MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA UNTUK MELINDUNGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA
Membaca Al-Qur'an dengan tartil serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan zina.
Menghafal Al-Qur'an dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur'an serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan zina.
Menganalisis ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang larangan pergaulan bebas dan zina.
Menyajikan konten dan paparan tentang larangan pergaulan bebas dan zina.
Alkisah, pada suatu ketika Rasulullah saw. didatangi seorang pemuda yang hendak berzina. Lantas pemuda itu berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Nabi, izinkan aku berzina". Mendengar hal tersebut, orang-orang yang sedang berkumpul di sekitar Rasul, mencela pemuda itu sambil berkata "cukup, cukup"!
Kemudian Rasul berkata, "suruhlah dia mendekat".
Lalu pemuda itu pun mendekat, kemudian duduk dekat sekali di hadapan Rasul. Setelah itu Rasul berkata, "apakah kamu suka jika perzinaan itu terjadi kepada ibumu?"
Pemuda itu menjawab, "tidak demi Allah swt. yaa Nabi." Kemudian Rasul menjawab, "demikian juga orang lain, mereka tidak akan suka jika perzinaan itu terjadi pada ibu mereka."
Kemudian Rasul melanjutkan, "apakah kamu suka, jika perzinaan itu terjadi pada anak perempuanmu?" Pemuda itu menjawab, "tidak, demi Allah swt.". Kemudian Rasul mengatakan, "demikian juga orang lain, mereka tidak sudi jika perzinaan terjadi pada putri-putri mereka."
Rasul bertanya kembali, "apakah kamu suka, jika perzinaan terjadi pada saudara perempuanmu?" Pemuda itu kembali menjawab, "tidak, demi Allah swt." Rasul pun melanjutkan, "demikian juga orang lain, mereka tidak suka jika perzinaan itu terjadi kepada saudara-saudara perempuan mereka."
Rasul melanjutkan pertanyaan kembali, "apakah kamu suka, jika perzinaan itu terjadi kepada bibi dari pihak ayahmu?" Pemuda itu menjawab, "demi Allah swt., tidak ya Nabi." Kemudian Rasul berkata, "demikian juga orang lain, mereka tidak suka jika perzinaan itu terjadi kepada bibi mereka."
Akhirnya Rasulullah saw. meletakkan tangannya di tubuh pemuda tersebut, kemudian berdoa "Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya." Dan setelah peristiwa tersebut, pemuda itu tidak lagi terpikir untuk melakukan perbuatan zina dan tumbuh menjadi pemuda yang jujur, bertanggung jawab dan takut bermaksiat kepada Allah swt. (H.R. Ahmad, No. 22211)
Q.S. al-Isra'/17: 32
وَلَاتَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً، وَسَآءَ سَبِيْلًا (٣٢)
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
Q.S. an-Nur/24: 2
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةُ جَلْدَةٍ وَّلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ، وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ (٢)
"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman."
Bacalah atau hafalkanlah Q.S. an-Nur/24: 2
PERBUATAN ZINA
Pengertian Perbuatan Zina
Zina secara bahasa berasal dari kata zana - yazni, yaitu hubungan badan antara laki-laki dan perempuan yang sudah baligh, tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah sesuai dengan tuntunan agama islam.
Zina secara harfiah berarti fahisah yaitu perbuatan keji, dan zina secara istilah adalah hubungan selayaknya suami istri yang dilakukan oleh seorang perempuan dan laki-laki yang tidak terikat dalam hubungan pernikahan, baik itu dilakukan oleh salah satu atau keduanya yang sudah menikah, atau pun belum menikah sama sekali.
Hukum Perbuatan Zina
Para ulama telah bersepakat, bahwa hukum perbuatan zina adalah haram. Dalam Q.S. al-Isra'/17: 32, terkandung larangan untuk tidak mendekati perbuatan zina. Kata "jangan mendekati" seperti ayat tersebut, merupakan larangan mendekati sesuatu yang dapat merangsang jiwa dan nafsu untuk melakukannya.
Dengan demikian, larangan mendekati zina mengandung peringatan agar tidak terjerumus dalam sesuatu yang berpotensi mengantarkan kepada langkah untuk melakukannya. Sebagaimana sebuah perumpamaan, barangsiapa yang berada di sekeliling suatu jurang, ia dikhawatirkan akan terjerembab ke dalamnya. Demikian juga dengan mendekati perbuatan zina, dikhawatirkan akan membawa seseorang benar-benar melakukannya.
Hukuman bagi Pelaku Perzinaan
PERGAULAN BEBAS
Definisi Pergaulan Bebas
Dari segi bahasa, pergaulan adalah proses bergaul, sedangkan bebas adalah lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu dan terbatasi sehingga boleh bergerak, berbicara, berbuat dan sebagainya secara leluasa). Dapat diartikan bahwa pergaulan bebas adalah tindakan atau sikap yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tidak terkontrol dan dibatasi oleh aturan-aturan dan norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam praktik kehidupan sehari-hari, pergaulan bebas identik dengan perilaku yang dapat merusak tatanan nilai dalam masyarakat. Kartono, seorang ilmuwan sosiologi, menjelaskan bahwa pergaulan bebas merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial, sehingga mengakibatkan perilaku yang menyimpang.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pergaulan bebas adalah interaksi individu atau kelompok yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat sehingga menyebabkan rusaknya citra pribadi ataupun lingkungan dimana peristiwa itu terjadi.
Bentuk Pergaulan Bebas
Contoh bentuk pergaulan bebas yang terjadi di sekitar kita, yaitu praktik seks bebas/perbuatan zina. Seks bebas adalah perilaku keji yang dilarang agama Islam. Perbuatan seks bebas akan menjauhkan pelakunya dari jalan yang benar karena perbuatan ini akan berakibat merendahkan harkat dan martabat pelakunya di hadapan Allah Swt. dan di hadapan manusia. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang umat Islam untuk mendekati perbuatan zina, mengingat perbuatan ini dapat mendatangkan mudarat yang besar dalam kehidupan manusia.
Dalam pandangan Islam, Q.S. an-Nur/24: 2 mengandung penjelasan yang bersifat pasti. Karenanya, zina merupakan perbuatan kriminal (jarimah) yang dikategorikan hukuman hudud, yakni suatu jenis hukuman atas perbuatan maksiat yang menjadi hak Allah Swt. Tidak ada seorang pun yang berhak memaafkan kemaksiatan zina tersebut, baik oleh penguasa atau pihak yang berkaitan dengannya. Berdasarkan Q.S. an-Nur/24: 2, pelaku perzinaan, baik laki-laki maupun perempuan harus dihukum dera (dicambuk) sebanyak 100 kali. Namun, jika pelaku perzinaan itu sudah muḥșan (pernah menikah), sebagaimana ketentuan hadis Rasulullah Saw. maka diterapkan hukuman rajam, apabila kesalahan perbuatan zinanya terbukti sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh agama.
Dalam eksekusinya pun, pihak yang berwenang diperintahkan untuk dapat berlaku tegas, dan dilarang berbelas kasihan yang dapat menjadikan gagal dalam pelaksanaan hukuman terhadap mereka. Hal ini dimaksudkan agar ketegasan pelaksanaan hukuman tersebut menjadi pelajaran dan ibrah bagi orang lain untuk tidak menirunya, karena ancaman hukumannya demikian nyata.
Terhadap ancaman hukuman yang begitu berat yang disebutkan dalam Q.S. an-Nur/24: 2, yaitu ancaman hukuman dera sebanyak 100 (seratus kali) tersebut, maka proses penetapan hukuman dan vonis bersalah atas perbuatan zina pun sangat sulit, bahkan hampir-hampir mustahil terpenuhi, kecuali atas pengakuan yang bersangkutan, dan itu pun dengan syarat-syarat yang cukup ketat sebagaimana yang dibahas sebelumnya.
Dalam konteks ini yang memiliki hak untuk menerapkan hukuman tersebut hanyalah khalifah (kepala negara) atau orang-orang yang ditugasi olehnya. Ketentuan ini berlaku bagi wilayah yang menerapkan syari’at Islam sebagai hukum positif dalam suatu negara.
Sebelum memutuskan hukuman bagi pelaku zina, maka ada empat hal yang dapat dijadikan sebagai bukti, yaitu (1) saksi, (2) sumpah, (3) pengakuan, dan (4) dokumen atau bukti tulisan. Dalam kasus perzinaan, pembuktian perzinaan ada dua, yakni saksi (yang berjumlah empat orang) dan pengakuan pelaku.
Setelah mempelajari lebih dalam lagi tentang Perbuatan Zina dan Pergaulan Bebas, cari dan tulislah!
Asbabun Nuzul Q.S. an-Nur/24: 2
Tafsir dari Q.S. an-Nur/24: 2
Nb:
Jawaban ditulis di buku tulis, kemudian di foto dan dikirim melalui link "KIRIM JAWABAN" di bawah ini.
Ketika mengirim tugas, ada pertanyaan Jenis Tugas, silahkan dipilih : "TUGAS 6"
Setelah mengirim tugas, pastikan tugas kalian sudah terkirim. Untuk melihat tugas kalian sudah terkirim atau belum, silahkan klik link REKAP PENILAIAN di bawah ini!
Setelah kita belajar bersama-sama tentang Menjauhi pergaulan bebas dan zina, sekarang waktunya kalian untuk mengukur pengetahuan kalian.
Silahkan mengerjakan Ulangan Harian Bab 6 melalui link di bawah ini.
Nb:
Hanya boleh mengerjakan satu kali saja.
Jika dua kali mengerjakan atau lebih dari dua kali, maka nilai yang diambil adalah hasil pengerjaan yang pertama.