Sebelum itu, aku harus berjuang untuk lolos dalam setiap tes yang ada. Ya, semuanya butuh perjuangan, termasuk dalam meraih beasiswa, apalagi untuk meraih beasiswa dari Tanoto Foundation -yayasan yang memberikan banyak sekali manfaat bagi para penerima beasiswanya, salah satunya program pengembangan kepemimpinan-.
Banyak yang berkata bahwa setiap orang merupakan pemimpin baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, aku merasa selama ini masih belum memahami diriku dengan baik, belum bisa mengelola emosi dan juga mengatur waktu, serta menentukan target yang jelas, padahal hal tersebut harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Maka, program pengembangan kepemimpinan inilah yang menjadi sasaranku untuk mendaftar hingga semangat menjalani setiap tes yang kulalui sebab programnya sangat terstruktur, mulai dari program dasar, lanjutan, persiapan karier, hingga setelah menjadi alumni. Sangat menarik dan pastinya bermanfaat bukan?
Tes yang cukup banyak terkadang melelahkan tetapi aku mau berusaha untuk melewatinya sejalan dengan apa yang menjadi sasaranku tadi. Yang kubayangkan pada masa itu masih “apabila aku diberi kesempatan oleh-Nya untuk diterima, aku akan melatih potensi kepemimpinanku dan pastinya memperoleh manfaat keuangan untuk keperluan kuliah”, memikirkan pribadiku sendiri saja termasuk untuk meringankan biaya yang perlu dikeluarkan oleh orang tua sehingga aku harus berusaha menjadi yang terbaik dari yang baik di antara ribuan pendaftar pada tahun 2020. Sejak awal, aku berusaha untuk berserah pada rencana Sang Pencipta sehingga rasanya setiap mendapatkan email konfirmasi lolos ke tahap selanjutnya sungguh membuatku dan keluargaku bersyukur. Perjuangan tersebut tidak bisa kulalui sendiri tanpa bantuan orang lain, yaitu orang tua. Dukungan dari awal pendaftaran hingga kini aku sudah bergabung di program TELADAN sangat kurasakan, contohnya saat ada kendala dalam perangkat yang kugunakan, orang tua menenangkan dan memberikan solusi sehingga aku dapat melewati tantangan dengan baik. Oleh karena itu, aku menyadari peran mereka sangat besar hingga aku boleh mendapatkan kata “selamat” pada hari pengumuman tiba.
Setelah bergabung dengan program TELADAN, aku menyadari ternyata apa yang kubayangkan saat masa pendaftaran itu masih hal kecil yang sifatnya untuk pribadiku saja sedangkan Tanoto Foundation memberikanku pemahaman bahwa aku pun harus berkontribusi untuk memberikan dampak positif bagi orang lain, tak lagi hanya tertuju padaku tetapi juga kepada orang lain. Selain itu, aku bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai universitas dan jurusan. Hal tersebut membuatku bersemangat karena jaringan pertemanan pastinya semakin luas dan bisa saling membagikan ilmu serta pengalaman atau hal lainnya. Apa yang kujadikan sasaran sejak awal pun perlahan kurasakan manfaatnya dengan kegiatan awal dari program ini, yaitu self regulated learning. Aku menjadi tahu apa yang harus kulakukan dan kuhindari untuk melatih kepemimpinanku, seperti harus terjadwal dan tidak boleh menjadi seorang deadliner.
Selain bertemu dengan teman-teman yang berbeda universitas, tentunya aku bertemu juga dengan yang satu universitas bahkan satu fakultas. Aku bisa sharing pengalaman dengan teman-teman yang ada di grup mentoring kakak tingkat, yang sebelumnya kukira akan biasa-biasa saja dan mungkin terkesan kaku tetapi ternyata suasana yang terjadi begitu hangat. Rasanya menjadi ada sosok yang dekat denganku selain keluarga di rumah karena sejak aku awal masuk kuliah, aku masih kurang bisa dekat sekali dengan teman-teman secara virtual seperti ini, sedangkan dengan teman-teman di Tanoto Scholars Association (TSA) rasanya seperti keluarga.
Awalnya memang aku merasa cukup malu karena belum sering bertemu mereka tetapi teman-teman yang lain terlihat “welcome” sehingga aku berani berbagi cerita pula, menceritakan berbagai kegiatan selama kuliah dengan mereka yang kurang lebih merasakan juga karena kami sekelompok dari Fakultas Teknik (FT). Dari hal tersebut aku menyadari bahwa aku membutuhkan orang yang tepat untuk berbagi cerita kepada mereka, salah satunya teman-teman dari TSA UGM di grup mentoring agar aku tidak selalu merasa tertekan sendiri ketika menjalani aktivitas kuliah seperti yang kurasakan sebelum ada mentoring ini.
Seperti yang sudah kubilang di awal, menjadi bagian dari keluarga Tanoto Scholars merupakan suatu hal yang harus disyukuri, ya, seperti apa yang telah kusebutkan di atas pula. Aku yakin masih banyak lagi manfaat yang dapat aku dan teman-teman TSA terima nantinya. Kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi bagian dari TSA pun harus kujaga agar aku dapat selalu beroleh manfaat tersebut dan menyalurkannya juga kepada orang lain dengan program seperti pay it forward. Oleh karena itu, selama satu setengah tahun ke depan aku akan berusaha selalu mengikuti kegiatan dari program ini dan kegiatan dari TSA UGM, memahami dan mengaplikasikan setiap pembelajaran yang kuterima dari setiap kegiatan yang dilaksanakan, contohnya mengatur waktu dengan baik seperti memulai menjadi pribadi yang terjadwal agar aku tidak terburu-buru dalam mengerjakan setiap tugas karena dengan menjadi pribadi yang memprioritaskan kegiatan yang penting sungguh bermanfaat. Aku pun ingin mencoba hal yang selama ini kutunda, yaitu mengikuti lomba dengan suatu tim. Dengan meng-upgrade skill sesuai bidang yang dilombakan nantinya dan adanya kehadiran teman-teman baru dari TSA yang dapat menjadi teman berkolaborasi, kiranya dapat menjadi sarana untuk menambah daftar prestasi pula. Tak lupa, aku pun akan mengikuti mentoring dengan kakak tingkat sebagai wadahku untuk berbagi pengalaman dan merefleksikannya.