Pendidikan Anti Korupsi Memang di butuhkan di setiap Lingkungan sekolah , dengan memberikan arahan tentang pentingnya pendidikan anti korupsi di sekolah kepada para siswa , menjadikan siswa tahu dan sadar apa saja tindakan- tindakan korupsi di sekolah sebagai acuan bagi siswa agar terus di siplin . Pada lingkungan sekolah banyak ditemukan praktek kasus korupsi misalnya menyontek, membolos, terlambat datang ke sekolah serta pelanggaran peraturan lainnya. Hal kecil tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat menjadi bibit budaya korupsi. Tujuan pendidikan antikorupsi, tidak lain untuk membangun karakter jujur agar anak tidak melakukan korupsi. Anak-anak juga dapat menjadi promotor pemberantas korupsi. Karena itu, sejak usia dini generasi muda perlu ditanamkan mental antikorupsi serta nilai-nilai yang baik. Dengan adanya Pendidikan Anti Korupsi ini Kami SMPN SATAP TERPADU 1 GUNUNGHEJO siap melaksanakan Pendidikan Anti Korupsi ini dengan sebaik- baiknya .
Dalam kurikulum 2013, Pramuka merupakan ekstrakulikuler wajib yang harus diikuti oleh semua siswa. Kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Pramuka ini dilaksanakan di SMPN Satu Atap Terpadu 1 Gunung Hejo dengan persetujuan pihak sekolah dan orang tua siswa. Kegiatan ini merupakan program yang bertujuan untuk menumbuhkan sembilan pilar karakter anti korupsi yang sejalan dengan dasa dharma pramuka. Maka dari itu, penanaman nilai antikorupsi dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan di luar pembelajaran misalnya dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini.
Seperti yang telah kita ketahui, pramuka mengajarkan kepemimpinan, keberanian, kedisiplinan, kemandirian, kejujuran dan tanggung jawab. Hal-hal tersebut dapat menyumbuhkan karakter dan nilai-nilai anti korupsi dalam diri siswa. Baris-berbaris mengajarkan kedisiplinan. Kegiatan halang rintang mengajarkan keberanian. Selain itu pembuatan tenda menumbuhkan kemandirian dan gotong royong, serta banyak kegiatan pramuka lain yang memberikan makna atau nilai pendidikan anti korupsi.
Pramuka merupakan kegiatan menyenangkan yang bisa membuat siswa menumbuhkan karakter dasar yang baik sambil bermain dengan gembira. Dengan kondisi lingkungan sekolah yang strategis dengan alam yang hijau dan asri, kegiatan Persami di SMPN Satu Atap Terpadu 1 Gunung Hejo selalu berjalan dengan baik. Dalam kegiatan evaluasi diakhir kegiatan perkemahan, siswa selalu memberikan feedback yang baik di jurnal kegiatan individu mereka.
Dewasa ini Indonesia tengah dihadapkan pada posisi dilematis seputar permasalahan moral yang tidak kunjung sirna, yaitu korupsi. Korupsi merupakan penyelewengan terhadap wewenang publik yang timbul karena kurangnya kontrol terhadap kekuasaan yang dimiliki dan terbukanya kesempatan untuk menyelewengkan kekuasaan tersebut. Hal ini perlu diatasi secara tepat sebagai wujud kesadaran kita sebagai masyarakat yang masih rindu akan kemakmuran bangsa. Lembaga pendidikan menjadi salah satu wahana strategis dalam rangka menyuarakan kebaikan serta membekali generasi muda yang bebas korupsi.
Mengingat semakin beratnya tugas KPK yang saat ini sedang ada pada zona terpuruk dan besarnya akibat yang disebabkan oleh kasus korupsi tersebut, maka diperlukan suatu sistem yang mampu menyadarkan semua elemen bangsa untuk sama-sama bergerak memberantas korupsi yang juga harus didukung penuh oleh semua pihak dalam jajaran pemerintah. Cara yang paling efektif adalah melalui media pendidikan. Diperlukan sebuah sistem pendidikan antikorupsi yang berisi tentang sosialisasi bentuk-bentuk korupsi, cara pencegahan dan pelaporan serta pengawasan terhadap tindak pidana korupsi. Pendidikan seperti ini harus ditanamkan secara terpadu mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.
Pendidikan antikorupsi ini sangat penting bagi perkembangan psikologis siswa. Pola pendidikan yang sistematik akan mampu membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi temasuk sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Dengan begitu, akan tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi dan tahu akan sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi. Sehingga, masyarakat akan mengawasi setiap tindak korupsi yang terjadi dan secara bersama memberikan sanksi moral bagi koruptor.
Pendidikan antikorupsi merupakan tindakan untuk mengendalikan dan mengurangi korupsi berupa keseluruhan upaya untuk mendorong generasi mendatang untuk mengembangkan sikap menolak secara tegas terhadap setiap bentuk korupsi. Mentalitas antikorupsi ini akan terwujud jika kita secara sadar membina kemampuan generasi mendatang untuk mampu mengidentifkasi berbagai kelemahan dari sistem nilai yang mereka warisi dan memperbaharui sistem nilai warisan dengan situasi-situasi yang baru.
Pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan lebih efektif, karena pendidikan merupakan proses perubahan sikap mental yang terjadi pada diri seseorang, dan melalui jalur ini lebih tersistem serta mudah terukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi. Perubahan dari sikap membiarkan dan memaafkan para koruptor ke sikap menolak secara tegas tindakan korupsi, tidak pernah terjadi jika kita tidak secara sadar membina kemampuan generasi mendatang untuk memperbaharui sistem nilai yang diwarisi untuk menolak korupsi sesuai dengan tuntutan yang muncul dalam setiap tahap pernjalanan bangsa kita.
Model penyelenggaraan pendidikan antikorupsi bisa diterapkan dengan tiga cara yaitu Model Terintegrasi dalam Mata Pelajaran, Model di Luar Pembelajaran melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler, dan Model Pembudayaan atau Pembiasaan Nilai dalam seluruh aktivitas kehidupan siswa. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan baru dalam menyemaikan kebaikan melalui lembaga pendidikan. Perlu komitmen kuat dan langkah konkrit dalam menanamkan nilai kejujuran pada diri setiap generasi muda agar terbentuk pribadi mulia, jujur serta bertanggung jawab dengan segala yang diamanahkan kepada mereka. Dengan demikian, sekolah memiliki tugas besar dalam merealisasikan hal itu. Semua dapat berjalan sesuai harapan apabila ada peran nyata dari pihak sekolah, dukungan pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikaln antikorupsi ini adalah membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi sehingga tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan mengerti sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi, serta menciptakan generasi muda bermoral baik serta membangun karakter teladan agar generasi muda tidak melakukan korupsi sejak dini.
credit:https://dindik.jatimprov.go.id/pak//blog/3/pendidikan-anti-korupsi-sejak-dini
Keberhasilan penanaman nilai-nilai antikorupsi dipengaruhi cara penyampaian dan pendekatan pembelajaran yang dipergunakan. Untuk tidak menambah beban siswa yang sudah cukup berat, perlu dipikirkan secara matang bagaimana model dan pendekatan yang akan dipilih. Ada tiga model penyelenggaraan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi yang dapat dilakukan di sekolah, yaitu:
A. Kegiatan Ekstrakurikuler
1. Pendidikan ekstrakurikuler khusus
Penanaman nilai antikorupsi dapat ditanamkan melalui kegiatan-kegiatan di luar pembelajaran misalnya dalam kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan insidental. Penanaman nilai dengan model ini lebih mengutamakan pengolahan dan penanaman nilai melalui suatu kegiatan untuk dibahas dan dikupas nilai-nilai hidupnya. Model ini dapat dilaksanakan oleh guru sekolah yang bersangkutan yang mendapat tugas tersebut atau dipercayakan pada lembaga di luar sekolah untuk melaksanakannya, misalnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
a. Materi
Materi yang harus disampaikan sebagai berikut:
Nomor
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Materi
Disiplin
Jujur
Tanggung Jawab
Sederhana
Kerja Keras
Mandiri
Berani
Adil
Peduli
Indikator
Peserta didik dapat:
1. Memahami manfaat disiplin
2. Mengidentifikasi karakter disiplin
3. Melakukan control diri terhadap tidakan disiplin
4. Memahami dampak perilaku tidak berdisiplin
Peserta didik dapat:
5. Memahami manfaat berbuat jujur
6. Mengidentifikasi karakter jujur
7. Melakukan control diri terhadap tidakan kejujurannya
8. Memahami dampak perilaku tidak jujur
Peserta didik dapat:
9. Memahami manfaat bertanggung jawab
10. Mengidentifikasi karakter tanggung jawab
11. Melakukan control diri terhadap tanggung jawab yang dilakukan
12. Memahami dampak perilaku tidak bertanggung jawab
Peserta didik dapat:
13. Memahami manfaat hidup sederhana
14. Mengidentifikasi karakter kesederhanaan
15. Melakukan control diri terhadap kesederhanaan yang dilakukan
17. Memahami dampak perilaku tidak berdisiplin
Peserta didik dapat:
18. Memahami manfaat bekerja keras
19. Mengidentifikasi karakter kerja keras
20. Melakukan control diri terhadap tidakan kerja keras
21. Memahami dampak perilaku tidak bekerja keras
Peserta didik dapat:
22. Memahami manfaat mandiri
23. Mengidentifikasi karakter mandiri
24. Melakukan control diri terhadap tidakan mandiri
25. Memahami dampak perilaku tidak mandiri
Peserta didik dapat:
26. Memahami manfaat berbuat berani
27. Mengidentifikasi karakter Tindakan berani
28. Melakukan Tindakan berani sesuai dengan situasi dan kondisinya
29. Memahami dampak perilaku tidak berani sesuai dengan situasi dan kondisinya
Peserta didik dapat:
30. Memahami manfaat adil
31. Mengidentifikasi karakter berbuat adil
32. Melakukan control diri terhadap tidakan adil yang dilakukan
33. Memahami dampak perilaku tidak adil
Peserta didik dapat:
34. Memahami manfaat peduli
35. Mengidentifikasi karakter peduli
36. Melakukan control diri terhadap tidakan peduli yang dilakukan
37. Memahami dampak perilaku tidak berdisiplin
b. Metode
Metode penyampaian materi Pendidikan antikorupsi melalui kegiatan ekstrakurikuler khusus ini menggunakan prinsip “belajar sambil bermain”. Teknik penyampaian dapat melalui:
a. Kolaborasi, kegiatan diskusi dari pengamatan fakta
b. Bermain peran
c. Debat
d. Dan lain-lain
2. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pramuka
Disain Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan dalam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan Kepramukaan.
Dengan demikian terjadi proses saling interaktif dan saling menguatkan (mutually interactive and reinforcing). Secara programatik, Ektrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan diorganisasikan dalam model blok, model aktualisasi, dan model regular di gugus depan. Apapun model yang dilaksanakan, Pendidikan antikorupsi sangat strategis ditanamkan dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Hal ini sesuai dengan prinsip kepramukaan yang menggunakan trisatya dan dasadarma sebagai ruhnya.
Identifikasi sikap antikorupsi dapat ditanamkan melalui:
No Kegiatan Prioritas Sikap yang ditanamkan
1 Berbaris Disiplin
Beas perelek adalah bentuk gotong royong masyarakat yang berlatar budaya Sunda dalam rangka mengatasi kesulitan pangan yang dialami warga desanya. Hal ini merupakan tradisi tolong-menolong khas urang Sunda tak terkecuali Purwakarta. Giat beas perelek ini dihidupkan kembali oleh Bapak Bupati Purwakarta terdahulu yaitu Bapak Dedi Mulyadi. Tidak hanya digalakkan di masyarakat, kegiatan beas perelek ini juga diterapkan di sekolah.
Pembiasaan pengumpulan beas perelek di sekolah diharapkan membuat siswa dapat menumbuhkan sifat dermawan dan tolong menolong. Di SMPN Satu Atap Terpadu 1 Gunung Hejo, siswa mengumpulkan beras seiklasnya setiap hari kamis. Beras tersebut kemudian dikumpulkan dan ditampung oleh OSIS dan guru untuk kemudian dibagikan kembali kepada siswa yang kurang mampu dan masyarakat sekitar sekolah.
Giat beas perelek ini selain dilakukan sebagai solusi mengatasi ketersediaan pangan, juga dilakukan untuk menumbuhkan salah satu pilar pendidikan karakter anti korupsi pada siswa. Salah satu pilar karakter tersebut adalah dermawan dan tolong menolong. Siswa dilatih untuk membantu sesama teman yang kurang mampu serta membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.