Mulai dari Diri
Mulai dari Diri
Program yang dibuat oleh sekolah untuk murid:
Program/kegiatan intrakurikuler merupakan merupakan program/kegiatan utama sekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur program sekolah. Program/Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan murid dalam jam pelajaran setiap hari dan ditujukan untuk mencapai tujuan minimal dari setiap mata pelajaran dalam kurikulum.
program/kegiatan kokurikuler merupakan program/kegiatan yang dilaksanakan sebagai penguatan atau pendalaman kegiatan intrakurikuler. Program/kegiatan ini meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, dan/atau bentuk kegiatan lain yang dapat menguatkan karakter murid.
program/kegiatan ekstrakurikuler adalah program/kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah, dan diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian murid.
Eksplorasi Konsep
Yang memegang kendali pada proses pembelajaran adalah murid, guru berperan sebagai penuntun dan pembimbing 2. Dalam proses KBM murid dapat mengambil kendali, mereka bisa belajar mandiri dan mengeksplor pengetahuannya dengan cara berkolaborasi dengan murid yang lain. 3. Peran dan keterlibatan murid contohnya adalah pada program penghijauan, di sekolah kami setiap tahun diadakan program untuk menanam pohon di gunung sekitar sekolah, program tersebut berdampak positif untuk lingkungan dan masyarakat. 4. Komunitas sekolah mempunyai peran yang penting untuk mendorong dan menumbuhkan kepemimpinan murid
Dalam merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya menjadi pertimbangan utama.
Saat murid memiliki kontrol atas apa yang terjadi, atau merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi sebuah situasi inilah, maka murid akan memiliki apa yang disebut dengan “agency”. Agency dapat diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk mempengaruhi fungsi dirinya dan arah jalannya peristiwa melalui tindakan-tindakan yang dibuatnya. Albert Bandura dalam artikelnya, Toward a Psychology of Human Agency (2006) mengatakan, bahwa menjadi seorang agent (seseorang yang memiliki agency) berarti orang tersebut secara sengaja mempengaruhi fungsi dan keadaan hidup dirinya. ada empat sifat inti dari human agency yaitu IVAR terdiri dari Intensi, Visi, Aksi dan Refleksi
kepemimpinan murid berkaitan dengan pengembangan identitas dan rasa memiliki. agency dalam pembelajaran murid yaitu ketika mereka berperan aktif dalam memutuskan apa dan bagaimana mereka akan belajar, maka mereka cenderung menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk belajar dan lebih mampu menentukan tujuan belajar mereka sendiri. Lewat proses yang seperti ini, murid-murid akan secara alamiah mempelajari keterampilan belajar (belajar bagaimana belajar)
Saat murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri (atau kita katakan: saat murid memiliki agency), maka mereka sebenarnya memiliki suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran mereka. Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri.
visi dan harapan Indonesia untuk karakter warganya di masa mendatang adalah karakter yang sesuai dengan profil pelajar pancasila, Warga di tuntut untuk berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif yang dilandasi oleh keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia
Setelah saya mengamati situasi-situasi dan video-video yang disajikan, saya dapat memahami bagaimana student agency digali dan di kembangkan oleh guru dalam segala kegiatan atau program. Dengan memperhatikan 3 aspek diantaranya suara, pilihan, dan kepemilikan dari murid maka student agency akan terwujud.
Intrakurikuler : Situasi 5 (Pembelajaran berbasis proyek) dan situasi 9 (Pembelajaran berbasis riset) Kokurikuler : Situasi 1 (program kebun cahaya), Situasi 2 (membuat lay out kelas), situasi 3 (studi wisata), situasi 8 (pasar tradisional) Ekstrakurikuler : Situasi 4 (Ekstrakurikuer secara daring) dan situasi 7 (Ekstrakurikuler ITS) Pada situasi-situasi tersebut sudah terbentuk kepemimpinan murid melalui 3 aspek yaitu suara, pemilihan dan kepemilikan, dimana guru meminta pendapat murid untuk menentukan apa yang akan di lakukan (aspek suara), Guru juga memberi kebebasan kepada murid untuk memilih mana yang menurut mereka yang terbaik (aspek pemilihan) meskipun guru juga mengarahkan supaya yang dipil murid itu sesuai dengan kebutuhan belajar mereka, murid juga di beri tanggung jawab terhadap pendapat dan apa yang mereka pilih ( kepemilikan)
Murid secara alami adalah seorang pengamat, penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal. Lewat rasa ingin tahu serta interaksi dan pengalaman mereka dengan orang lain dan lingkungan sekitar, mereka kemudian membangun sendiri tentang pemahaman tentang diri mereka, orang lain, lingkungan sekitar, maupun dunia yang lebih luas. Dengan kata lain, murid-murid memiliki kemampuan untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri atau mereka bisa menjadi pemimpin untuk diri mereka sendiri
Kepemimpinan murid akan tumbuh subur pada lingkungan yang sesuai, maka kepemimpinan murid pun akan tumbuh dengan lebih subur jika sekolah menyediakan lingkungan yang cocok. Lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid adalah lingkungan dimana guru, sekolah, orang tua, dan komunitas secara sadar mengembangkan weilbeing atau kesejahteraan diri murid-muridnya secara optimal
Komunitas sangat berpengaruh dan memiliki peran penting dalam membantu mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid, komunitas-komunitas itu antara lain komunitas keluarga, kelas, sekolah, lingkungan sekitar, media sosial, dan media massa. Kita dapat melibatkan lintas komunitas tersebut dalam proses pembelajaran murid. Namun, yang perlu diingat, jika kita ingin keterlibatan mereka dapat membantu mewujudkan kepemimpinan murid, maka keterlibatan mereka harus dapat mendorong aspek suara, pilihan dan kepemilikan murid.
Kemitraan tri sentra pendidikan adalah kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat yang berlandaskan pada asas gotong royong, kesamaan kedudukan, saling percaya, saling menghormati, dan kesediaan untuk berkorban dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta didik.
Ruang Kolaborasi
Ruang kolaborasi sesi 1: Cgp secara berkelompok berdiskusi tentang program yang ada di masing-masing sekolah , dan diambil salah satu program yang dianggap paling menarik untuk disajikan di Ruang Kolaborasi sesi 2.
Ruang Kolaborasi Sesi 2: CGP mempresentasikan hasil diskusi pada kegiatan Ruang kolaborasi sesi 1
Demonstrasi Kontekstual
Koneksi Antar Materi
Aksi Nyata