Aku jadi menyadari bahwa ada tantangan internal dan eksternal yang sudah dan mungkin akan menghambat diriku ke depannya.
Untuk tantangan eksternal memang tidak bisa aku kontrol, tetapi aku bisa mengontrol tindakanku untuk menanggapinya. Dari situ, aku menjadi tahu bahwa tindakan yang kulakukan selama menghadapi tantangan tersebut ada yang sudah efektif dan tidak efektif. Dengan mengetahui efektif atau tidaknya apa yang telah kulakukan, aku jadi bisa mempertimbangkan hal baru yang dapat aku kembangkan agar aku dapat adaptif dan cepat dalam menghadapi tantangan, contohnya kendala ketika perangkat lunak penunjang tujuan yang ingin aku capai versinya semakin diperbaharui dan diperlengkap sehingga butuh memahami lagi penggunaannya, akudapat menambah wawasan dengan melihat perkembangan dari aplikasi dan tools yang digunakan (sebab mungkin kendala yang dialami itu terjadi karena aku belum mengetahui ada tools yang dapat membantu pekerjaan tersebut yang padahal tersedia di aplikasinya).
Tantangan internal tak kalah pentingnya dari tantangan eksternal. Aku memiliki daftar yang cukup banyak di limiting beliefs dan limiting habits. Tentu hal tersebut berdampak cukup besar bagiku. Namun, tindakanku dalam menghadapi tantangan tersebut pun ada yang efektif dan belum efektif sehingga aku harus mengeliminasinya, misalnya dengan memahami bahwa pemikiran negatif yang ada di kepalaku itu bisa menjadi "ceiling penghalang" bagiku untuk melakukan banyak hal sehingga aku harus menerobos "ceiling" itu.
Tantangan terbesar dalam melewati chapter ini, yaitu ketika aku sudah tahu dengan adanya salah satu limiting beliefs yang kutuliskan itu bisa menghambatku, lalu aku sudah mencoba menuliskan solusinya, tetapi cukup susah ketika menjalaninya. Namun, banyak pihak yang menolongku dalam melewati chapter ini, yaitu keluarga yang berada di rumah karena orang tua memberikan pengertian untuk lebih rileks menghadapi banyak hal. Lalu, ada Guardian Angel, yaitu Ka Sofi dengan penjelasan yang diberikan sehingga aku dapat memahami mengenai tantangan internal dan eksternal serta solusi menghadapinya. Selain itu, karena ada pertemuan sinkronus, kakak-kakak yang memberikan materi pun membantuku untuk memahami setiap materi yang ada.
Benang merah Tribe 1 Ki Hajar Dewantara Peduli