Aku menjadi menyadari bahwa aku memang memiliki ketertarikan di bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), salah satu mata kuliah yang kupelajari di Semester 3, karena aku banyak menghabiskan waktu tanpa merasa terbebani ketika melakukan kegiatan yang berhubungan dengan SIG. Lalu, aku merasa bahwa dengan memiliki kemampuan di bidang ini, aku akan menebar manfaat bagi masyarakat dengan karya-karya yang kubuat dengan kerja sama bersama pihak lain yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Aku senang ketika masalah yang terjadi di sekitar membuat aku memikirkan ide dan bagaimana cara menerapkan ide tersebut sesuai kebutuhan pengguna. Lalu, aku juga menjadi lebih tahu bahwa aku harus menambah wawasan dan pengalaman untuk merealisasikan ide yang kupikirkan agar tujuan dapat tercapai. Tugas wawancara pun aku jadikan kesempatan untuk mengenal lebih dalam mengenai bidang yang kuminati ini dan kontribusinya bagi orang lain hingga prospek pekerjaan terbaru di bidang ini. Setelah melakukan wawancara, aku menjadi tertarik mengenai pengolahan data yang dikaitkan dengan analisis spasial melalui aplikasi.
Proses pengerjaan tugas wawancara tidak berjalan sesuai harapan awal, tetapi setelah melewati beberapa kendala dapat sesuai dengan harapan yang selanjutnya. Walau begitu, ini adalah salah satu tugas terfavorit bagiku dan ternyata bagi teman-teman lain yang ada di tribe 1.
Ini dia penemuan menarikku selama proses wawancara bersama dosen dan profesional!
Everything happens somewhere, segala sesuatu yang terjadi itu terjadi di suatu lokasi, begitu ada lokasi maka kita dapat analisis, mencari apakah ada pola, dari pola apakah ada sesuatu yang dapat kita gunakan untuk membantu orang lain, contohnya ada berita kejahatan yang belum lama terjadi di Yogyakarta, tepatnya di Underpass Jakal tetapi ada kasus serupa juga di tempat lainnya, dapat dilakukan identifikasi lokasi kejahatan di wilayah kerja Polda
Adanya perkembangan pesat dari teknologi membuat kita harus dapat beradaptasi dengan keadaan yang ada, termasuk di bidang pekerjaan. Lalu, banyak perusahaan yang membutuhkan analisis data (proses pemodelan data untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat, menginformasikan kesimpulan dan mendukung pengambilan keputusan) termasuk data spasial, misalnya untuk mengetahui persebaran lokasi dari customer-nya.
Untuk saat ini aku merasa lebih menikmati pekerjaan yang dilakukan dengan perangkat lunak lalu mengolah data daripada terjun langsung ke lapangan. Aku senang mempelajari aplikasi baru dan memanfaatkan tools-tools yang tersedia untuk dimanfaatkan dalam pengolahan data serta merasa ada kepuasan ketika permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menghubungkan data yang dimiliki sehingga menjadi solusi.
4. Dari wawancara bersama profesional dan dosen, aku dapat mulai untuk belajar hal-hal yang nyatanya sangat bermanfaat untuk ke depannya, seperti kemampuan dalam pemrograman komputer, berkomunikasi yang baik, hingga berpikir kritis dengan cara mengikuti course yang terpercaya, aktif berdiskusi bersama orang lain, menghubungkan mata kuliah yang diambil dan manfaatnya untuk sekitar. Lalu, ketika membuat suatu keputusan juga perlu dipertimbangkan bagaimana dampaknya baik yang positif maupun negatif, apalagi jika berkaitan dengan orang banyak dalam pekerjaan. Perlu jelas ketika menyampaikan informasi ke pihak lain untuk meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman dalam pelaksanaan pekerjaan.
Kurangnya wawasanku mengenai kondisi lapangan yang terjadi saat mengaplikasikan ilmu Teknik Geodesi membuat aku belum memikirkan secara jauh dampak dari ideku hingga pihak yang mungkin tidak mendukung dan bagaimana solusinya apabila hal tersebut terjadi. Lalu, dalam pencarian narasumber menjadi tantangan bagiku karena narasumber akademik yang kurencanakan memiliki kesibukan lain sehingga aku perlu menunggu 1 bulan tetapi wawancara tetap tidak berhasil dilakukan. Begitu juga dengan yang profesional, aku telah menghubungi beberapa narasumber melalui LinkedIn tetapi ada yang tidak membalas. Selain itu, perlu penyesuaian jadwal juga antara kegiatan perkuliahanku dengan pekerjaan profesional serta akademisi.
Dalam melewati chapter ini aku ditolong oleh Ka Lianita yang selalu mengajak Tribe 1 berdiskusi setiap bulannya sehingga terdapat saran yang diberikan oleh Ka Lia agar persiapan wawancara dapat lebih baik. Lalu, aku juga ditolong oleh teman-teman Clan sebab kami juga menceritakan kendala kami masing-masing, termasuk aku, sehingga ada saran kembali mengenai apa yang telah kami lakukan.