Pusat Riset Metalurgi dibentuk pada 1 Maret 2022 sesuai tanggal PerBRIN nomor 14 Tahun 2022. Pusat Riset Metalurgi merupakan pusat riset yang menyelenggarakan kegiatan riset dan inovasi di bidang metalurgi untuk mendukung kemandirian industri nasional demi terwujudnya Visi Indonesia 2035 menjadi negara industri tangguh yang berbasis inovasi dan teknologi. Pusat Riset Metalurgi memiliki tiga flagship, yaitu:


Ruang lingkup flagship pertama meliputi riset pembesaran skala produksi bahan baku baterai, riset pemanfaatan limbah pertambangan dan metalurgi untuk ekonomi sirkular serta riset pengolahan dan peningkatan nilai tambah sumber daya primer untuk bahan baku industri kimia. 


Flagship kedua meliputi riset desain dan metalurgi pemrosesan paduan logam untuk industri strategis nasional yang terdiri dari baja paduan kekuatan ultra tinggi, paduan logam entropi tinggi, baja superelastik, besi cor kinerja tinggi, komposit matriks logam, paduan logam suhu tinggi (baja tahan karat, paduan super, paduan refraktori, intermetalik), paduan logam ingat bentuk (shape memory alloys) dan paduan logam non-ferrous (paduan nikel, paduan titanium, paduan kobal, paduan aluminium, paduan tembaga dan lain-lain). 


Flagship ketiga meliputi riset pelapisan protektif untuk pengendalian korosi infrastruktur publik dan industri, inhibitor korosi dan proteksi katodik/anodik untuk industri migas dan pembangkit listrik serta pemetaan korosi (corrosion mapping) wilayah terdampak korosi.