Mengapa damai dimulai dari diri sendiri?

Jika kita mau jujur, segala tindakan kejahatan dan kebencian terhadap apapun itu terjadi karena faktor ketidakmampuan manusia mengendalikan dirinya sendiri, tidak mampu mengendalikan sumbernya yaitu hawa nafsu.

Kebencian atas nama apapun hanya bisa terkisis habis manakala manusia memperkuat sikap cinta, kasih sayang, dan welas asih, sikap damai dan bersedia hidup saling mengenal dan menghargai, membuka diri untuk hidup berdampingan tanpa melihat segala perbedaan agama, suku, ras dan golongan. Dan untuk menebar kedamaian itu titik tolaknya harus dimulai dari diri sendiri.

Prinsip Ini yang diyakini kuat oleh Mr. Javier Perez de Cuellar, mantan Sekjend PBB dimana beliau mengatakan bahwa “Kedamaian harus dimulai dalam hati setiap kita. Melalui refleksi yang tenang dan serius mengenai arti kedamaian, cara-cara baru dan kreatif dapat ditemukan untuk mengembangkan pengertian, persahabatan, dan kerja sama di antara orang-orang”.

Kedamaian itu erat kaitannya dengan rasa mencintai. Menurut Nelson Mandela, seorang tokoh perdamaian dunia asal Afrika yang berkeyakinan bahwa setiap orang lebih mudah diajarkan cinta kasih, daripada diajarkan hidup saling membenci, beliau berkata "Tidak ada orang yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Orang harus belajar untuk membenci. Dan jika mereka dapat belajar untuk membenci, maka mereka juga bisa belajar untuk mencintai karena cinta datang lebih alami ke hati manusia daripada kebalikannya". Dan di mata tokoh antikekerasan dunia asal India Mahatma Gandhi, gerakan antikekerasan itu harus dimulai dari dalam diri kita sendiri.

Sumber: https://kumparan.com/ibn-ghifarie/damai-dimulai-dari-diri-sendiri-1wcd8qTLlvQ/full