Apostolic Fathers, Kirsopp Lake, 1912, Loeb Classical Library
POLIKARPUS DARI SMIRNA
Polikarpus adalah uskup Smirna pada paruh pertama abad kedua, dan menjadi martir, kemungkinan besar, pada tanggal 23 Februari 155 M, pada usia delapan puluh enam tahun. Ia adalah seorang murid Yohanes, Yohanes anak Zebedeus [Rasul].
Menurut Irenaeus dari Lyon, muridnya Polikarpus dalam [Adversus haereses, Buku V, Pasal 33, Ayat 4] Polikarpus juga menulis beberapa surat, tetapi hanya satu yang masih ada. Ini adalah surat yang dikirimkan kepada gereja di Filipi sehubungan dengan Ignatius. Tujuan surat ini tampaknya sebagian adalah untuk memperingatkan gereja di Filipi terhadap kekacauan-kekacauan tertentu dalam gereja di Filipi, dan terutama terhadap kemurtadan; tetapi surat ini tampaknya secara langsung dipicu oleh keinginan gereja di Filipi untuk membuat kumpulan surat-surat Ignatius.
Mereka telah menulis surat kepada Polikarpus untuk membantunya dalam tugas ini, dan surat kepada gereja di Filipi ini adalah, seperti yang kita katakan, sebuah "surat pengantar" untuk salinan-salinan yang dikirimkan Polikarpus dari semua surat Ignasian yang dapat ia akses. Adalah menarik untuk dicatat bahwa satu surat yang mungkin tidak dapat diperoleh dengan mudah baik oleh Polikarpus maupun gereja di Filipi adalah surat kepada gereja di Roma, dan bahwa surat inilah yang dalam naskah-naskah Ignasian tampaknya memiliki sejarah tekstual yang berbeda dari keenam surat lainnya.
SURAT POLIKARPUS KEPADA GEREJA DI FILIPI
SALAM PEMBUKA
Polikarpus dan para penatua [presbiter] yang bersamanya, kepada Gereja Allah yang menumpang di Filipi: rahmat dan damai sejahtera dari Allah Yang Mahakuasa dan Yesus Kristus, Juruselamat kita, kiranya dilimpahkan kepadamu.
PASAL 1
PUJIAN KEPADA GEREJA DI FILIPI
1. Aku sangat bersukacita bersama kamu di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa kamu telah mengikuti teladan kasih yang sejati, dan telah membantu dalam perjalanan mereka, sesuai kesempatan yang diberikan kepadamu, mereka yang terbelenggu dalam rantai, yang pantas bagi orang-orang suci dan merupakan mahkota-mahkota bagi mereka yang sungguh-sungguh dipilih oleh Allah dan Tuhan kita. 2. Aku juga bersukacita bahwa imanmu yang berakar kuat, yang termasyhur pada tahun-tahun lampau, masih berkembang dan berbuah bagi Tuhan kita Yesus Kristus, yang menanggung penderitaan karena dosa-dosa kita, bahkan sampai menderita kematian, "yang dibangkitkan Allah, setelah melepaskan sengsara maut, 3. yang di dalam Dia, meskipun kamu tidak melihat-Nya, kamu percaya dengan sukacita yang tak terkatakan dan mulia," ke dalam sukacita itulah banyak orang ingin masuk, karena mengetahui bahwa "oleh kasih karunia kamu diselamatkan, bukan oleh perbuatan," melainkan oleh kehendak Allah melalui Yesus Kristus.
PASAL 2
SUATU NASEHAT KEPADA KEBAJIKAN
1. "Karena itu, dengan mengikat pinggangmu, layanilah Allah dalam takut" dan kebenaran, dengan mengesampingkan kesia-siaan yang hampa dan kesesatan yang vulgar, "percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Tuhan kita Yesus Kristus, dari antara orang mati dan memberikan kemuliaan kepada-Nya," dan takhta di sebelah kanan-Nya, "yang kepada-Nya takluk segala sesuatu di surga maupun di bumi," yang dilayani oleh segala yang bernapas, dan yang akan datang sebagai "Hakim atas orang yang hidup dan yang mati," yang darah-Nya akan dituntut Allah dari mereka yang tidak menaati-Nya. 2. Sekarang, "Dia [Bapa] yang telah membangkitkan Dia [Yesus]" dari antara orang mati "akan juga membangkitkan kita" jika kita melakukan kehendak-Nya, dan berjalan dalam perintah-perintah-Nya dan mengasihi hal-hal yang dikasihi-Nya, dengan menahan diri dari segala ketidakbenaran, keserakahan, cinta uang, perkataan jahat, saksi dusta, "jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki," atau pukulan dengan pukulan, atau kutuk dengan kutuk, 3. melainkan mengingat apa yang Tuhan ajarkan ketika Ia berkata, "Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi, ampunilah maka kamu akan diampuni, bermurah hatilah supaya kamu memperoleh kemurahan, dengan ukuran apa kamu mengukur, akan diukurkan kepadamu kembali," dan, "Berbahagialah orang yang miskin, dan mereka yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah."
PASAL 3
UNGKAPAN ATAU KETIDAKLAYAKAN PRIBADI
1. Hal-hal ini, Saudara-saudara, aku tuliskan kepadamu mengenai kebenaran, bukan atas kehendakku sendiri, melainkan karena kamu terlebih dahulu mengundangku. 2. Sebab aku, ataupun orang lain yang seperti aku, tidak mampu mengikuti hikmat dari Paulus yang diberkati dan mulia, yang ketika ia berada di antara kamu di hadapan orang-orang pada masa itu, mengajarkan dengan saksama dan teguh firman kebenaran, dan juga ketika ia tidak hadir menulis surat-surat kepadamu, yang dengan mempelajarinya kamu akan dapat membangun dirimu sendiri ke dalam iman yang diberikan kepadamu; 3. "yang adalah ibu kita semua" ketika iman mengikuti, dan kasih kepada Allah serta Kristus berjalan sesama di depan. Sebab jika seseorang berada dalam kumpulan ini, ia telah menggenapi perintah kebenaran, karena ia yang memiliki kasih adalah jauh dari segala dosa.
PASAL 4
NASIHAT-NASIHAT KEPADA KEBAJIKAN
1. "Tetapi permulaan dari segala kejahatan adalah cinta uang." Karena itu, dengan mengetahui bahwa "kita tidak membawa sesuatu apa pun ke dalam dunia dan kita tidak dapat membawa sesuatu apa pun ke luar darinya," marilah kita mempersenjatai diri kita dengan perlengkapan senjata kebenaran, dan marilah kita pertama-tama mengajar diri kita sendiri untuk berjalan dalam perintah Tuhan; 2. selanjutnya mengajar istri-istri kita untuk tetap tinggal dalam iman yang diberikan kepada mereka, dan dalam kasih dan kemurnian, dengan lembut mengasihi suami-suami mereka dalam segala kebenaran, dan mengasihi semua orang lain secara setara dalam segala kesucian, dan mendidik anak-anak mereka dalam takut akan Allah. 3. Marilah kita mengajar para janda untuk bersikap bijaksana dalam iman akan Tuhan, berdoa tanpa henti untuk semua orang, menjauh dari segala fitnah, perkataan jahat, saksi dusta, cinta uang, dan segala kejahatan, dengan mengetahui bahwa mereka adalah mezbah Allah, dan bahwa semua persembahan diuji, dan bahwa tidak ada yang luput dari-Nya, baik penalaran atau pikiran, atau "hal-hal rahasia dari dalam hati."
PASAL 5
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN KRISTIANI MENUJU KEHIDUPAN YANG BAJIK
1. Dengan mengetahui bahwa "Allah tidak dapat dipermainkan," kita wajib hidup dengan layak sesuai perintah dan kemuliaan-Nya. 2. Demikian pula, para diaken haruslah tak bercacat cela di hadapan kebenaran-Nya, sebagai pelayan-pelayan dari Allah dan Kristus, dan bukan manusia, bukan pemfitnah, bukan berlidah dua, bukan pencinta uang, menguasai diri dalam segala hal, berbelas kasih, cermat, berjalan menurut kebenaran Tuhan, yang adalah "pelayan dari semua." Karena jika kita menyenangkan Dia di dunia yang sekarang ini, kita akan menerima dari-Nya apa yang akan datang; seperti yang telah dijanjikan-Nya kepada kita untuk membangkitkan kita dari antara orang mati, dan bahwa jika kita adalah warga yang layak dari persekutuan-Nya, "kita juga akan memerintah bersama-sama dengan Dia," asalkan kita beriman. 3. Demikian juga, hendaklah para lelaki yang lebih muda tak bercacat cela dalam segala hal; harus mengutamakan diatas segalanya kemurnian, dan menahan diri dari segala kejahatan; karena adalah baik untuk melepaskan diri dari nafsu akan perkara-perkara dunia, sebab "setiap hawa nafsu berperang melawan Roh, dan baik para pezinah, maupun orang-orang yang banci, maupun para pemburit tidak akan mewarisi Kerajaan Allah," begitu pula mereka yang melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Karena itu, adalah perlu untuk menahan diri dari semua hal ini, dan untuk tunduk kepada para penatua [presbiter] dan diaken seperti kepada Allah dan Kristus. Para perawan harus berjalan dengan hati nurani yang tak bercacat dan murni.
PASAL 6
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PARA PENATUA [PRESBITER] DAN YANG LAIN
1. Dan hendaklah para penatua [presbiter] berbelas kasih, bermurah hati kepada semua orang, membawa kembali mereka yang tersesat, peduli kepada yang lemah, tidak mengabaikan janda atau anak yatim atau orang miskin, melainkan "senantiasa menyediakan apa yang baik di hadapan Allah dan manusia," menahan diri dari segala amarah, pandang bulu, penghakiman yang tidak adil, menjauh dari segala cinta uang, tidak cepat percaya akan kejahatan tentang siapa pun, tidak tergesa-gesa dalam menghakimi, dengan mengetahui bahwa "kita semua berutang, hutang dosa." 2. Jika demikian kita berdoa kepada Tuhan untuk mengampuni kita, kita juga wajib mengampuni, karena kita berdiri di hadapan mata Tuhan dan Allah, dan "kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, dan masing-masing harus memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri." 3. Maka dari itu, "marilah kita melayani Dia dengan takut dan segala hormat," seperti yang diperintahkan-Nya sendiri kepada kita, dan seperti yang dilakukan oleh para Rasul, yang membawa Injil kepada kita, dan para Nabi yang menubuatkan kedatangan Tuhan kita. Hendaklah kita bersemangat untuk yang baik, menahan diri dari pelanggaran, dan dari persaudaraan yang palsu, dan dari mereka yang menyandang nama Tuhan dalam kemunafikan, yang menyesatkan orang-orang yang berpikiran kosong.
PASAL 7
PERINGATAN TERHADAP AJARAN SESAT
1. "Karena setiap orang yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging, adalah anti-Kristus"; dan barang siapa tidak mengaku kesaksian Salib, ia berasal dari iblis: dan barang siapa memutarbalikkan firman-firman Tuhan demi hawa nafsunya sendiri, dan mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan maupun penghakiman, orang ini adalah anak sulung Iblis. 2. Oleh karena itu, dengan melepaskan diri dari kebodohan orang banyak dan ajaran-ajaran sesat mereka, marilah kita kembali kepada firman yang telah disampaikan kepada kita pada mulanya., "berjaga-jagalah dalam doa" dan bertekun dalam puasa, dan dengan memohon kepada Allah yang Maha Melihat dalam permohonan-permohonan kita "untuk tidak membawa kami ke dalam pencobaan," seperti yang difirmankan Tuhan, "Roh memang penurut, tetapi daging lemah."
PASAL 8
BERTEKUNLAH DALAM PENGHARAPAN DAN KESABARAN.
1. Karena itu, marilah kita bertekun tanpa henti di dalam pengharapan kita, dan di dalam jaminan kebenaran kita, yaitu di dalam Kristus Yesus, "yang telah menanggung dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya sendiri di atas kayu salib, yang tidak berbuat dosa, dan tipu daya pun tidak ditemukan di dalam mulut-Nya," tetapi demi kita, supaya kita dapat hidup di dalam Dia, Ia telah menanggung segala sesuatu. 2. Karena itu, marilah kita meneladani kesabaran dan keteguhan-Nya, dan jika kita menderita demi nama-Nya, marilah kita memuliakan Dia. Karena inilah teladan yang telah Ia berikan kepada kita di dalam diri-Nya sendiri, dan inilah yang telah kita percayai.
PASAL 9
KESABARAN YANG DITANAMKAN
1. Sekarang aku memohon kepadamu semua untuk menaati firman kebenaran, dan untuk bertekun dengan segala keteladanan yang juga kamu lihat di depan matamu, tidak hanya di dalam diri Ignatius, dan Zosimus, dan Rufus yang diberkati, tetapi juga di dalam diri orang-orang lain di antara kamu sendiri, dan di dalam diri Paulus sendiri, dan di dalam diri para Rasul yang lain; 2. dengan diyakinkan bahwa mereka semua ini "berlari bukan dengan sia-sia," melainkan di dalam iman dan kebenaran, dan bahwa mereka bersama Tuhan di "tempat yang menjadi hak mereka," yang bersama-sama dengan Dia mereka juga menderita. Karena mereka tidak "mengasihi dunia yang sekarang ini" melainkan Dia yang telah mati demi kita, dan yang telah dibangkitkan oleh Allah untuk kita.
PASAL 10
NASIHAT UNTUK PENGAMALAN KEBAJIKAN
1. Oleh karena itu, berdirilah teguh dalam hal-hal ini dan ikutilah teladan Tuhan, "teguh dan tak tergoyahkan dalam iman, dengan kasih persaudaraan, saling mengasihi seorang terhadap yang lain," dipersatukan bersama dalam kebenaran, saling mengutamakan satu sama lain dalam kelemahlembutan Tuhan, tidak memandang rendah siapa pun. 2. Apabila kamu dapat berbuat baik, janganlah menundanya, "karena sedekah membebaskan diri dari kematian; hendaklah kamu semua saling tunduk seorang kepada yang lain, dengan tingkah lakumu tanpa cela di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi," supaya kamu boleh menerima pujian "atas perbuatan baikmu" dan supaya nama Tuhan jangan dihujat karena kamu. 3. "Tetapi celakalah dia yang olehnya nama Tuhan dihujat." Karena itu, ajarlah penguasaan diri kepada semua orang dan tunjukkanlah itu dalam hidupmu sendiri.
PASAL 11
UNGKAPAN DUKACITA KARENA VALENS
1. Aku sangat berduka atas Valens, yang pernah dijadikan seorang presbiter di antara kamu, bahwa ia begitu sedikit memahami kedudukan yang diberikan kepadanya. Karena itu aku menasihatkan, supaya kamu menjauhkan diri dari ketamakan, dan menjadi murni serta jujur. Jagalah dirimu dari segala kejahatan. 2. Karena bagaimana mungkin ia yang tidak dapat mencapai penguasaan diri dalam hal-hal ini, memerintahkannya kepada orang lain? Jika seseorang tidak menjauhkan diri dari ketamakan, ia akan dinajiskan oleh penyembahan berhala, dan akan dihakimi seolah-olah ia termasuk di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang "tidak mengenal penghakiman Allah." Atau, apakah kita "tidak tahu bahwa orang-orang suci akan menghakimi dunia?" seperti yang diajarkan Paulus. 3. Tetapi aku tidak melihat ataupun mendengar hal yang demikian di antara kamu, yang di antaranya Paulus yang diberkati itu bekerja, yang dipuji pada awal suratnya. Karena mengenai kamu ia bermegah di semua Jemaat, yang pada waktu itu merupakan satu-satunya yang telah mengenal Tuhan, sementara kami belum mengenal-Nya. 4. Karena itu, saudara-saudara, aku sangat berduka atas dia [Valens] dan atas istrinya, "sekiranya Tuhan mengaruniakan kepada mereka pertobatan yang sejati." Karena itu hendaklah kamu sendiri juga bersikap sederhana dalam perkara ini, dan "janganlah menganggap orang-orang yang demikian sebagai musuh," tetapi panggillah mereka kembali sebagai anggota-anggota yang lemah dan tersesat, supaya kamu dapat menyembuhkan tubuhmu secara keseluruhan. Karena dengan melakukan ini kamu membangun dirimu sendiri.
PASAL 12
NASIHAT KEPADA BERBAGAI KASIH KARUNIA
1. Karena aku percaya bahwa kamu sangat memahami Kitab Suci, dan didalam darimu tidak ada yang tersembunyi; tetapi kepadaku hal ini tidak dikaruniakan. Hanya saja, sebagaimana yang dikatakan dalam Kitab Suci, "Marahlah, tetapi jangan berbuat dosa," dan "Jangan sampai matahari terbenam di atas kemarahanmu." Diberkatilah orang yang mengingat hal ini, dan aku percaya bahwa demikianlah halnya dengan kamu. 2. Sekarang, kiranya Allah dan Bapa dari Tuhan kita Yesus Kristus, dan yang adalah "Imam yang kekal" itu, Yesus Kristus, Anak Allah, yang membangun kamu di dalam iman dan kebenaran, dan di dalam segala kelemahlembutan, tanpa kemarahan, dan di dalam kesabaran, dan juga dalam hati yang lapang, ketekunan, kemurnian, dan kiranya Ia juga memberikan kepada kamu bagian dan warisan bersama orang-orang suci-Nya, dan kepada kami berserta dengan kamu juga, dan kepada semua yang di bawah kolong langit yang akan percaya kepada Tuhan dan Allah kita Yesus Kristus dan kepada "Bapa-Nya yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati." 3. "Berdoalah untuk semua orang suci. Berdoalah juga untuk para Kaisar," dan untuk para penguasa, dan para pangeran, dan untuk "mereka yang menganiaya kamu dan membenci kamu," dan untuk "musuh-musuh Salib" supaya "buahmu dapat nyata di antara semua manusia, agar kamu dapat disempurnakan" di dalam Dia.
PASAL 13
MENGENAI PENGIRIMAN SURAT-SURAT
1. Baik kamu maupun Ignatius yang menulis kepadaku, bahwa jika seseorang akan pergi ke Antiokhia [Siria] ia juga harus membawa surat-suratmu. Aku akan melakukan ini jika aku mempunyai kesempatan yang baik, baik aku sendiri ataupun orang yang aku utus sebagai wakil untukmu dan untukku. 2. Kami mengirimkan kepadamu, seperti yang kamu minta, surat-surat Ignatius, yang dikirimkan olehnya kepada kami, dan surat-surat lain yang ada pada kami. Surat-surat ini dilampirkan pada surat ini, dan kamu akan dapat memperoleh manfaat yang besar darinya. Karena surat-surat itu mengandung iman, kesabaran, dan segala hal yang membangun yang berkaitan dengan Tuhan kita. Beritahukanlah kepada kami, hal-hal lebih lanjut yang telah kamu dengar mengenai Ignatius dan mereka yang bersamanya. 3. Aku telah menulis ini kepadamu melalui Kresens, yang telah aku usulkan kepada kamu ketika aku hadir, dan sekarang aku usulkan lagi. Sebab ia telah berlaku tanpa cela di antara kami, dan aku percaya bahwa ia akan melakukan hal yang sama dengan kamu. Saudara perempuannya akan diusulkan kepada kamu ketika ia datang kepadamu.
SALAM PENUTUP
Selamat tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus dalam kasih karunia, bersama semua orang yang adalah milikmu. Amin.