KOLEKSI MODUL 1.2
KOLEKSI MODUL 1.2
1.2.a.5.2 Hasil Rukol Presentasi
1.2.a.6 Demonstrasi Kontekstual
1.2.a.7. Elaborasi Pertanyaan
1.2.a.8. Koneksi Antar Materi
1.2.a.3 Mulai Dari Diri - Blog Post
Trapesium Usia
Tugas 1 : Refleksi
Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?
Peristiwa positif: Pada usia 11 tahun tepatnya pada kelas 5 SD, saya diberi amanah oleh sekolah untuk mengikuti lomba menggambar pada tingkat kecamatan, yaitu kecamatan Kertosono, karena memang dari kecil atau belum sekolah saya senang menggambar, terutama gambar benda sekitar. Kemudian saya dikabarkan menang mendapat juara 1, yang kemudian diikutkan lomba lukis pada tingkat kabupaten Nganjuk. Sebelum pelaksanaan lomba saya mendapat pelatihan kurang lebih seminggu oleh pak Cuk warga desa Nglawak, tetangga dari guru kelas saya yaitu bu Titik. Setiap hari saya diantar jemput dari rumah saya di Tembarak menuju rumah pak Cuk. Walaupun hasilnya tidak mendapatkan juara namun sangat berkesan pada hidup saya.
Peristiwa negatif:
Pada usia 14 tahun atau tepatnya pada kelas 2 SMP, saya mengalami penurunan kinerja dalam belajar, saya sering mengikuti sepak bola antar kelas, jarang mengerjakan tugas, dan itu mengakibatkan peringkat prestasi nilai raport turun drastis, dimana sebelumnya saya masih bertahan di peringkat 2 kemudian turun menjadi peringkat 4 ke-2. Dari situ saya merasa kecewa terhadap diri sendiri dan malu karena kebetulan wali kelasnya, yaitu bu Neti adalah orang yang dikenal oleh orang tua saya. Saat itu orang tua saya bekerja pada beliau untuk membangun rumah beliau.
Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?
Yang terlibat dalam peristiwa positif yaitu orang tua, bu Titik guru kelas 5, pak Cuk tukang desain, dan teman-teman.
Yang terlibat dalam peristiwa negatif yaitu teman-teman main sepak bola SMP, wali kelas saat kelas 2 SMP
Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang? (silakan gunakan roda emosi Plutchik di Gambar 2 untuk mengidentifikasi persisnya perasaan Bapak/Ibu di masa itu)
Dampak emosi dari peristiwa positif: Senang dan bangga sudah pernah menang lomba menggambar di tingkat kecamatan dan sampai ikut lomba tingkat kabupaten walaupun di tingkat kabupaten tidak menang.
Dampak emosi dari peristiwa negatif: sedih karena menjadi catatan kurang baik dalam mempertahankan prestasi
Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat mempengaruhi diri saya di masa sekarang?
Karena momen penting itu akan membekas pada diri kita, dan bisa mempengaruhi perubahan hidup untuk berikutnya.
Peristiwa positif: setelah peristiwa tersebut saya semakin mengasah kemampuan menggambar, menjadi melukis, mengecat, dan di tingkat SMP saya 2 kali menjadi juara lomba melukis dan di SMK saya mendapat juara lomba motif batik tingkat kabupaten Nganjuk, hingga sekarang masih suka desain dan corat-coret.
Peristiwa negatif: setelah peristiwa tersebut saya merasa kecewa dan malu, dan selanjutnya saya memperbaiki diri, mempertahankan prestasi, dan dapat saya rasakan ketika naik di kelas 3 saya kembali peringkat 2 dan saya mendapat nilai tertinggi pada ujian nasional di SMP saya dan tetap konsisten sampai SMK masih tertinggi.
Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?
Pelajaran yang saya dapatkan yaitu peristiwa penting atau unik akan selalu membekas pada ingatan dan akan mempengaruhi kehidupan di masa depan. Jika itu pengalaman positif akan membawa semangat untuk dapat dicontoh atau sebagai tauladan, namun jika itu pengalaman negatif maka bisa sebagai peringatan untuk generasi berikutnya agar tidak ditiru oleh peserta didik.
Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata, “guru”, “murid”, “belajar”, “makna”,”peran”?
Peran seorang guru sangat penting dalam proses belajar murid dan akan menjadi suatu makna tersendiri di masa depan.
Tugas 2 : Nilai dan Peran Guru Penggerak Menurut Saya
Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Mandiri: sebagai guru penggerak diharapkan mampu mendorong dirinya sendiri untuk melakukan perubahan, memulai sesuatu, berinisiatif melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan peningkatan pendidikan. Guru penggerak juga mengembangkan dirinya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapabilitasnya.
Kolaboratif: guru penggerak mampu bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti murid, rekan guru, dan komunitas sekolah lainnya dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.
Inovatif: guru penggerak mampu menemukan ide, gagasan baru, tepat guna dalam menghadapi situasi tertentu untuk mengatasi suatu masalah. Guru penggerak memiliki sifat keterbukaan dalam menerima ide, pendapat, gagasan yang bisa dijadikan solusi dari suatu masalah.
Berpusat pada murid: guru mampu memberikan segala daya dan upayanya untuk peningkatan kemampuan murid dalam proses belajar agar tercapai tujuan pembelajaran. Guru memberi ruang pada murid, menciptakan suasana yang nyaman dalam mengembangkan potensi murid untuk masa depannya.
Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Peran dalam menggerakkan murid: guru menggerakkan murid dengan memberi contoh, menuntun, dan memberikan dorongan dalam peningkatan kemandirian dan membentuk karakter kepemimpinan murid baik di sekolah maupun di masyarakat.
Peran dalam menggerakkan rekan guru: guru menggerakkan rekan guru dengan berkolaborasi berbagai hal di kegiatan sekolah terutama yang berpusat pada peningkatan kualitas pendidikan murid. Guru bekerjasama dengan pemangku kepentingan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Peran dalam komunitas sekolah: guru penggerak berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Komunitas yang bisa diikuti yaitu seperti MGMP, KKG, atau komunitas lainnya yang bertujuan untuk memajukan pendidikan sekolah.