Kuliner
Culinary
Culinary
Food Street 33 Kampung Bali Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Food Street 33 di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, merupakan salah satu destinasi kuliner yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Terletak di Jalan Taman Kebon Sirih 1 No.3-4, kawasan ini menawarkan berbagai pilihan makanan yang menggugah selera bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar daerah.
Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner lokal, Food Street 33 berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Area ini dilengkapi fasilitas meja dan kursi sehingga pembeli dapat menikmati hidangan dengan nyaman tanpa kerepotan. Suasana yang nyaman dan beragamnya pilihan makanan membuat tempat ini menjadi alternatif favorit bagi warga Jakarta yang ingin menikmati hidangan lezat di pusat kota.
Keberadaan Food Street 33 juga turut berkontribusi pada perekonomian lokal dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan mendukung usaha kecil menengah di bidang kuliner. Tempat ini menjadi bagian dari dinamika sosial dan ekonomi Kampung Bali sekaligus sarana pelestarian budaya kuliner lokal di tengah perkembangan kota besar.
Martabak Manis Tiga Bersaudara, Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Martabak Manis Tiga Saudara merupakan usaha kuliner yang berdiri di Jalan Kampung Bali, Gg. 13, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Usaha ini mulai beroperasi pada 25 September 2019 dan didirikan dengan tujuan menyediakan martabak manis berkualitas serta menu kuliner lainnya yang mudah dijangkau masyarakat setempat. Keberadaan usaha ini menjadi bagian dari perkembangan kuliner lokal di kawasan Kampung Bali.
Sejak awal, Martabak Manis Tiga Saudara dikenal dengan produk unggulannya, termasuk martabak manis dengan berbagai isian seperti cokelat, susu, pandan, dan wijen. Menu lainnya seperti martabak kombinasi dan martabak spesial juga menjadi favorit warga. Usaha ini menonjol karena menjaga kualitas bahan baku dan rasa khas yang disukai masyarakat, sehingga cepat mendapatkan pelanggan tetap.
Seiring waktu, Martabak Manis Tiga Saudara memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pelanggan melalui layanan pesan antar. Keberadaan usaha ini tidak hanya menyediakan sajian kuliner lezat tetapi juga ikut melestarikan martabak sebagai bagian dari warisan kuliner tradisional di Jakarta. Usaha ini menjadi contoh bagaimana kuliner lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika kota besar.
Restoran Kapitan Lim, Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Restoran Kapitan Lim terletak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan H. Fachrudin No.82A, Kampung Bali. Bangunan yang digunakan sebelumnya merupakan sebuah vihara yang dipugar dan dialihfungsikan menjadi restoran pada Desember 2019. Restoran ini dikenal dengan sebutan "Rumah Merah" karena dominasi warna merah pada eksterior bangunannya, yang mencolok di tengah keramaian Pasar Tanah Abang.
Nama "Kapitan Lim" diambil dari tokoh sejarah Tionghoa di Batavia, yakni Kapitan Lim Lak Tjo (Kim Lacco), yang dikenal sebagai pemimpin dan pengusaha sukses di bidang gula pada abad ke-17. Meskipun pemilik restoran bukan keturunan Tionghoa, konsep dan tema restoran mengusung nuansa Tionghoa kuno, dengan interior yang kental akan budaya peranakan.
Restoran ini menawarkan berbagai menu khas Tionghoa halal, seperti kwetiau Pontianak, mie penang, dan kopi tradisional. Kapitan Lim memiliki dua lantai dengan desain interior yang artistik dan instagramable, menjadikannya tempat yang populer untuk bersantap dan berfoto.
Kembang Tahu dan Susu Kedelai Kang Dasoy, Jakarta Pusat.
Sumber: Instagram @kembangtahu.kangdasoy
Sumber: Survei tim Triven
Kembang Tahu dan Susu Kedelai Kang Dasoy merupakan usaha kuliner yang berfokus pada penyajian kembang tahu dan susu kedelai segar. Usaha ini dikenal di sekitar Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan memiliki kehadiran online melalui platform layanan pesan antar makanan seperti GoFood dan GrabFood.
Produk yang ditawarkan mencakup kembang tahu dengan kuah jahe hangat, serta susu kedelai dengan variasi rasa seperti jahe, greentea, dan vanilla. Usaha ini dikenal karena kualitas bahan baku yang digunakan dan rasa yang khas, menjadikannya pilihan populer di kalangan masyarakat setempat.
Dengan memanfaatkan platform digitalnya (@/kembangtahu.kangdasoy), Kang Dasoy berhasil menjangkau pelanggan yang lebih luas, memudahkan masyarakat untuk menikmati sajian tradisional ini tanpa harus keluar rumah. Keberadaan usaha ini turut berkontribusi pada pelestarian kuliner tradisional di tengah perkembangan kota besar seperti Jakarta.
Warteg Gaul Amat, Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Warteg Gaul Amat berlokasi di Jl. H. Fachrudin No. 65, RT.8/RW.7, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dikenal dengan sebutan "Warteg Gaul", warung makan ini menyajikan berbagai pilihan lauk rumahan seperti ayam bakar BBQ, dendeng sapi, ikan tongko cabai, rendang daging sapi, dan jengkol.
Meskipun namanya "warteg", Warteg Gaul Amat mengusung konsep yang lebih modern dan nyaman, mirip dengan rumah makan pada umumnya. Tempatnya luas dengan kursi dan bangku makan yang nyaman, serta pilihan berbagai macam lauk yang menggugah selera. Lokasinya yang strategis di dekat Pasar Tanah Abang membuat warung ini menjadi tempat makan favorit bagi banyak orang.
Keberadaan Warteg Gaul Amat menjadi bagian dari pesona kuliner di kawasan Kampung Bali, yang dikenal dengan suasana tradisional dan komunitas yang erat. Warung ini tetap mempertahankan cita rasa otentik meskipun telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Bagi pencinta kuliner lokal, Warteg Gaul Amat menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Mereka juga memanfaatkan platform digitalnya di tiktok (@/warteggaulamat) berhasil menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Bakmi Kampung Bali, Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Bakmi Kampung Bali berlokasi di Jl. Kampung Bali XXV No.31, RT.7/RW.7, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kedai ini telah berdiri sejak tahun 1983 dan dikenal dengan mie ayam jamur khasnya yang menggunakan ayam kampung, mie kecil keriting, sawi rebus, dan pangsit goreng atau rebus. dengan harga mulai dari Rp. 22.000 per porsi.
Meskipun berada di gang sempit dan tidak mencolok, Bakmi Kampung Bali memiliki pelanggan setia dari berbagai kalangan, termasuk pekerja kantoran dan mahasiswa. Mie ayamnya terkenal dengan rasa manis, gurih, dan tekstur mie yang kenyal. Selain itu, pangsit gorengnya juga menjadi favorit banyak orang. Kedai ini sering disebut sebagai salah satu mie ayam legendaris di Jakarta.
Keberadaan Bakmi Kampung Bali menjadi bagian dari pesona kuliner di kawasan Kampung Bali, yang dikenal dengan suasana tradisional dan komunitas yang erat. Kedai ini tetap mempertahankan resep dan cita rasa asli meskipun telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Bagi pencinta mie ayam otentik, Bakmi Kampung Bali menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.
Pusat Kuliner Kelurahan Kampung Bali RW 03, Jakarta Pusat.
Sumber: Survei tim Triventa
Sumber: Survei tim Triven
Pusat Kuliner RW 03 berdiri sebagai bagian dari program penataan kawasan di Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lokasinya dekat dengan SDN Kampung Bali 01 sehingga mudah dijangkau warga sekitar dan pengunjung. Tujuan awal pendiriannya adalah memberikan ruang tertata bagi para pedagang kaki lima agar aktivitas jual beli lebih teratur dan nyaman bagi warga