Eksplorasi Konsep Modul 1.2
Eksplorasi Konsep Modul 1.2
Tujuan Pembelajaran Khusus :
CGP mengetahui hubungan antara emosi, cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, daya untuk memilih, motivasi intrinsik, dan struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai-nilai dalam diri seseorang
CGP menjelaskan makna Profil Pelajar Pancasila dalam transformasi pendidikan.
CGP menjelaskan makna nilai-nilai yang perlu dikembangkan guru penggerak.
CGP menjelaskan makna peran guru penggerak dalam transformasi pendidikan.
CGP mengetahui bahwa keteladanan dan sistem pembiasaan yang konsisten di suatu lingkungan mempengaruhi penumbuhan nilai-nilai dalam diri seseorang.
CGP mengelaborasi makna pemimpin pembelajaran di sekolahnya masing-masing.
Tugas Modul 1.2
Video ini menjelaskan tentang makna dari nilai - nilai dan peran guru penggerak
Video ini menjelaskan tentang nilai - nilai dan peran guru penggerak yang akan diterapkan
Pada modul 1.1 saya telah mempelajari tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang mana mengandung beberapa hal antara lain pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman agar terwujudnya manusia yang merdeka (manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri), pendidikan yang menuntun untuk menjadikan manusia seutuhnya sesuai dengan potensi yang ada dalam dirinya, serta pendidikan untuk membentuk karakter seseorang baik sebagai individu maupun sosial atau bermasyarakat. Untuk mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, pada modul 1.2 ini saya mempelajari tentang bagaimana cara untuk mewujudkan pendidikan tersebut. Cukup banyak pengalaman atau hal baru yang saya dapat ketika mempelari modul ini, serta membuka pandangan saya tentang bagaimana cara mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid termasuk hal – hal apa yang mempengaruhi dan bagaimana melakukannya.
Pada awalnya saya berpikir bahwa untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid dan memberikan pembelajaran yang menarik hanya bergantung pada teknik melaksanakan pembelajaran, namun ternyata banyak hal – hal mendasar yang perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum merencanakan dan melaksanakan pembelajaran tersebut, yakni :
1. Kita harus memahami cara kerja otak. Otak memiliki sistem kerja lambat dan cepat yang menandakan bahwa setiap manusia memiliki cara atau pola pikir yang berbeda – beda, ada yang lambat dan bahkan ada yang cepat. Oleh karena itu kita sebagai pendidik harus bisa mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan dari masing – masing murid, kemudian bisa memfasilitasinya sesuai dengan kemampuannya masing – masing.
2. Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar seperti kebutuhan bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, kekuasaan, kebebasan, dan kesenangan. Kebutuhan dasar manusia ini akan menentukan seseorang dalam berperilaku atau bersikap yang mana apabila kebutuhan ini terpenuhi maka akan memunculkan perilaku positif atau baik dalam dirinya, namun apabila kebutuhan dasar ini tidak diperoleh dengan baik maka akan memunculkan perilaku yang negatif atau perilaku yang menyimpang dengan norma yang ada.
3. Setiap manusia memiliki tahapan tumbuh kembang disetiap periode usinya baik secara fisiologis maupun emosional. Oleh karena itu kita sebagai seorang pendidik harus mempertimbangkan aspek fisiologis dan psikososial murid dalam melakukan pembelajaran pada periode usia yang sesuai. Tahapan yang sesuai akan mempengaruhi pengalaman dan perkembangan sosial dalam diri mereka, serta proses belajar yang dilakukannya.
Beberapa poin di atas harus kita gunakan sebagai dasar pertimbangan dalam merencanakan dan melakukan pembelajaran yang lebih efektif dan maksimal. Pembelajaran yang baik akan mewujudkan pendidikan yang menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat, sehingga bisa menumbuhkan manusia – manusia yang merdeka. Manusia yang merdeka adalah manusia yang tidak terperintah dan dapat menegakkan dirinya maupun orang lain. Untuk menjadi manusia yang merdeka harus memiliki kesadaran diri atau motivasi intrinsik dalam dirinya. Sebelum seorang guru mampu menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri murid, guru juga harus memiliki motivasi intrinsik itu dalam dirinya sendiri. Guru harus tergerak atau memiliki kesadaran dalam dirinya untuk mampu memahami nilai dan perannya sebagai guru. Ketika seorang guru telah tergerak, maka mereka harus bergerak dengan cara menerapkan nilai dan perannya dalam kegiatan rutinnya. Apabila seorang guru telah menerapkan nilai dan perannya dengan sesuai dan tepat, maka guru tersebut harus bisa menggerakkan orang lain atau berkolaborasi untuk bisa menerapkan nilai dan peran tersebut dalam lingkup yang lebih luas. Seorang guru yang telah memiliki nilai dan peran dalam dirinya diharapkan bisa mewujudkan murid dengan profil pelajar pancasila atau memiliki karakter pancasila.
Untuk mewujudkan murid yang memiliki karakter pancasila tidak akan mampu dilakukan sendirian, perlu adanya kolaborasi dari banyak pihak, yaitu stakholder sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan murid itu sendiri. Guru berkesempatan untuk mengembangkan lingkungan yang dapat mempengaruhi identitas murid agar berproses menumbuhkan nilai-nilai kebajikan. Oleh karena itu, guru harus terus mengembangkan diri menjadi teladan nilai-nilai kebajikan dan memanfaatkan ekosistem lingkungan sadar-bawah sadar, fisik-psikis, maupun ekstrinsik-intrinsik untuk menumbuhkan nilai-nilai kebajikan dengan konsisten melalui gotong-royong bersama segenap anggota komunitas di sekolahnya. Seorang guru juga harus memahami bahwa karakter yang nampak dari murid adalah buah dari perilaku yang dilakukan secara konsisten atau berulang - ulang. Perilaku ini lahir dari adanya pola pikir, kepercayaan, dan nilai – nilai yang ada di lingkungannya. Karakter yang terlihat masih 12% dari apa yang murid miliki, berarti masih ada 88% perilaku yang harus pendidik pahami agar bisa menemukan lebih banyak potensi yang ada dalam dirinya.
Setelah mempelajari modul ini saya memiliki perencanaan untuk melakukan pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak antara lain mengembangkan dan merancang pembelajaran yang berdiferensiasi (sesuai dengan potensi dan kebutuhan murid), memberikan kepercayaan kepada murid untuk mengembangkan potensinya dengan melakukan kegiatan - kegiatan positif sesuai minat dan bakatnya, memberikan perhatian atau pendekatan secara personal guna mendengarkan, memahami, dan merespons permasalahan yang dihadapinya, menggali informasi atau pengetahuan dengan mengikuti kegiatan pelatihan, workshop, seminar dan menerapkan pengetahuan yang saya peroleh guna meningkatkan kualitas pembelajaran maupun pendidikan, melakukan refleksi dengan murid setelah pembelajaran berlangsung, melakukan diskusi reflektif dengan teman sejawat maupun supervisor pembelajaran, melakukan evaluasi bersama dengan semua panitia di akhir kegiatan, bekerjasama dengan rekan guru mapel, praktisi, atau komunitas untuk melakukan peningkatan kualitas pembelajaran, mengajak orang tua untuk ikut berperan serta dalam melakukan pendampingan belajar maupun pendekatan secara sosial emosional, berkolaborasi dengan murid untuk membuat sebuah program kegiatan sekolah yang dapat memberikan kesempatan pada murid untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, serta bekerjasama dengan pimpinan dan rekan kerja lainnya untuk membuat kebijakan sekolah, menerapkan pembelajaran abad 21, memanfaatkan teknologi dan inovasi digital yang berkembang saat ini, dan melakukan pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi, karakter dan kebutuhan murid.
Winda Ratna Siswaningtyas, S.Pd., Gr.
CGP melakukan proses pengembangan diri untuk menguatkan nilai-nilai dan peran mereka sebagai Guru Penggerak