Untuk membaca informasi obat, silahkan klik nama obat
Mekanisme : Mendegenerasi/merusak mikrotubulus sitoplasma sel cacing usus
Aturan pakai : Dewasa dengan berat badan > 60 kg: 400 mg, 2 kali sehari. Durasi pengobatan 8-30 hari. Dewasa dengan berat badan < 60 kg: 15 mg/kgBB per hari, yang dibagi ke dalam 2 jadwal konsumsi. Dosis maksimal 800 mg per hari. Durasi pengobatan 8-30 hari. Anak-anak: Dosis disamakan dengan dosis dewasa.
Interaksi obat : Dexamethasone meningkatkan kadar albendazole
Efek samping : Sakit kepala, pusing, vertigo, meningitis, tekanan intrakranial meningkat, demam, gangguan fungsi hati, sakit perut.
Mekanisme Relaksasi dari otot jantung dan otot polos dengan cara menghalangi kanal kalsium, sehingga mengurangi masuknya kalsium ekstraseluler ke dalam sel. Hal ini menyebabkan vasodilatasi dan penurunan yang sesuai pada tekanan darah.
Aturan pakai : Dewasa 5mg/hari PO awal; dapat ditingkatkan sebesar 2,5 mg/hari setiap 7-14 hari; tidak boleh melebihi 10 mg/hari
Pemeliharaan : 5-10 mg/hari
Pediatric < 6 tahun tidak di anjurkan
6-17 tahun : 2,5-5 mg/hari PO
Geriatric 2,5-5 mg/hari PO awal; dapat ditingkatkan 2,5 mg/hari setiap 7-14 hari; tidak boleh melebihi 10 mg/hari PO; Dosis pemeliharaan : 5-10 mg/hari PO
Interaksi obat Kloramfenikol, Nifedipine, chloroquine, conivaptan meningkatkan kadar atau efek amlodipin dengan mempengaruhi metabolisme enzim hati / usus CYP3A4.
Mekanisme kerja : Menghambat sintesis dari dinding sel bakteri. Amoksisilin menghambat cross-linkage di antara rantai polimer peptidoglikan linear yang membentuk komponen utama dari dinding sel dari bakteri Gram-positif dan komponen minor dari Gram-negatif.
Aturan pakai Dewasa 500mg PO setiap 12 jam / 250 mg PO setiap 8 jam selama 10-14 hari
Pediatric Umur < 3 bulan : ≤30 mg/kg/hari PO dibagi setiap 12 jam selama 48-72 jam; selama ≥ 10 hari untuk infeksi S pyogenes , Umur > 3 bulan dan <40 kg: 25 mg/kg/hari PO dibagi setiap 12 jam atau 20 mg/kg/hari PO setiap 8 jam >40 kg : 500 mg PO setiap 12 jam atau 250 mg PO setiap 8 jam selama 10-14 hari.
Efek samping Mual. Muntah. Sakit kepala. Muncul ruam pada kulit. Diare.
Mekanisme kerja Menetralkan keasaman, meningkatkan pH, atau secara reversibel mengurangi atau menghalangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi keasaman di lambung. Rasa pedih terasa ketika asam klorida lambung mencapai saraf di mukosa saluran cerna.
Aturan pakai : Dewasa : 1-2 tablet, 3-4 kali per hari. Anak (6-12 tahun) : 1/2-1 tablet, 3-4 kali per hari.
Mekanisme: alopurinol bekerja dengan menghambat xantin oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat.
Aturan pakai : Dewasa : Dosis awal 100 mg sehari dan ditingkatkan setiap minggu sebesar 100 mg sampai dicapai dosi optimal. Dosis maksimal yang dianjurkan 800 mg sehari. Pasien dengan gangguan ginjal 100-200 mg sehari
Anak 6-10 tahun : Bila disertai penyakit kanker, dosis maksimal 300 mg sehari.
Anak dibawah 6 tahun: Dosis maksimal 150 mg sehari.
Efek samping Reaksi hipersensitivitas : ruam makulapapular didahului pruritus, urtikaria, eksfoliatif dan lesi purpura, dermatitis, nefritis, faskulitis, dan sindrome poliartritis, demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah diare, rasa ngantuk, sakit kepala.
Mekanisme kerja Menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat setidaknya 2 isoenzim siklooksigenase, siklooksigenase -1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2)
Aturan pakai : Dewasa Awal 500 mg PO sekali, 250 mg PO setiap 6 jam bila perlu, biasanya tidak lebih dari 7 hari.
Pediatric Usia < 14 tahun tidak direkomendasikan
Usia ≥ 14 tahun awal 500 mg PO sekali, 250 mg PO setiap 6 jam bila perlu, biasanya tidak lebih dari 7 hari.
Geriatric awal 500 mg PO sekali, 250 mg PO setiap 6 jam bila perlu, biasanya tidak lebih dari 7 hari.
Efek samping Sakit perut Mual Muntah Nyeri ulu hati Sembelit Diare Ruam kulit
Mekanisme: Asetosal langsung dan ireversibel menghambat aktivitas kedua jenis siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) untuk mengurangi pembentukan prekursor prostaglandin dan tromboksan dari asam arakidonat.
Aturan pakai : Dewasa : 300-900 mg tiap 4-6 jam bila diperlukan; maksimum 4 g per hari. Anak dan remaja tidak dianjurkan.
Interaksi : Meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung, bila digunakan bersamaan dengan kortikosteroid dan phenybutazone.
Mengganggu fungsi ginjal dan mengurangi efektivitas obat penurun tekanan darah, bila digunakan dengan obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, seperti ramipril.
Meningkatkan kadar kalium dan berisiko menimbulkan perdarahan, bila digunakan bersamaan dengan obat ibuprofen dan ketorolac.
Efek samping Biasanya ringan dan tidak sering, tetapi kejadiannya tinggi untuk terjadinya iritasi saluran cerna dengan perdarahan ringan yang asimptomatis; memanjangnya bleeding time; bronkospasme; dan reaksi kulit pada pasien hipersensitif.
Mekanisme Timidin Kinase Viral (HSV-1, HSV-2 dan VZV) mengubah asiklovir ke monofosfat asiklovir, yang kemudian dikonversi menjadi Aciklovir difosfat dengan guanylate kinase seluler, dan akhirnya menjadi Aciclovir trifosfat oleh phosphoglycerate kinase, fosfoenolpiruvat carboxykinase, dan piruvat kinase.
Aturan pakai
• Pengobatan dan pencegahan herpes simplex: 200 mg, 5 x sehari dengan interval 4 jam, selama 5 hari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg.
• Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.
• Anak ≥ 2 tahun : Sama dengan dosis dewasa.
• Anak < 2 tahun : Diberikan setengah dosis dewasa.
Efek samping Gatal-gatal / skin rash. Gangguan gastrointestinal, termasuk: nausea, vomiting, diare, dan nyeri abdominal. Sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.
Mekanisme Asam folat adalah jenis vitamin B yang membantu tubuh Anda memproduksi dan mempertahankan sel-sel baru dan mencegah perubahan DNA yang dapat menyebabkan kanker.
Aturan pakai
Dosis pemeliharaan untuk orang dewasa: 0,4 mg setiap hari
Dosis pemeliharaan untuk ibu hamil dan menyusui: 0,8 mg setiap hari
Efek samping demam tinggi kulit memerah napas menjadi pendek ruam kulit gatal-gatal pada kulit
Mekanisme Obat ini bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus besar, sehingga membuat usus mampu menyerap lebih banyak air, dan tinja akan menjadi lebih padat. Attapulgite juga mengikat bakteri atau racun penyebab diare. Selain membuat tinja lebih padat, attapulgite juga bermanfaat untuk meredakan gejala kram perut akibat diare.
Aturan pakai Dosis attapulgite untuk mengobati diare pada pasien dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas adalah 1,2-15 gram per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 8,4 gram per hari jika diperlukan.
Interaksi Menurunkan penyerapan trihexyphenidyl. Obat tersebut harus dikonsumsi 2 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi attapulgite.
Meningkatkan efek dari obat antipsikotik, antihistamin, dan antidepresan.
Efek samping Sembelit Perut kembung Mual Nyeri lambung