Refleksi Awal
Bapak/Ibu sebelum memulai kegiatan mari kita bersama-sama mencermati beberapa hal berikut ini :
Mengapa ada orang yang lebih cendrung untuk mengikuti Suara PPTnya ?
Mengapa banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka selalu punya “pilihan” selain dari Suara PPT ?
Mengapa Suara PPT terkesan lebih “dominan” dari Suara PPB?
Aktivitas Pelatihan
Minta beberapa orang peserta untuk menceritakan pengalaman mereka pada saat berhadapan dengan berbagai tantangan, hambatan dan kesulitan.
Selanjutnya minta mereka menjelaskan tentang tindakan apa yang mereka lakukan untuk mengatasi berbagai kendala itu.
Lalu siapakan Kertas Kerja dalam bentuk Tabel seperti di link berikut ini.
P
4. Isi kolom kejadian berdasarkan cerita dari pengalaman beberapa peserta di awal kegiatan lalu isi juga tindakan yang telah mereka lakukan untuk mengatasinya di kolom yang sesuai yaitu Kolom Suara PPT (bilamana tindakan yang mereka lakukan lebih berorientasi pada PPT) atau Kolom Suara PPB (bilamana tindakan itu berorientasi pada PPB).
5. Selanjutnya fokus pada Kolom Suara PPT yang terisi dan diskusikan dalam kelompok tentang bagaimana mengubah Suara PPT itu menjadi Suara PPB.
6. Minta setiap kelompok untuk memaparkan Suara PPB yang mereka susun sebagai pengganti Suara PPT di kolom yang terisi.
Refleksi Akhir
Setelah melakukan aktivitas pelatihan ini, mari kita melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan berikut,
Dari 4 tahap untuk berubah dari PPT menjadi PBB, langkah mana yang paling penting?
Suara PPT dan Suara PPB akan selalu ada dalam diri seseorang, bagaimana cara yang bisa dilakukan agar kita bisa “lebih sering” mengikuti Suara PPB dari pada mengikuti Suara PPT?
Bagaimana rencana tindak lanjut untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan Suara PPB agar dapat menekan munculnya Suara PPT bila terjadi sebuah peristiwa?