Eksplorasi Konsep Modul 2.1
Eksplorasi Konsep Modul 2.1
Tujuan Pembelajaran Khusus:
CGP dapat menjelaskan apa konsekuensi dari keragaman murid-murid yang ada di kelas mereka.
CGP dapat menunjukkan pemahaman tentang yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi.
CGP dapat menjelaskan bagaimana cara mengetahui kebutuhan belajar murid.
Tugas Modul 2.1
Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1
CGP dapat membuat Rencana pembelajaran yang memuat pembelajaran berdiferensiasi.
Ruang Kolaborasi Modul 2.1
CGP dapat melakukan refleksi kolaboratif untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi.
Pembelajaran Diferensiasi merupakan Serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan murid. Menurut Tomlinson, 2000, “Pembelajaran Berdiferensiasi adalah Usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dengan kebutuhan belajar individu setiap murid. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi ini ditujukan agar kebutuhan belajar murid bisa terpenuhi berdasarkan kesiapan belajar, minat dan profil belajarnya.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan di kelas dengan cara sebagai berikut : 1) melakukan analisis terhadap kebutuhan belajar murid yang meliputi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar, 2) melakukan analisis penerapan dari 3 strategi pembelajaran diferensiasi yang disesuaikan dengan analisis kebutuhan belajar murid yang telaha dilakukan, 3) merancang pembelajaran sesuai dengan hasil analisis yang dilakukan, 4) mengimplementasikan rancangan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, 5) melakukan asessmen sesuai kebutuhan dan rancangan, dan 6) melakukan evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, serta menunjukkan sikap kreatif, percaya diri, mau mencoba dan berani mengambil resiko dalam menerapkan berbagai ide strategi pembelajaran berdiferensiasi.
Tujuan dilakukannya pembelajaran diferensiasi ini adalah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua siswa agar mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal, meskipun mereka memiliki kemampuan, minat, dan gaya belajar yang berbeda. Cara pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal antara lain :
a. Guru dapat mendiferensiasikan materi pembelajaran dengan cara menyajikan informasi dengan berbagai cara, yakni dalam bentuk teks, video, maupun aktivitas pengematan dan percobaan langsung.
b. Menawarkan berbagai tingkat kesulitan dalam menyelesaikan suatu permasalahan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki
c. Guru dapat menggunakan berbagai strategi pengajaran, seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, atau permainan edukatif. Metode yang bervariasi dapat membantu siswa dengan gaya belajar yang berbeda, apakah mereka lebih suka belajar secara visual, auditori, atau kinestetik.
d. Guru dapat memberikan pilihan terhadap menunjukkan cara pemahaman sesuai dengan minat belajar murid yang mana hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar murid.
e. Melalui penilaian formatif yang berkelanjutan, guru dapat memperoleh umpan balik mengenai kemajuan siswa dan menyesuaikan instruksi mereka sesuai dengan kebutuhan. Ini memungkinkan guru untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memberikan dukungan yang diperlukan sebelum penilaian akhir.
f. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dalam proses pembelajaran seperti area baca yang tenang atau ruang untuk kerja kelompok, dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa.
Menurut Ki Hajar Dewantara, Penddidikan adalah sebuah upaya untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak (kodrat alam dan kodrat zaman), agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi - tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Guru hanya dapat menuntun tumbuh atau hidunya kodrat kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat pada anak. Agar tujuan itu tercapai, maka pembelajaran yang dilakukan harus berpihak kepada murid. Dengan diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi ini akan mengakomodir kebutuhan belajar murid dengan berbagai keragaman murid sehingga akan mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Pembelajaran berdiferensiasi dan peran guru penggerak memiliki keterkaitan yang erat dalam konteks meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan pembelajaran murid yakni dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru dituntut untukselalu berinovasi dalam metode dan strategi pembelajaran, selain itu guru harus kreatif dalam merancang materi dan aktivitas yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan murid. Agar guru bisa selalu inovatif, maka guru juga harus memiliki nilai mandiri dalam mengembangkan dirinya maupun orang lain. Guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mana harus mampu memimpin pembelajaran agar bisa meningkatkan motivasi belajar murid.
Pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada penyesuaian materi ajar, metode pengajaran, dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan gaya belajar setiap siswa. Ini berarti guru harus mampu mengidentifikasi perbedaan individu di antara siswa dan menyesuaikan pendekatan pengajaran mereka agar setiap siswa dapat belajar secara efektif. Visi guru penggerak sering kali mencakup tujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Guru penggerak berkomitmen untuk melakukan inovasi dalam praktik pembelajaran agar semua siswa, terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka, dapat mencapai potensi penuh mereka.
Pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada kebutuhan belajar murid yang mana hal ini menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap setiap siswa dan meningkatkan kemungkinan mereka merasa dihargai dan dipahami. Budaya yang positif di sekolah menciptakan lingkungan di mana siswa merasa diterima, dihargai, dan didorong untuk berkembang. Ketika siswa merasa bahwa kebutuhan mereka dipenuhi dan bahwa mereka dianggap penting, kepercayaan diri mereka meningkat, dan mereka lebih termotivasi untuk belajar.
Winda Ratna Siswaningtyas, S.Pd., Gr.
CGP mengimplementasikan dan melakukan refleksi terhadap implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas.