🌻🍃 𝗠𝗘𝗡𝗬𝗘𝗦𝗔𝗟 𝗔𝗞𝗜𝗕𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗧𝗢𝗞𝗢𝗛 𝗞𝗘𝗦𝗘𝗦𝗔𝗧𝗔𝗡
Penyesalan Sebagian Penduduk Neraka Karena Mereka Mengikuti Tokoh Yang Sesat.
Allah bercerita dalam FirmanNya tentang penyesalan sebagian penduduk neraka karena mereka mengikuti tokoh yang sesat
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ( ) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ( ) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
(ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS. al-Furqan: 27 – 29)
penyesalan mereka di hari kiamat, hingga mereka gigit jari. Mereka menyesal, mengapa dulu mengikuti guru sesat itu. Padahal sudah datang peringatan yang sangat jelas yang menunjukkan kesesatannya.
semua mukmin menyadari, mengambil sumber ilmu, akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Prinsip apapun yang terjadi sudah ditanggung guru, harus ditinggalkan. Jika dia jelas menyimpang, membela kekufuran, jangan lagi dijadikan referensi dalam ilmu agama.
Dulu Muhammad bin Sirin rahimahullah ulama tabi’in muridnya Anas bin Malik mengingatkan,
إن هذا العلم دين ، فانظروا عمن تأخذون دينكم
Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian. (Siyar A’lam an-Nubala’, 4/606)
Orang yang belajar agama, hakekatnya sedang membangun ideologi. Ketika sumber ilmunya orang sesat, akan terbentuk ideologi sesat dari muridnya.
Kita terheran, ketika manusia liberal, dijadikan rujukan dan dimintai komentar masalah islam…
Kita terheran, ketika pembela orang kafir, dijadikan acuan dalam bidang tafsir al-Qur’an…
Serta firqoh sesat pengusung Kesyirikan dan Kebid'ahan lainnya jangan heran
Betul apa kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).
@penasalafofficial
✍🏻 Ustadz Ammi Nur Baits hafidzahullah
#penasalaf
[8/22/2024 6:45 AM] Farid: بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ
⚠ JANGAN SETENGAH SETENGAH __✍
Tidak sedikit dari saudara-saudara kita yang MENGAKU beragama Islam, tapi mereka dalam beribadah MENCAMPUR ADUKKAN antara ritual, praktik- praktik, kepercaya'an dan ajaran agama-agama lain kedalam ajaran Islam. Sebut saja misalnya ajaran Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, isme-isme China, kepercaya'an kepada Dewa-Dewa, roh para leluhur, agama kultur India, Persia (Syi'ah), Mesir Kuno, dll.....
Contohnya :
👉 Selamatan kematian atau kenduri arwah 1 hari sampai 7 hari, dilanjut di hari yang ke 40, 100, Mendak pisan, Mendak pindo dan dihari ke 1000. Iu dari agama apa.....???
👉 Persembahan sesaji kepada penunggu sawah (dewi Sri) ketika tanam dan panen berasal dari agama apa.....???
👉 Mempersembahkan sesaji kepada penunggu gunung, laut dan tempat-tempat yang dianggap keramat kepercaya'an dari mana.....???
👉 Peraya'an Maulid atau ulang tahun itu asalnya darimana.....???
👉 Ibadah diiringi musik itu niru agama apa.....???
Dan masih banyak penyimpangan lainnya, silakan yang mau menambahkan.....
Allah Ta'ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam SECARA KESELURUHANNYA".
(QS. Al Baqarah : 208).
Saudara/i ku, masuklah dalam Islam Jangan setengah-setengah.....
--- Setengah Sunnah setengah Bid'ah
--- Setengah Tauhid setengah Syirik
--- Setengah Islam setengah Hindu
--- Setengah Islam setengah Syi'ah
--- Setengah Islam setengah Sufi
--- Setengah Islam setengah Yahudi
--- Setengah Islam setengah Nasrani
--- Setengah Islam setengah Konghucu
--- Setengah ini setengah itu, dst.....
Silakan yang mau menambahkan.....
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً
Katakanlah : "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan MEMURNIKAN ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku".
(QS. Az Zumar : 14).
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
"Orang-orang yang beriman dan TIDAK MENCAMPUR ADUKKAN iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk".
(QS. Al An'aam : 82).
Semoga yang sedikit ini mudah dipahami dan bermanfa'at untuk kita semua. Dan demoga Allah Ta'ala membimbing kita semua pada jalan yang lurus.
بارك الله فيكم جميعا
________✒
[8/23/2024 8:09 AM] : 🌴ADAB-ADAB BERBICARA
ˢʸᵃʳⁱ'ᵃᵗ ᵘⁿᵗᵘᵏ ˢᵉʲᵘᵗᵃ ᵘᵐᵃᵗ
Berikut ini kami akan menyampaikan beberapa adab dalam berbicara, antara lain:
1️⃣ HENDAKNYA PEMBICARAAN SELALU DI DALAM KEBAIKAN
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ
"Tidak ada kebajikan pada kebanyakan pembicaraan mereka, kecuali pembicaraan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia."
(Terj. QS.An-Nisa':114)
2️⃣ JANGAN MEMBICARAKAN SESUATU YANG TIDAK BERGUNA BAGIMU
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,
"Termasuk kebajikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna."
(Terj. HR.Ahmad dan Ibnu Majah)
3️⃣ JANGANLAH MEMBICARAKAN SEMUA APA YANG DI DENGAR
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,
"Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar."
(Terj. HR.Muslim)
4️⃣ MENGHINDARI PERDEBATAN DAN SALING BANTAH SERTA BERKATA DUSTA SEKALIPUN BERCANDA
sekaipun engkau berada pada pihak yang benar, serta perkataan dusta sekalipun bercanda.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,
"Saya adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar, dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda."
(Terj. HR.Abu Dawud, dihasankan asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah)
5️⃣ TENANG DALAM BERBICARA DAN TIDAK TERGESA-GESA
Dari Ummul Mu'minin Aisyah radhiyallahu anhaa' berkata yang artinya,
"Sesungguhnya Nabi apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya."
(Terj. Muttafaqun 'alaih)
6️⃣ TIDAK BERKATA KOTOR (KEJI)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,
"Seorang mukmin itu tidak pencela atau pengutuk atau keji pembicaraan."
(Terj. HR.Al-Bukhari, dishahihkan Syaikh Al-Albani rahimahullah)
7️⃣ MENGHINDARI SIKAP MEMAKSAKAN DIRI DAN BANYAK BICARA DI DALAM BERBICARA
Di dalam hadits Jabir radhiyallahu anhu disebutkan yang artinya,
"Dan sesungguhnya manusia yang paling saya benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang yang 'mutafaihiqun'."
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, apa arti mutafaihiqun?"
Beliau menjawab,
"Orang yang sombong."
(Terj. HR.At-Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
8️⃣ MENGHINDARI PERBUATAN MENGGUNJING (GHIBAH) DAN ADU DOMBA (NAMIMAH)
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain."
(Terj. QS.Al-Hujuraat:12)
9️⃣ MENGHINDARI SIKAP MENGEJEK, MENGOLOK-OLOK DAN MEMANDANG RENDAH LAWAN BICARA
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok tadi) lebih baik dari wanita (yang menolok-olok)."
(Terj. QS.Al-Hujuraat:11)
🔟 MENDENGARKAN PEMBICARAAN ORANG LAIN DENGAN BAIK DAN TIDAK MEMOTONGNYA SERTA MENGHINDARI PERKATAAN KASAR
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullaah berkata yang artinya,
“Apabila engkau sedang duduk berbicara dengan orang lain, hendaknya engkau bersemangat mendengar melebihi semangat engkau berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain.”
(Terj. Dalam Al-Muntaqa hal. 72)
✒ 𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 AsySyamil.com dan Siman Pangestu
AMILATUN NASHIBAH
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Artinya "Amal-amal yang hanya melelahkan".
Ini adalah ayat ke-3 surah Al-Ghosyiyah, rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.
Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam, tapi penuh cacat, baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.
Astaghfirullah al'adzhim...
Alkisah, Umar bin Khattab menangis saat mendengar ayat ini.
Alkisah juga, suatu hari Atha As-Salami, seorang tabi'in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, "Ya Atha, sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya, sehingga saya tidak dapat membelinya".
Begitu mendengar, bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat. Atha termenung, lalu menangis.
Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, "Atha sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya, memang kainmu ada cacatnya, sehingga aku tidak dapat membelinya. Kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas".
Tawaran itu dijawabnya, "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? Ketahuilah, sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka, bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya. Begitulah aku menangis kepada Allah, dikarenakan aku menyangka, bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah, sebagai ahli-Nya ada cacatnya. Itulah yang menyebabkan aku menangis".
Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan, apakah sudah sesuai ataukah tidak.
Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui, dimana letak kekurangan amal kita.
Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya, tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya.
Allahu A'lam bishowab
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami). Aamiin
🌻🍃 𝗠𝗘𝗡𝗬𝗘𝗦𝗔𝗟 𝗔𝗞𝗜𝗕𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗜𝗞𝗨𝗧𝗜 𝗧𝗢𝗞𝗢𝗛 𝗞𝗘𝗦𝗘𝗦𝗔𝗧𝗔𝗡
Penyesalan Sebagian Penduduk Neraka Karena Mereka Mengikuti Tokoh Yang Sesat.
Allah bercerita dalam FirmanNya tentang penyesalan sebagian penduduk neraka karena mereka mengikuti tokoh yang sesat
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ( ) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ( ) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
(ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia. (QS. al-Furqan: 27 – 29)
penyesalan mereka di hari kiamat, hingga mereka gigit jari. Mereka menyesal, mengapa dulu mengikuti guru sesat itu. Padahal sudah datang peringatan yang sangat jelas yang menunjukkan kesesatannya.
semua mukmin menyadari, mengambil sumber ilmu, akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Prinsip apapun yang terjadi sudah ditanggung guru, harus ditinggalkan. Jika dia jelas menyimpang, membela kekufuran, jangan lagi dijadikan referensi dalam ilmu agama.
Dulu Muhammad bin Sirin rahimahullah ulama tabi’in muridnya Anas bin Malik mengingatkan,
إن هذا العلم دين ، فانظروا عمن تأخذون دينكم
Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian. (Siyar A’lam an-Nubala’, 4/606)
Orang yang belajar agama, hakekatnya sedang membangun ideologi. Ketika sumber ilmunya orang sesat, akan terbentuk ideologi sesat dari muridnya.
Kita terheran, ketika manusia liberal, dijadikan rujukan dan dimintai komentar masalah islam…
Kita terheran, ketika pembela orang kafir, dijadikan acuan dalam bidang tafsir al-Qur’an…
Serta firqoh sesat pengusung Kesyirikan dan Kebid'ahan lainnya jangan heran
Betul apa kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).
@penasalafofficial
✍🏻 Ustadz Ammi Nur Baits hafidzahullah
#penasalaf
Bismillaah.
📌 Keutamaan Ilmu dan Ulama
📝📚 ORANG YANG BERILMU ADALAH ORANG YANG DIBERIKAN KEBAIKAN YANG BANYAK
✍🏻Ustadz Abu Ghozie As Sundawie
🌺Hal ini sebagaimana terkandung dalam ayat :
{يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ}
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.
Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
📝(QS Al Baqarah : 269)
Ibnu Qoyyim rahimahullahu Ta'ala mengatakan yang dinukil dari Ibnu Qutaibah dan jumhur Ulama :
الْحِكْمَةُ إِصَابَةُ الْحَقِّ وَالْعَمَلُ بِهِ وَهِي الْعِلْمُ النَّافِعُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ
☕“Yang dimaksud dengan hikmah adalah meraih kebenaran dan mengamalkannya yaitu ilmu yang bermanfaat dan amal shalih”
📙(Miftah Daaris Sa’adah 1/52)
♾♾♾♾♾♾♾♾
# Perilaku Negatif Anak Dan Istri Bisa Karena Dosa Suami, Segera Intropeksi
Sungguh besar tanggung jawab seorang suami kepada istri dan anaknya. Ketika istri dan anak-anaknya melakukan dosa, maka suami juga akan ditanya dan diminta perntanggungjawabnnya di akhirat kelak.
Sedangkan suami melakukan dosa maka istri tidak ditanya dan diminta pertanggung jawaban.
Karena suami banyak melakukan intropeksi jika ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya. Mungkin suami sebagai penanggung jawab melakukan suatu dosa yang akan berdampak kepada anak dan istrinya
Sebagian ulama berkata,
إن عصيت الله رأيت ذلك في خلق زوجتي و أهلي و دابتي
“Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku, keluargaku dan hewan tungganganku.”
Karena para wanita jangan terlalu protes dengan hadits bahwa seorang istri harus patuh kepada usaminya dalam hal yang ma’ruf. Karena tanggung jawab suami yang begitu besar terhadap keluarganya. Jika istri dan anak mereka melakukan dosa, maka suami juga akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Karenanya, hak suami sangat besar. Bahkan saking besarnya hak suami, seandainya manusia boleh sujud kepada manusia yang lain, maka istri diperintahkan agar sujud kepada suaminya.
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ
“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri” (HR. Abu Daud no. 2140, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dalam hadits dijelaskan bahwa wanita cukup melakukan empat hal saja untuk masuk surga dari pintu mana saja, padahal untuk masuk surga dari pinta mana saja, memerlukan kesungguhan yang sangat tinggi. Salah satu empat hal tersebut adalah menaati suaminya; mendukungnya dalam dakwah adalah salah satu bentuk “mencari ridha suami” sehingga ia bisa masuk surga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita [1] mengerjakan shalat lima waktunya, [2] mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, [3] menjaga kemaluannya, dan [4] menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 660.)
Demikian semoga bermanfaat
@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Link Artikel:
https://muslimafiyah.com/perilaku-negatif-anak-dan-istri-bisa-karena-dosa-suami-segera-intropeksi.html
.
Ayo berpartisipasi dakwah bersama kami dengan berdonasi ke:
Bank Syariah Indonesia
No.Rek : 3000444331
A.n. : Muslimafiyah Indonesia
Info dan Konfirmasi :
WA 0895386253373
Yayasan Muslimafiyah Indonesia
______________
Gabung grop WA ARTIKEL dakwah dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
Insyaallah dikirim artikel setiap hari
Silakan klik link:
https://wa.me/62895341555542
Kirim dengan format:
#Nama#Daerah#Ikhwan/Akhwat