Program Pendidikan dan Pelatihan
"where research and practices merge"
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
COMMUNITY SERVICES
Mahasiswa BKI UIN Imam Bonjol Padang Dibekali Kompetensi Spiritual Care Klinis Berbasis SKKNI
Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan pelatihan praktis bertajuk "Sertifikasi Kompetensi Spiritual & Mental Wellbeing Counselors bagi Mahasiswa BKI". Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Kampus UIN IB Sungai Bangek, Kota Padang ini, menghadirkan narasumber utama Adzanil Prima Septy, Ph.D., seorang Instruktur Master dan Asesor Kompetensi. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk mengupas tuntas integrasi layanan psikospiritual di institusi kesehatan, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori konseling Islam, melainkan juga mampu menyusun program pelatihan terstruktur serta memformulasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) konseling yang valid untuk diaplikasikan di lingkungan rumah sakit.
Selama dua hari intensif, para mahasiswa digembleng untuk menguasai tiga ruang lingkup kompetensi utama yang berbasis pada SKKNI Bimbingan dan Penyuluhan Rohani Islam dengan pendekatan Mental-Spiritual Wellbeing. Cakupan tersebut meliputi penerapan standardisasi sertifikasi melalui pemetaan kompetensi konselor, penyusunan program pelatihan, serta penyusunan SOP pelayanan mental klinis yang seluruhnya mengacu pada standar kompetensi resmi nasional. Selain itu, mahasiswa dilatih menguasai teknik pengkajian distres spiritual pasien (Spiritual Assessment), eksekusi intervensi psikospiritual klinis seperti bimbingan ibadah darurat (rukhsah) dan terapi sufistik, hingga keterampilan komunikasi multikultural serta pemahaman etika medis. Melalui simulasi kasus klinis dan praktik penyusunan SOP yang ketat, mereka dipersiapkan menjadi konselor yang cekatan, empatik, dan profesional saat menangani pasien yang mengalami krisis eksistensial.
Ketua Prodi BKI UIN Imam Bonjol, Bapak Nazirman, M.Ag., yang juga merupakan Master Trainer pada Training Softskill NAF Education Center, dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetensi yang tersertifikasi secara resmi merupakan kunci utama bagi lulusan untuk memenangkan persaingan di dunia kerja. Beliau menyampaikan bahwa kepemilikan ijazah saja tidak lagi cukup di era profesional saat ini; mahasiswa harus memiliki pengakuan keahlian yang terstandardisasi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP RI), agar kualifikasinya diakui secara legal oleh industri kesehatan modern. Dengan bekal keahlian yang tersertifikasi ini, lulusan BKI diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi pendamping doa, melainkan mitra strategis tenaga medis (dokter dan perawat) yang siap terserap di berbagai rumah sakit umum, rumah sakit berbasis Islam, fasilitas pelayanan paliatif, hingga lembaga rehabilitasi sosial dan mental di seluruh Indonesia.
Asdospram Indonesia Gelar Diskusi Online Manajemen Risiko dan K3 dalam Kegiatan Kepramukaan
Asosiasi Dosen Pendidikan Kepramukaan Indonesia (Asdospram Indonesia) sukses menyelenggarakan diskusi online yang menyoroti pentingnya Manajemen Risiko (Safe from Harm) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Adzanil Prima Septy, Kritiono Tripriadi, dan Nugroho Kuncoro Yudho, yang secara komprehensif mengupas berbagai isu penanganan risiko di lingkungan pramuka. Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa aktivitas kepramukaan—mulai dari penjelajahan alam hingga perkemahan besar—selalu bersinggungan erat dengan berbagai ketidakpastian, sehingga penguasaan pengetahuan dan keterampilan manajemen risiko menjadi hal yang sangat krusial.
Lebih dari sekadar pemenuhan prosedur administratif, manajemen risiko diposisikan sebagai instrumen perlindungan utama bagi peserta didik agar setiap aktivitas edukatif dapat berjalan maksimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Forum ini juga mengingatkan bahwa tanpa pemahaman yang mumpuni dari para pembina dan penyelenggara, potensi bahaya fisik maupun psikis dapat mengancam keberlangsungan pembinaan karakter yang menjadi esensi dari Gerakan Pramuka. Melalui edukasi ini, Asdospram Indonesia berharap dapat mendorong standardisasi K3 yang lebih ketat di lapangan, demi menciptakan ruang kegiatan kepramukaan yang aman, nyaman, dan tetap menantang bagi generasi muda.
Sinergi Kurikulum Masa Kini: Adzanil Prima Septy Bedah Urgensi OBE dan CBT di SMPN 38 Padang
SMPN 38 Kota Padang sukses menggelar diskusi mendalam mengenai Outcome-Based Education (OBE) dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada Kamis (30/4). Menggandeng pakar kurikulum sekaligus Ketua Umum Asdospram Indonesia, Adzanil Prima Septy, Ph.D. sebagai narasumber utama, acara ini dirangkaikan dengan prosesi penyerahan sertifikat kompetensi BNSP RI kepada sejumlah guru dan instruktur yang telah resmi diakui keahliannya secara nasional.
Sebagai pembicara kunci, Adzanil Prima Septy, Ph.D. menekankan bahwa integrasi OBE dan Competency-Based Training (CBT) merupakan strategi mutlak dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Di era modern, standarisasi kompetensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan legal yang diatur oleh undang-undang.
"Kurikulum masa kini, baik di jalur pendidikan formal maupun non-formal, harus berorientasi pada hasil nyata dan kompetensi yang terukur. Hal ini krusial agar para lulusan memiliki kesiapan penuh untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri, dunia kewirausahaan, serta akselerasi teknologi," ujar Adzanil di hadapan peserta.
Penerapan OBE/CBT menjadi jembatan penting yang menghubungkan dua ranah pendidikan:
Pendidikan Formal: Menjamin proses pembelajaran di sekolah menghasilkan capaian kompetensi akademis dan karakter yang jelas, terstandar, dan sesuai kebutuhan zaman.
Pendidikan Non-Formal: Memberikan pengakuan legal terhadap keahlian praktis yang berbasis kecakapan nyata (skill-based), sehingga instruktur dan peserta didik memiliki daya saing tinggi.
Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Padang, pengawas Dinas Pendidikan, unsur Pemerintah Kota Padang, serta Kepala SMPN 38 Padang, Agus Rindo, S.Pd. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan birokrasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan lain untuk masif memfasilitasi sertifikasi profesi pendidik demi mencetak generasi emas berstandar global.
Penyusunan program pelatihan berbasis kurikulum OBE dan standar kompetensi kerja nasional
Batusangkar 27 Desember 2025. Sebagai puncak dari rangkaian perkuliahan Pendidikan Kepramukaan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan kegiatan lapangan yang terintegrasi dengan Ujian Akhir Semester (UAS). Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai evaluasi akademik, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran autentik yang menekankan pada praktik nyata kegiatan kepramukaan dimana para mahasiswa sebagai calon guru mengembangan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola ekskul kepramukaan di sekolah/madrasah kelak. Perkuliahan ini diampu oleh Adzanil Prima Septy PhD, yang secara konsisten mengarahkan pembelajaran berbasis kompetensi dan pengalaman lapangan sesuai dengan standar kompetensi nasional.
Melalui perkuliahan ini, mahasiswa dilatih dan diuji untuk mengembangkan kompetensi sebagai instruktur muda yang profesional, adaptif, dan berkarakter. Seluruh rangkaian aktivitas dirancang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga mahasiswa tidak hanya dinilai dari penguasaan teori, tetapi juga dari kemampuan merencanakan, melaksanakan, memimpin, serta mengevaluasi kegiatan pelatihan untuk kepramukaan secara sistematis. Kegiatan lapangan dan UAS ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik dan pelatih kepramukaan yang kompeten, sekaligus menjadi bekal strategis dalam menghadapi kebutuhan dunia pendidikan dan kepelatihan berbasis standar nasional serta dunia usaha (edupreneuer).
Studi Banding dan Student Mobility Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta ke UIIM Malaysia Perkuat Daya Saing Global
pengelolaan kurikulum berbasis OBE dan penjaminan mutu internal
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta melaksanakan kegiatan studi banding dan student mobility ke Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM) pada 27–30 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan standar nasional dan internasional. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Adzanil Prima Septy, Ph.D., serta dirangkai dengan diskusi akademik, pertukaran pengalaman pembelajaran, dan penandatanganan kerja sama (MoU) yang mencakup bidang akademik, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bung Hatta memperoleh wawasan dan praktik terbaik terkait pengelolaan kurikulum berbasis OBE, penjaminan mutu internal, serta penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada akreditasi dan rekognisi global. Sebagai refleksi, kegiatan studi banding dan mobilitas internasional ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan di masa depan, tidak hanya sebagai sarana pembelajaran lintas budaya, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat internasionalisasi program studi, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperluas jejaring kerja sama akademik yang berdampak nyata.
Universitas Bung Hatta, Mitra Strategis PPG Daljab & Prajab
Penyegaran Dosen Penguji dan Guru Pamong PPG tahun 2025
Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) dan Prajabatan (Prajab) merupakan program strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk melahirkan guru profesional bersertifikat. PPG Daljab ditujukan bagi guru aktif yang belum memiliki sertifikat pendidik, sementara PPG Prajab diperuntukkan bagi fresh graduate yang berminat menjadi guru. Kedua jalur ini memastikan tenaga pendidik di Indonesia memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai kebutuhan abad 21.
Sejak tahun 2023, Universitas Bung Hatta telah terlibat aktif dalam penyelenggaraan PPG, setelah sebelumnya berperan melalui program PLPG sejak tahun 2007. Keterlibatan ini menegaskan komitmen universitas untuk mencetak guru berkualitas di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SLTA. Salah satu dosennya, Adzanil Prima Septy PhD, bahkan dipercaya sebagai pengajar dan penguji dalam program sertifikasi guru, memperkuat kontribusi universitas dalam peningkatan kompetensi pendidik nasional.
Melalui PPG, pemerintah bersama perguruan tinggi berharap tercipta tenaga pendidik yang kompeten, diakui secara nasional, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan. Sertifikat pendidik bukan hanya syarat formal, tetapi juga pengakuan atas profesionalisme guru sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi emas Indonesia.
Universitas Bung Hatta Bekali Mahasiswa KKN 2025 sebagai Instruktur Kepramukaan di Sumatera Barat dan Malaysia
Padang, 29 Juni 2025 – Universitas Bung Hatta menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 yang akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Sumatera Barat dan Malaysia dalam program KKN Internasional. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai instruktur atau fasilitator kepramukaan di tengah masyarakat. Pembekalan iini diberikan oleh narasumber Adzanil Prima Septy PhD dosen Pendidikan Kepramukaan yang juga Ketua Asdsorpam Indonesia.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya dalam aspek teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga dalam penguasaan materi kepramukaan yang mengacu standar nasional, strategi fasilitasi kegiatan pendidikan karakter, serta pendekatan kolaboratif dengan komunitas lokal. Program ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bung Hatta dalam mencetak lulusan yang berjiwa pemimpin, adaptif, dan mampu berkontribusi secara nyata baik di tingkat nasional maupun internasional dengan moto siap kerja menjadi pengusaha.
Seminar Nasional dan Jumpa Gembira Ikatan Purna Karang Pamitran Nasional (IPKPN)
Dalam Seminar Nasional IPKPN 2025 yang digelar di Palangkaraya (27-29 Juni 2025), para pemangku kepentingan menyoroti pentingnya transformasi pelatihan kepramukaan agar lebih relevan dan terstandar menghadapi tantangan zaman. Seminar ini membahas strategi pengembangan pelatihan kepramukaan berbasis kompetensi vokasi melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran yang terukur dan sistematis, serta berpedoman pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Narasumber utama, Adzanil Prima Septy, Ph.D., dosen ahli di bidang kurikulum dari Universitas Bung Hatta, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IPKPN dan Ketua Asdospram Indonesia, menekankan pentingnya integrasi unit-unit kompetensi seperti kepemimpinan, kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, dan manajemen kegiatan dalam kurikulum pelatihan kepramukaan. Fokus utama diskusi mencakup pemetaan kompetensi, perancangan kurikulum dan modul pelatihan, strategi implementasi dan asesmen, hingga mekanisme kolaborasi dengan kwartir, lembaga pelatihan, dunia industri, serta asosiasi profesi. Ditekankan pula pentingnya sistem sertifikasi nasional yang memberi pengakuan formal terhadap kompetensi lulusan pelatihan kepramukaan, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam karakter dan kepemimpinan, tetapi juga kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Materi paparan disini, publikasi jurnal disini
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Sosial Media dalam Kegiatan Madrasah Padang
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Sosial Media dalam Kegiatan Madrasah di lingkungan Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad Pendidikan Guru Agama Islam Kota Padang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan pembelajaran dan manajemen madrasah. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan praktis dalam menggunakan platform digital, aplikasi edukatif, serta strategi pengelolaan media sosial secara efektif untuk mendukung transparansi, komunikasi, dan publikasi kegiatan madrasah. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital madrasah menuju lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Pengelolaan Pembelajaran Berbantuan Kecerdasan Buatan di SMK Nusatama Padang
Pengelolaan Pembelajaran Berbantuan Kecerdasan Buatan di SMK Nusatama Padang merupakan inovasi pendidikan yang mengintegrasikan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar. Melalui pemanfaatan platform digital cerdas, guru dapat menganalisis kebutuhan belajar siswa secara individual, menyusun materi adaptif, serta memberikan umpan balik yang cepat dan personal. Inisiatif ini mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan berbasis data, serta membekali siswa dengan keterampilan abad 21 yang relevan dengan dunia kerja.
Luaran kegiatan ini dapat diakses pada jurnal disini