“Buat Apa Ada Guru? Mbah GoTub (Google dan Youtube) Juga Bisa!”
Mungkin kalimat ini sudah banyak didengar di kalangan siswa sekolah. Banyaknya kemudahan yang didapat siswa untuk mengakses media online seperti google, Youtube, jurnal online, website pendidikan online, dan lain sebagainya membuat siswa sangat dimudahkan juga untuk mendapatkan informasi. Tak hanya informasi terkait kejadian – kejadian yang terjadi disekitarnya, namun materi pembelajaran pun dapat dengan mudah mereka dapatkan. Dengan kekuatan sekali klik, mereka bisa mencari materi pembelajaran yang mereka inginkan. Tak perlu mencari di buku atau dengan membaca beberapa halaman yang belum tentu mereka dapat jawabannya, dengan menuliskan soal di google kemudian tinggal klik mereka sudah mendapatkan jawabannya. Alih – alih yang diberikan jawaban singkat atau jawaban akhir, namun penjelasan jawaban pun bisa mereka dapatkan dengan rinci dan tepat. Informasi dari pelosok dunia maupun jawaban dari pelajaran tersulit pun bisa didapatkan dengan mudah dengan bantuan Mbah GoTub (Google dan Youtube).
Perkembangan dunia peronlinean ini juga mempermudah guru dalam melakukan pembelajaran di kelas. Beberapa guru menganjurkan siswanya untuk mencari informasi atau materi pelajaran di google atau youtube. Cukup banyak video pembelajaran yang ada di youtube, yang mana guru hanya perlu memilih dan memutar video tersebut tanpa harus menjelaskan kepada siswa secara langsung (jika memang tidak diperlukan). Rangkuman materi pembelajaran pun bisa didapatkan lengkap beserta ilustrasi – ilustrasinya yang menarik. Selain itu, terkadang siswa merasa lebih memahami penjelasan dari google maupun youtube daripada penjelasan yang diberikan oleh guru di sekolah.
“Lantas buat apa ada guru? Kan tinggal cari di google atau youtube?
Hei Kids! Tahukah kamu kalau tugas guru itu tidak hanya memberikan materi pelajaran saja, namun ada beberapa tugas lainnya, yaitu
1. Guru sebagai pendidik
Sebagai seorang pendidik, guru hendaknya menjadi contoh untuk siswa – siswanya baik dalam bentuk sikap atau perilaku. Seorang guru harus memiliki perilaku tanggung jawab, disiplin, tertib, mandiri, wibawa dan sikap positif lainnya agar dijadikan contoh untuk siswanya. Sikap dan perilaku positif inilah yang akan mempengaruhi perkembangan siswa untuk ikut menjadi manusia yang lebih baik kedepannya. Kalau melalui google atau youtube pasti hanya akan diberikan secara teoritisnya saja, namun jika dipraktikkan langsung dengan guru akan terasa bentuk sikap atau perilakunya, serta dampak positif yang akan diterima.
2. Guru sebagai sumber belajar
Untuk menjadi seorang guru pastinya ada beberapa proses yang sudah dilalui. Sebelum menjadi seorang guru pastinya sudah dibekali kemampuan untuk menguasai materi pelajaran yang mereka fokuskan (matematika, IPA, IPS, dan lain – lain). Sehingga apabila ada permasalahan terhadap materi pelajaran, guru dapat dengan sigap membantu menyelesaikan permasalahan pada materi tersebut dengan menggunakan bahasa maupun ilustrasi yang mudah dimengerti oleh siswa sesuai jenjangnya. Terkadang penjelasan materi pembelajaran yang disajikan oleh google atau youtube tidak disesuaikan dengan usia siswa, sehingga siswa bingung untuk memahaminya.
3. Guru sebagai pembimbing
Tidak hanya materi pelajaran yang harus dikuasai oleh guru, melainkan juga kemampuan dalam membimbing siswa. Guru bertugas untuk membimbing siswa dalam mengenali dan menemukan bakat dan potensinya, membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam masalah belajar, pribadi, maupun sosial. Hal ini pastinya akan sulit dilakukan oleh siswa jikalau hanya berdasar browsing di google atau youtube. GoTub tidak bisa mengidentifikasi kriteria, kemampuan, dan apa yang dirasakan oleh siswa, namun dengan adanya kedekatan antara guru dan siswa akan memudahkan mengidentifikasi siswa tersebut dan menyesuaikan dengan penyelesaian yang tepat.
4. Guru sebagai penasehat
Penasehat tidak hanya ada di kalangan hukum maupun perusahaan, namun di sekolah pun juga ada guru sebagai penasehat. Para siswa pasti akan dihadapkan oleh beberapa hal dalam kehidupannya, baik di lingkup keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, pastinya akan ada proses dan keputusan yang harus dibuat. Pada proses penyelesaian masalah ini, guru dapat membimbing dan memberikan nasihat atau arahan kepada siswa tersebut agar permasalahannya dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Guru yang baik akan menjadi orang kepercayaan dan dibutuhkan nasihatnya oleh siswa yang membutuhkan.
5. Guru sebagai motivator
Setiap guru akan menjadi motivator untuk siswanya. Guru akan mendorong siswa untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan belajarnya. Motivasi belajar yang tinggi akan memudahkan siswa dalam melalui proses belajarnya, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih maksimal.
Masih banyak tugas guru lainnya yang tidak bisa dijelaskan satu per satu. Guru adalah orang tua bagi siswanya. Orang tua tidak bisa digantikan dengan Google maupun Youtube. Kasih sayang dan perhatian tidak akan didapatkan jika dalam bentuk tulisan maupun video saja, namun juga harus bisa dirasakan. Perasaan atau perilaku yang diberikan guru akan menumbuhkan perasaan atau oerilaku positif pada siswa. Hal terbaik yang diberikan oleh guru akan memberikan hal terbaik untuk siswanya.
Winda Ratna Siswaningtyas, S.Pd., Gr.
“Astaghfirullah... astaghfirullah... astaghfirullah... sudah jam 6 lebih” mata oneng melotot kaget melihat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.15. Oneng terlena karena lagi tanggal merah jadi nggak sholat, tidurnya ngepot kayak kereta cepat tanpa jeda.
Tiba – tiba badannya kaku, kepalanya pening, bingung mau ngapain duluan. Hari ini ada ujian, jam 06.30 harus sudah ada di sekolah, sedangkan perjalanan menuju sekolahnya lebih dari setengah jam, belum lagi mandi, ganti baju, sarapan, dan pesen ojol yang belum tentu datengnya cepet.
Sat set sat set tanpa ruwet, langsung jadi power ranger berseragam lengkap, tanpa mandi hanya cuci muka untuk menghilangkan kerak – kerak yang ada di mata dan sarapan aroma nasi goreng tetangga sebelah, Oneng langsung telfon Pak Uring yang bisa jadi Ojol (online maupun offline) sesuai permintaan konsumen. Hanya memerlukan tiga kali tarik nafas, Pak Uring sudah datang di depan rumah. Kedua kaki Oneng langsung lompat ke sepeda mengalahkan lompatan dari Javier Sotomayor sang atlet lompat tinggi dunia.
Bergaya bagai Valentino Rossi, Pak Uring membungkukan dadanya dan langsung nge gas sampai ban depan sepedanya mencuat lebih tinggi dari ban belakangnya. Suara gas sepedanya sampai meengagetkan kucing dan anjing tetangga Oneng yang sedang menikmati indahnya cuaca pagi ini.
Masih berjalan 5 menit pada gundukan polisi tidur yang pertama, sepeda Pak Uring tiba – tiba tidak bernafas. Berkali – kali di starter dan di kayuh tidak menunjukkan tanda – tanda kehidupan itu datang. Pikiran Oneng sudah spaneng, nafasnya sudah 1 2, dan keringat bercucuran di seluruh badan memikirkan ketinggalan ujian dan mendapatkan sanksi dari guru tatib sekolah.
Sejenak Oneng menoleh ke belakang, kemudian terlihat cahaya kebahagiaan dan keluar sebuah kendaraan penyelamat dari tengah cahaya tersebut. Muncullah angkot berwarna biru muda dengan sedikit ruang kosong di dalamnya. Sebenarnya hanya ada 3 orang dalam angkot tersebut, namun angkot terasa penuh karena ada beberapa hewan peliharaan seperti ayam, bebek, dan kambing yang ikut menjadi penumpang. Sepertinya penumpang ini dari pasar hewan. Tanpa ragu dan berpikir panjang Oneng memberhentikan angkot tersebut. Inilah satu – satunya harapan Oneng agar bisa segera berangkat ke sekolah.
Mulai menapakkan kakinya di tangga angkot, sudah tercium aroma natural dari para penumpang selain 3 orang tadi. Hanya ada secuil tempat duduk kosong di pinggiran angkot yang bisa ditempati, itu pun serasa berebut dengan kambing yang bergerak ke depan dan ke belakang yang bingung mau keluar dari angkot. Tapi hati Oneng mulai lega ketika angkot itu mulai bergerak maju.
Masih 50 meter angkot berjalan, hati Oneng mulai berdebar – debar, maksud hati ingin cepat sampai di sekolah tapi kecepatan angkot tidak lebih dari 20 km/jam. Di sepanjang perjalanan sudah ada puluhan sepeda kayuh yang menyalip angkot tersebut. Dalam hati Oneng menggerutu “lebih baik capek berlari daripada duduk diam di dalam angkot ini”. Hati Oneng pun mulai pasrah, paginya terasa kelam dan melelahkan.
Sesekali Oneng bertatapan mata dengan kambing disampingnya. Serasa ingin mencurahkan semua isi hati dan pikirannya yang tak bisa diluapkan dalam kata – kata. Hanya tatapan yang penuh pilu yang bisa dikeluarkan Oneng, tapi tatapan itu tidak bisa dibalas oleh kambing yang memang tidak mengerti apa – apa.
Sambil merasakan tiupan angin sepoi – sepoi dari pintu angkot, dia mulai menarik nafas untuk menenangkan hati dan dipikirannya. Entah apa yang akan terjadi ketika dia sudah tiba di sekolah. Apakah akan menjadi buronan guru tatib? Dicercah dengan baerbagai pertanyaan? Tidak bisa ikut ujian? Pengurangan nilai atau poin? Entahlah!!!
Dari jarak 10 meter mulai terlihat gerbang sekolah yang menjulang tinggi dan panjang berwarna hitam. Namun gerbang tersebut tertutup rapat tanpa adanya celah sedikit pun. Pikirannya pun mulai tak karuan, ingin hati menangis tapi takut matanya mbendol ketika bertemu teman – temannya nanti.
Angkot mulai berhenti, kemudian Oneng bergegas turun dan menyerahkan beberapa lembar uang dua ribuan kepada sopir angkot. Bersamaan dengan ucapan terimakasih yang dilontarkan Oneng, angkot itu pun langsung pergi melanjutkan perjalanan. Terlihat dari kaca belakang tatapan dari kambing yang menemani perjalanannya tadi seolah – olah mengucapkan selamat tinggal dan tetap semangat untuk Oneng.
Seperti tidak biasanya, satpam sekolah yang selalu berjaga di luar gerbang tak terlihat batang hidungnya. Clingakkk... Clingukkk...Oneng hanya melihat ke arah kanan dan kiri dengan harapan ada yang membukakan gerbangnya. Namun tanpa pikir panjang dia berusaha untuk membuka gerbangnya sendiri. Meski membukanya sangat alot dan membutuhkan kekuatan ekstra, Oneng mengerahkan seluruh kekuatan jiwa dan raganya untuk menarik gerbang tersebut.
Greeeeeekkkkkkkkkk.... suara pintu gerbang yang mulai terbuka sedikit demi sedikit. Suasana mulai terlihat aneh, tidak ada tanda – tanda pergerakan orang di dalam sekolah. Tidak ada guru atau siswa penegak disiplin sekolah yang biasanya terlihat sliweran di area gerbang masuk sekolah. Lapangan pun terlihat usang dan banyak dedaunan kering berserakan dimana – mana.
“Apakah Oneng masuk di dunia horror????” Pikir Oneng dalam hati
Tiba – tiba dari speaker sekolah terdengan bunyi yang tidak asing. Tettt tettt tweettttt.... Tettt tettt tweettttt.... Tettt tettt tweettttt....suara itu lama kelamaan terdengar semakin keras, bertambah keras, semakin keras, hingga akhirnya...
Oneng membuka mata dan terkaget ternyata dia masih ada di atas kasur dengan memeluk boneka kambing dan berselimut bulu tebal yang bergambar ayam dan bebek. Suara alarmnya berbunyi tiada henti Tettt tettt tweettttt.... Tettt tettt tweettttt.... Tettt tettt tweettttt.... Jarum jamnya menunjukkan pukul 04.30. Fyuhhhhhhh... alhamdulillah... Oneng bernafas lega. Ternyata, hati yang was – was dan tidak tenang untuk menghadapi hari esok membuat Oneng jatuh ke dalam mimpi yang memilukan.
~Tamat~
Winda Ratna Siswaningtyas, S.Pd., Gr.