gula darah jika digunakan bersama rifampicin, barbiturat, chlorpromazine, kortikosteroid, furosemid, thiazide, pil KB, estrogen, progesteron, atau hormon tiroid sintetis
Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat ciclosporin
Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan bersama miconazole, fluconazole, chloramphenicol, ciprofloxacin, cotrimoxazole, sulfonamida, tetracycline, antikoagulan, antidepresan trisiklik, monoamine oxidase inhibitors (MAOI), alopurinol, probenecid, ACE inhibitor, testosterone, penghambat beta, atau anabolic steroid
Griseofulvin bersifat fungistatik dan bekerja dengan menghambat mitosis sel fungi, menghambat sintesis asam nukleat, dan mengganggu kerja mikrotubulus.
Aturan pakai
Oral dosis 0,5-1 g/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi. Durasi pengobatan infeksi kulit dan rambut adalah 2-8 minggu dan bisa sampai 6 bulan untuk pengobatan infeksi pada kuku jari tangan. Sedangkan durasi pengobatan bisa lebih dari 12 bulan pada infeksi kuku jari kaki.
Efek samping griseofulvin yang sering ditemukan adalah sakit kepala, reaksi gastrointestinal, dan erupsi kulit.