Untuk membaca informasi obat, silahkan klik nama obat
Mekanisme Kalsium laktat digunakan untuk mencegah atau mengobati keseimbangan kalsium negatif. Dapt juga membantu mencegah atau mengurangi pengeroposan tulang, saraf moderat dan kinerja otot serta memungkinkan fungsi jantung normal.
Aturan pakai
• Dewasa: 19-50 tahun: 1000 mg/hari >50 tahun: 1200 mg/hari.
• Anak – anak : 0-6 bln: 210 mg/hari 7-12 bln: 270 mg/hari 1-3 tahun: 500 mg/hari 4-8 tahun: 800 mg/hari 9-18 tahun: 1300 mg/hari
Efek samping Konstipasi Sakit perut Mual/muntah Penurunan berat badan yang tidak biasa Kehilangan nafsu makan Perubahan suasana hati Sakit kepala Kelelahan yang tidak biasa Ruam Bengkak lidah, tenggorokan, wajah Kesulitan bernafasNyeri otot/tulang
Reaksi alergi; ruam, gatal atau bengkak (khususnya pada bagian muka, tenggorokan, dan mulut), sakit kepala luar biasa, dan kesulitan bernapas
Obat yang berfungsi untuk menangani hipertensi dan gagal jantung. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk melindungi jantung setelah terjadi serangan jantung, serta menangani penyakit ginjal akibat diabetes (nefropati diabetik).
Golongan : ACE Inhibitor
Mekanisme : Penghambat angiotensin converting enzyme (ACE) melebarkan arteri dan vena dengan secara kompetitif menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II
Efek samping :Mual dan muntah, Sakit perut, Pusing atau limbung, Batuk kering, Gangguan pada indera pengecap, Ruam kulit, Sakit dada, Hipotensi, Rambut rontok, Sulit tidur, Mulut kering, Konstipasi (sembelit) atau diare, Iritasi saluran pencernaan
Dosis: hipertensi 25 mg PO setiap 8-12 jam, tingkatkan secara bertahap berdasarkan respons (mungkin mulai lebih rendah pada beberapa pasien)
obat untuk mengatasi infeksi jamur. Obat ini berfungsi untuk mengatasi beragam jenis infeksi jamur di kulit, seperti panu, kurap, kutu air, dan infeksi jamur di bagian tubuh lain, seperti kandidiasis pada vagina.
Golongan : imidazol
Mekanisme :melemahkan struktur dan fungsi membran sel fungi melalui mekanisme blokade sintesis ergosterol, salah satu komponen dari membran sel fungi, melalui penghambatan sitokrom P-450
Efek samping : Mual dan muntah, Sakit kepala, Mata sensitif terhadap cahaya, Perubahan suasana hati, Depresi, Diare, Penurunan berat badan, Perubahan siklus menstruasi, Penurunan libido, Pembesaran payudara pada pria, Memar-memar dan mimisan
Dosis : Dewasa : 1 tablet 200 mg, sekali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg, sekali sehari. Anak usia di atas 2 tahun 3,3-6,6 mg/kgBB, sekali sehari.
Mekanisme Mekanisme kerja klorfeniramin maleat adalah sebagai antagonis reseptor H1, klorfeniramin maleat akan menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos; selain itu klorfeniramin maleat dapat merangsang maupun menghambat susunan saraf pusat (Tjay, 2002; Siswandono, 1995).
Aturan pakai
Dosis dewasa per oral tablet 4 mg, tiap 4‒6 jam. Dosis dewasa per oral tablet lepas lambat adalah 8‒16 mg, diberikan tiap 8‒12 jam, bila perlu. Dosis maksimum adalah 32 mg per hari.
Efek samping CTM umumnya memberikan efek samping berupa rasa mengantuk dan sedasi.
Antibiotik dengan spektrum kinerja yang luas, digunakan untuk melawan infeksi dari bakteri (Haemophyllus Influenza, injeksi saluran otak (Neisseria meningitis), infeksi paru-paru (Streptococcus pneumoniae)
Golongan : antibiotik
Mekanisme :menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat subunit ribosom 50-an, terutama bakteriostatik
Efek samping : gangguan pencernaan, pendarahan, radang syaraf mata, gangguan penglihatan, depresi, demam
Dosis : Dewasa : 50 mg/kg BB/hari, dibagi dalam 3-4 dosis
Bayi< 2minggu : 25 mg/kg BB/hari, terbagi dalam 4 dosis
Cotrimoxazole adalah obat golongan antibiotik. Antibiotik digunakan untuk mengobati atau mencegah berbagai jenis infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri. Cotrimoxazole terdiri dari kandungan Trimethoprim dan Sulfamethoxazole.
Golongan : antibiotik
Mekanisme :memblokir 2 langkah berturut-turut dalam biosintesis asam nukleat dan protein yang penting bagi banyak bakteri
Efek samping : mual, muntah, ruam, dan diare, reaksi alergi yang parah dan diare akibat infeksi Clostridium difficile kadang-kadang dapat terjadi
Dosis : dewasa & anak >12 tahun dosis 960 mg yang diberikan 2 kali sehari. usia 6-12 tahun dosis yang dianjurkan adalah Cotrimoxazole 480 mg yang diberikan 2 kali sehari
Golongan
Aminoglikosida
Indikasi
Kanamycin aktif terhadap E.Coli, Enterobacter, Klebsiella, Proteus, Salmonella, Shigella, Vibrio, Neisseria, Staphylococcus dan Mycobacterium. Infeksi oleh kuman yang sensitif : infeksi perforasi abdomen dan saluran kemih oleh proteus, bakteremia oleh kuman enterik
Mekanisme Kerja
Bekerja dengan cara berkaitan dengan ribosom 30 S dan menghambat sintesis protein
Dosis
(i.m) : 250 mg/6jam atau 500mg/12jam
(i.v) : 15-30mg/KgBB/hari
Efek Samping
Gangguan vestibuler dan pendengaran, nefrotoksisitas, hipomagnesemia paa pemberian jangka panjang, kolitis karena antibiotik