Sejarah Kampung Bali
The Story of Kampung Bali
The Story of Kampung Bali
Kampung Bali berawal dari masa kolonial VOC pada abad ke-17, ketika banyak orang Bali dibawa ke Batavia sebagai prajurit tambahan maupun budak. Pada tahun 1683 tercatat ada lebih dari 14 ribu orang Bali di Batavia, sebagian besar berstatus budak, yang kemudian bermukim di luar tembok kota hingga kawasan itu dikenal sebagai Kampung Bali. Kehadiran komunitas Bali semakin menguat pada abad ke-18 setelah Pasar Tanah Abang dibuka pada 30 Agustus 1735, memicu tumbuhnya permukiman padat di sekitarnya. Kampung Bali berkembang dari hunian kelompok Bali menjadi lingkungan heterogen yang juga dihuni orang Betawi, Jawa, Minang, dan Bugis, meski nama “Kampung Bali” tetap dipertahankan karena akar sejarahnya. Secara administratif, wilayah ini ditetapkan sebagai Kelurahan Kampung Bali pada tahun 1966 setelah sebelumnya masih menjadi bagian dari Kelurahan Tanah Abang.
Pada era Orde Baru, pemerintah melakukan peremajaan lingkungan sejak awal 1980-an melalui pembangunan fasilitas publik, perbaikan jalan, hingga penataan Pasar Tanah Abang. Hal ini diperkuat dengan SK Gubernur DKI Jakarta No. 820 Tahun 1986 yang mengatur pembangunan kawasan Tanah Abang, termasuk Kampung Bali. Meski sempat mengalami masa kelam pada 1995–2005 karena menjadi pusat peredaran narkoba, upaya pemberantasan dan partisipasi warga berhasil mengubah citra wilayah ini. Kini Kampung Bali menjadi pemukiman padat yang dinamis dan multikultural dengan berbagai fasilitas publik, serta tetap memiliki peran penting dalam denyut ekonomi Jakarta berkat kedekatannya dengan Pasar Tanah Abang.
Silahkan klik Nama Titik Temu untuk menuju halaman selanjutnya.