MEYAKINI QADA' DAN QADAR MELAHIRKAN SEMANGAT BEKERJA
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا
"Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat."
(Q.S al-Furqan: 2)
3.4 Memahami makna iman kepada Qada' dan Qadar.
4.4 Berperilaku yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Qada' dan Qadar Allah Swt.
PERTEMUAN PERTAMA
Masih ingatkah kisah Nabi Musa a.s. yang memegang teguh kepercayaannya kepada Allah Swt. sewaktu dirinya dihadapkan oleh hamparan laut dengan gelombangnya yang dahsyat, sementara Fir’aun dan bala tentaranya mengejarnya, hendak membunuhnya dan pengikutnya? Namun, Musa a.s. berkata: “Tidak akan! Sungguh Allah Swt. besertaku. Allah Swt. pasti memberi petunjuk kepadaku”. Mahasuci Allah! Dengan mantap Nabi Musa a.s. beserta pengikutnya berjalan di tengah lautan dan diselamatkan oleh Allah Swt.
Demikian pula kisah Nabi Nuh a.s. Allah Swt. memberi kabar bahwa tidak ada lagi kaumnya yang beriman, kecuali mereka yang memang telah beriman. Suatu ketika Nabi Nuh a.s. diperintahkan untuk membuat perahu. Di tengah gurun pasir yang tandus. Nabi Nuh a.s membuatnya bertahun-tahun. Mulai dari menanam pohon, hingga menebangnya. Ia membuat perahu besar di tanah yang kering kerontang. Allah Swt. menyuruhnya membuat perahu? Hal itu untuk membuktikan keimanannya yang kuat kepada Allah Swt. Seandainya kalian berada di posisi Nabi Nuh a.s. mungkinkah keyakinan kalian terhadap Allah Swt. akan tetap tegar?
Bayangkan! Kapal di tengah gurun yang tandus!
Jika kisah Nabi Nuh a.s. ini dianalogikan dengan keadaan sekarang, maka kalianlah yang menjadi bahteranya.
Jangan pernah berpikir bahwa semua ini tidak lebih dari sekedar impian kosong. Gurun pasir pada saat Nabi Nuh a.s tak ada bedanya dengan kondisi saat ini. Karena yakin, akhirnya mereka membuat kapal dan menaikinya bersama umat
yang meyakininya. Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Allah Swt. tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S.ar-Ra’ad/13:11)
Luangkan waktu 10-15 menit untuk membaca dan memahami materi (halaman 24-34) tentang :
Defini atau Pengertian Qada' dan Qadar.
Dalil mengimani Qada' dan Qadar.
Macam-macam takdir.
Ikhtiar, Do'a, dan Tawakkal
Hikmah beriman kepada Qada' dan Qadar.
Setelah memahami materi tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini,
Jelaskan perbedaan antara Qada' dan Qadar! Serta berikan contoh!
Jelaskan dengan bahasamu sendiri, apa itu takdir Mu'allaq dan takdir Mubram. Berikan contoh!
Nb :
Jawaban ditulis di buku, kemudian difoto dan dikirim melalui link di bawah ini.
Ketika mengirim tugas, ada pertanyaan Jenis Tugas, silahkan dipilih : "LITERASI 2"
Setelah mengirim tugas, pastikan tugas kalian sudah terkirim. Untuk melihat tugas kalian sudah terkirim atau belum, silahkan klik link REKAP PENILAIAN di bawah ini!
Qada' dan Qadar atau takdir berasal dari bahasa Arab. Qada' secara bahasa berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Qada' secara istilah, yaitu ketetapan Allah yang tercatat di Lauh al-Mahfudz sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh makhluk atau alam semesta.
Adapun Qadar atau takdir secara bahasa berarti ketetapan yang telah terjadi atau keputusan yang diwujudkan. Qadar atau takdir secara istilah adalah ketetapan atau keputusan Allah yang memiliki sifat Maha Kuasa (Qadir) atas segala ciptaan-Nya, baik berupa takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Ciptaan Allah adakalanya terwujud setelah melalui proses alam atau mengikuti hukum sebab akibat, yakni disebut al-Khalqu, seperti wujudnya anak karena adanya orang tua dan wujudnya harta benda karena hasil usaha manusia. Adakalanya ciptaan Allah terwujud seketika tanpa proses, yakni disebut al-amru (kun fa yakun/jadilah, maka jadi), seperti wujudnya Nabi Isa tanpa adanya bapak. Wujudnya mukjizat Nabi Isa menghidupkan orang yang telah meninggal dunia karena sudah menjadi perintah Allah swt. Hal ini sebagaimana firman Allah swt. :
Artinya; "Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. al-A'raf/7: 54)
Dengan kata lain, Qadar dan takdir merupakan perwujudan atau realisasi dari Qada. Hubungan antara Qada' dan Qadar sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Qada' adalah ketetapan yang masih bersifat rencana dan ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian nyata itu bernama Qadar atau takdir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menggunakan kata-kata takdir, padahal yang dimaksud adalah Qada' dan Qadar.
Takdir terbagi menjadi dua, yaitu:
Takdir Mubram
Takdir mubram adalah takdir atau ketetapan Allah yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun. Contoh-contoh takdir mubram:
Setiap makhluk pasti akan mengalami kematian
Manusia pasti mempunyai akal, pikiran, dan perasaan.
Di alam semesta ini setiap benda bergerak menurut sunnatullah.
Takdir Muallaq
Takdir Muallaq adalah takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. Setiap hamba diberi peluang atau kesempatan oleh Allah swt. untuk berusaha mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik.
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mau mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (Q.S. Ar-Ra'd/13: 11)
Risalah Jabariah dan Qadariah adalah dua contoh aliran teologi Islam yang berbeda pendapat dalam menyikapi Qada' dan Qadar. Jabariah berpandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas dalam hidupnya dan segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah swt. semata. Pandangan ini cenderung membuat hidup sudah ditentukan oleh Allah swt. Sebaliknya qadariah berpandangan bahwa Allah memberikan kebebasan pada manusia untuk menentukan jalan hidupnya. Oleh karena itu, apa pun yang diperbuat oleh manusia adalah berkat usaha dan kemampuannya sendiri serta tidak ada lagi campur tangan Allah swt. di dalamnya. Dengan demikian, manusia mempertanggung jawabkan segala perbuatannya kepada Allah di akhirat. Pemahaman seperti ini cenderung membuat seseorang bersikap aktif dan optimistis dalam menjalani kehidupannya.
PERTEMUAN KEDUA
SIMAK DENGAN SEKSAMA PENJELASAN DARI ULAMA' TENTANG QADA' DAN QADAR
Setelah menyimak penjelasan tentang Qada' dan Qadar oleh Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, jawablah pertanyaan di bawah ini!
Berikan penjelasan tentang perbedaan dari ikhtiar, do'a, dan tawakkal.!
Perlukah kita dalam melakukan ikhtiar dan do'a?
Kalian tentu pernah menemui atau mendengar bahwa ada seseorang yang memiliki alat kelamin laki-laki tetapi berperilaku seperti perempuan. Kemudian, orang tersebut menjalani operasi ganti kelamin. Bagaimana pendapatmu tentang usaha atau ikhtiar orang tersebut untuk ganti kelamin jika ditinjau dari sudut pandang keimanan kepada takdir Allah swt.?
Nb:
Jawaban ditulis di buku tulis, kemudian di foto dan dikirim melalui link "KIRIM JAWABAN" di bawah ini.
Ketika mengirim tugas, ada pertanyaan Jenis Tugas, silahkan dipilih : "TUGAS 2"
Setelah mengirim tugas, pastikan tugas kalian sudah terkirim. Untuk melihat tugas kalian sudah terkirim atau belum, silahkan klik link REKAP PENILAIAN di bawah ini!
PERTEMUAN KETIGA
Ketetapan Allah swt. di zaman azali disebut Qada'. Kenyataan bahwa saat terjadinya sesuatu yang menimpa makhluk Allah swt. disebut Qadar atau takdir. Dengan kata lain bahwa Qadar adalah perwujudan dari Qada'.
Antara Qada' dan Qadar saling berkaitan. Qada' adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah swt. sejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah swt. Jadi, hubungan antara Qada' dan Qadar ibarat rencana dan perbuatan. Perbuatan Allah swt. berupa Qadar-Nya sesuai dengan ketentuan-Nya.
Iman kepada Qada' dan Qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah swt. telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya.
Beriman kepada Qada' dan Qadar merupakan salah satu rukun iman. Seorang muslim tidak sempurna dan sah imannya kecuali beriman kepada Qada' dan Qadar Allah swt.
Takdir Allah swt. merupakan iradah (kehendak) Allah swt. Oleh sebab itu, takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.
Orang yang beriman dengan sebenar-benarnya kepada Qada' dan Qadar akan senantiasa menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus adsa, memiliki sifat optimis, giat bekerja, dan selalu tenang jiwanya.
Nasib manusia telah ditentukan Allah swt. sejak sebelum manusia dilahirkan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha atau ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.
Dengan beriman kepada Qada' dan Qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat
Setelah kita belajar bersama-sama tentang Berani hidup jujur. Sekarang waktunya kalian untuk mengukur pengetahuan kalian.
Silahkan mengerjakan Ulangan Harian Bab 2 melalui link di bawah ini.
Nb:
Hanya boleh mengerjakan satu kali saja.
Jika dua kali mengerjakan atau lebih dari dua kali, maka nilai yang diambil adalah hasil pengerjaan yang pertama.