Pengertian Hadis Ahad
Hadis ahad adalah hadis yang jumlah rawinya tidak sampai pada jumlah mutawatir, tidak memenuhi syarat mutawatir, dan tidak pula sampai pada derajat mutawatir. Hal ini dinyatakan dalam kaidah ilmu hadis berikut ini.
هُوَ مَا لَا يَنْتَهِي إِلَى التَّوَائِر
“Hadis yang tidak mencapai derajat mutawatir.”
مَا لَمْ تَبْلُغَ نَقَلَتُهُ فِي الْكَثرَةِ مَبْلَغَ الْخَبَرَ الْمُتَوَاتِرِ سَوَاءُ كَانَ الْمُخْبِرُ وَاحِدًا أَوِ اثْنَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٌ أَوْ أَرْبَعةُ أَوَخَمْسَةٌ إِلَى غَيْرِ ذلكَ مِنَ الْأَعْدَادِ الَّتِي لَا تُشْعِرُ بِأَنَّ الْخَبَرَ دَخَلَ بِهَا فِي خَبَرِ الْمُتَوَاتِر.
“Hadis yang tidak sampai jumlah rawinya kepada jumlah hadis mutawatir, baik rawinya itu seorang, dua, tiga, empat, lima atau seterusnya dari bilangan-bilangan yang tidak memberi pengertian bahwa hadis itu dengan bilangan tersebut masuk ke dalam hadis mutawatir.”
Klasifikasi Hadis Ahad
Jumlah rawi dari masing-masing thabaqat, mungkin satu orang, dua orang, tiga orang, atau malah lebih banyak, namun tidak sampai pada tingkat mutawatir. Berdasarkan jumlah dari thabaqah masing-masing rawi tersebut, hadis ahad ini dapat dibagi dalam tiga macam, yaitu masyhur, 'aziz, dan gharib.
Hadis Masyhur
Menurut bahasa, masyhur adalah muntasyir, yaitu sesuatu yang sudah tersebar, sudah populer. Adapun menurut istilah, hadis masyhur adalah,
مَا رَوَاهُ ثَلَاثَةٌ فَأَكْثَرَ فِي كُلِّ طَبَقَةٍ مَا لَمْ يَبْلُغْ حَدَّ التَّوَاتُر
Hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih-pada setiap thabaqah tidak mencapai derajat mutawatir.
Hadis ‘Aziz
Aziz menurut bahasa adalah Asy-Safief (yang mulia), An-Nadir (yang sedikit wujudnya), Ash-Shab'bul ladzi yakadu la yuqwa 'alaih (yang sukar diperoleh), dan Al-Qawiyu (yang kuat). Adapun menurut istilah, hadis aziz adalah:
مَا رَوَاهُ اثْنَانِ وَلَوْ كَانَ فِي طَبَقَةٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ رَوَاهُ بعد ذلك جَمَاعَةُ
Hadis yang diriwayatkan oleh dua orang, walaupun dua orang rawi tersebut terdapat pada satu thabaqah saja, kemudian orang-orang meriwayatkannya.
Hadis Gharib
Pengertian hadis gharib Gharib menurut bahasa adalah (1) ba'idun 'anil wathani (yang jauh dari tanah), dan (2) kalimat yang sukar dipahami. Adapun menurut istilah,
وَمَا يَنْفَرِدُ بِرِوَايَتِهِ رَاوٍ وَاحِدٌ
Hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang rawi
Ditinjau dari segi bentuk penyendirian rawi, hadis gharib terbagi menjadi pada dua macam, yaitu gharib muthlaq dan gharib nisby
Gharib mutlaq
Gharib muthlaq adalah hadis yang rawinya menyendiri dalam meriwayatkan hadis itu. Penyendirian rawi hadis gharib muthlaq itu berpangkal pada tempat ahlus sanad, yakni tabiin bukan sahabat.
Gharib nisby
Gharib nisby adalah apabila penyendirian itu mengenai sifat-sifat atau keadaan tertentu seorang rawi. Penyendirian rawi mengenai sifat-sifat atau keadaan tertentu dari seorang rawi, mempunyai beberapa kemungkinan antara lain:
Sifat keadilan dan ke-dhabit-an (ke-tsiqat-an) rawi.
Kota atau tempat tinggal tertentu.
Meriwayatkannya dari orang tertentu.
Apabila penyendirian itu ditinjau dari segi letaknya apakah apakah terletak di sanad atau matan, hadis gharib lagi menjadi tiga bagian, yaitu:
Gharib pada sanad dan matan.
Gharib pada sanadnya saja.
Gharib pada sebagian matannya.