Yuk Kenali apa itu Suplemen Kesehatan
Suplemen Kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/ atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis atau mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan.
Cek Izin Edar POM SD/SI/SL + 9 digit angka. Contoh: POM SD 123456789
SD : Suplemen Kesehatan Produksi Dalam Negeri
SI : Suplemen Kesehatan Produksi Luar Negeri atau Impor
SL : Suplemen Kesehatan Produksi Dalam Negeri dengan Lisensi
Klaim yang tidak benar yaitu:
Mengobati/menggantikan obat yang digunakan dalam meneyembuhkan penyakit
Menggantikan makanan sehari-hari
Hati -hati terhadap Iklan Suplemen Kesehatan yang berlebihan, contohnya
Biar Cerdas
Atasi Stress
Membuat Awet Muda
Panjang Umur
Untuk Vitalitas
Sebagai antivirus/antibakteri
Kekebalan tubuh meningkat sehingga tidak gampang sakit
Sebagai superfood atau pengganti sumber zat gizi
Iklan berupa testimoni biasanya belum berdasarkan bukti empiris/bukti ilmiah.
Efek samping akibat konsumsi suplemen kesehatan dapat dilaporkan melalui:
Pelaporan elektronik melalui http://e-mesot.pom.go.id
Aplikasi e-MESOT yang dapat diunduh pada playstore
e-MESOT merupakan platform pelaporan monitoring efek samping Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan berbasis Android dan Website.
Sebagian besar mineral dalam tubuh disimpan di tulang, jaringan lemak, dan lokasi penyimpanan lainnya.
Berpuasa adalah momen untuk memanfaatkan/menggunakan zat gizi, yaitu cadangan energi yang sudah tersimpan di dalam tubuh.
Namun, berpuasa dapat berpotensi membatasi asupan zat gizi dalam tubuh, sehingga suplemen kesehatan dapat dikonsumsi pada saat puasa, jika diperlukan.
Perlu diwaspadai adanya overclaim suplemen kesehatan yang biasa dikonsumsi pada saat puasa. Penggunaan suplemen kesehatan yang berlebihan tidak akan memberikan dampak dan akan dikeluarkan kembali oleh tubuh serta akan membuat kerja ginjal semakin berat.
Suplemen kesehatan yang biasa pada saat puasa adalah meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu memelihara kesehatan.
Pahami bahwa Suplemen Kesehatan bertujuan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan/ memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi/efek fisiologis dan bukan untuk mengobati suatu penyakit. Tidak untuk menggantikan makanan. Tidak digunakan secara berlebihan.
Sebaiknya konsultasikan dengan Dokter/Apoteker dalam memilih Suplemen Kesehatan yang tepat bila memiliki masalah kesehatan.
Selalu ingat CEK KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum memilih Suplemen Kesehatan.
Yuk Kenali kebutuhan vitamin dan mineral
Vitamin C dapat diperoleh dari Makanan seperti jeruk, tomat, paprika, kol, bayam, bunga kol, kiwi, dan kentang. serta Suplemen Vitamin C.
Selalu lakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) saat membeli suplemen Vitamin C.
Pastikan kemasan dalam keadaan baik, cek informasi pada label, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa.
Tetap berolahraga dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Konsultasikan ke Dokter/Apoteker jika memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum menggunakan suplemen Vitamin C.
Sinar matahari. Tubuh akan memproduksi vitamin D3 (cholecalciferol) ketika kulit terpapar sinar matahari.
Makanan seperti salmon, tuna, kuning telor, minyak ikan, hati sapi, keju, susu dan jamur.
Suplemen Vitamin D, terdapat dalam bentuk Vitamin D2 (ergocalciferol) dan Vitamin D3 (cholecalciferol).
Perhatikan hasil pemeriksaan kadar Vitamin D dalam darah.
Pilih suplemen Vitamin D yang tepat sesuai anjuran Dokter/Apoteker.
Periksa kadar Vitamin D darah sesudah penggunaan 6 (enam) bulan atau lebih.
Tetap berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang.
Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.
Hentikan penggunaan bila terjadi gejala alergi.
Konsumsi kalsium sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk menghindari hiperkalsemia.
Selalu lakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) saat membeli suplemen Vitamin E. Pastikan kemasan dalam keadaan baik, cek informasi pada label, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa.
Secara alami terdapat dalam makanan, yaitu tauge, kuaci bunga matahari, minyak bunga matahari, minyak jagung, margarin, minyak kelapa sawit, minyak kacang kedelai dan minyak kacang tanah.
Suplemen Vitamin E.
Tidak boleh dikonsumsi melebihi batas maksimal penggunaan (400 IU) kecuali dalam pengawasan dokter.
Selalu lakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) saat membeli suplemen Vitamin E. Pastikan kemasan dalam keadaan baik, cek informasi pada label, memiliki izin edar BPOM, dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa.
Zink adalah Salah satu trace mineral atau mikronutrisi dari zat anorganik yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sangat kecil untuk terlibat dalam beberapa fungsi fisiologi tubuh. Sumber Zink diperoleh dari Makanan seperti tiram, kepiting, keju, hati ayam, kuning telur, dan daging sapi. dan Suplemen Zink
Konsumsi suplemen Zink jika diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jangan mengonsumsi melebihi batas yang dianjurkan.
Membaca informasi pada brosur/kemasan produk mengenai interaksi yang dapat muncul jika dikonsumsi bersamaan dengan obat atau makanan lain.
Selalu lakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) saat membeli suplemen Zink. Pastikan kemasan dalam keadaan baik, cek informasi pada label, pastikan produk memiliki izin edar BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.
Konsumsi suplemen Zink jika diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jangan mengonsumsi melebihi batas yang dianjurkan.
Membaca informasi pada brosur/kemasan produk mengenai interaksi yang dapat muncul jika dikonsumsi bersamaan dengan obat atau makanan lain.
Selalu lakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) saat membeli suplemen Zink. Pastikan kemasan dalam keadaan baik, cek informasi pada label, pastikan produk memiliki izin edar BPOM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.
Berdasarkan Peraturan Badan POM Nomor 15 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan POM Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan, produk suplemen kesehatan memiliki batas dosis maksimum vitamin yang diizinkan dalam komposisinya, yaitu:
Beta Karoten (15 mg = 25.000 IU)
Vitamin A (5000 IU = 1500 mcg)
Vitamin B1 (100 mg)
Vitamin B2 (40 mg)
Asam Nikotinat (15 mg)
Nikotinamid (450 mg)
Vitamin B6 (100 mg)
Asam Pantotenat (200 mg)
Vitamin B12 (0,6 mg)
Biotin (0,9 mg)
Asam Folat (0,9 mg)
*Untuk Ibu hamil maksimal 1000 mcg / hari
Vitamin D (1000 IU)
*Dalam bentuk vitamin D3 (Kolekasiferol)
*Dapat dikombinasikan dengan bahan lain dengan tidak melebihi dosis 800 IU/hari
*Dosis lebih dari 800 IU s/d 1000 IU / hari hanya diizinkan dalam tunggal
Vitamin C (1000 mg)
Vitamin E (400 IU)
Vitamin K (0,12 mg)
*Hanya Vitamin K1 dan/atau Vitamin K2
*Digunakan dalam bentuk multivitamin/mineral untuk dewasa dan bukan sebagai komposisi tunggal
*Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan vitamin K bila sedang memperoleh terapi antikoagulan atau warfarin
Keterangan :
mg : miligram
mcg : mikrogram
IU : International Unit
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2021. "Kata BPOM" Modul Komunikasi, Informasi, dan Edukasi. Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan
Peraturan Badan POM Nomor 15 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan POM Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan.