SURAT SMIRNA
SURAT SMIRNA
Apostolic Fathers, Lightfoot & Harmer, 1891, Translation.
SURAT IGNATIUS [DARI TROAS] KEPADA GEREJA DI SMIRNA
SALAM PEMBUKA
Ignasius, yang juga disebut Teoforus, kepada gereja Allah Bapa dan Yesus Kristus, sang Terkasih, yang telah dengan rahmat dikaruniai setiap anugerah, dipenuhi iman dan kasih serta tidak kekurangan suatu anugerah pun, yang paling terhormat dan mengandung harta kudus; kepada gereja yang di Smirna, di Asia, dalam roh yang tak bercacat dan dalam firman Allah: limpah salam.
PASAL 1
1. Aku memuliakan Yesus Kristus, Allah yang telah menganugerahkan kepadamu hikmat yang demikian besar; karena aku telah mengetahui bahwa engkau teguh dalam iman yang tak tergoyahkan, seolah-olah terpaku pada salib Tuhan Yesus Kristus, baik dalam daging maupun dalam roh, dan berakar kuat dalam kasih oleh darah Kristus. Engkau sepenuhnya yakin mengenai Tuhan kita, bahwa Ia sungguh berasal dari keturunan Daud menurut daging, tetapi adalah Anak Allah oleh kehendak dan kuasa ilahi; bahwa Ia sungguh dilahirkan dari seorang perawan dan dibaptis oleh Yohanes, supaya oleh-Nya seluruh kebenaran digenapi. 2. Ia sungguh disalibkan dalam daging demi kita di bawah Pontius Pilatus dan Herodes, penguasa wilayah itu. Dari sengsara-Nya yang paling terberkati itulah kita memperoleh kehidupan; supaya melalui kebangkitan-Nya Ia mendirikan suatu panji bagi segala zaman, bagi orang-orang suci dan umat-Nya yang setia, baik dari antara orang Yahudi maupun dari antara bangsa-bangsa lain, dalam satu tubuh, yaitu Gereja-Nya.
PASAL 2
1. Karena Ia menderita semua hal ini demi kita, [supaya kita diselamatkan]; dan Ia sungguh-sungguh menderita, sama seperti Ia juga sungguh-sungguh membangkitkan diri-Nya sendiri. Tidak seperti yang dikatakan oleh beberapa orang yang tidak percaya, bahwa penderitaan-Nya hanyalah semu; sebab merekalah yang sesungguhnya hidup dalam kesemuan. Dan sebagaimana yang mereka percayai, demikian pula yang akan menimpa mereka, karena mereka tidak bertubuh dan menyerupai hantu [roh].
PASAL 3
1. Sebab aku tahu dan percaya bahwa Ia berada dalam daging bahkan setelah kebangkitan; 2. dan ketika Ia datang kepada Petrus dan kawan-kawannya, Ia berkata kepada mereka: Raihlah dan jamahlah Aku, dan lihatlah bahwa Aku bukanlah hantu [roh] tanpa badan. Dan seketika itu juga mereka menjamah Dia, dan mereka percaya, dipersatukan dengan daging dan darah-Nya. Karena itu mereka pun menghina maut, bahkan mereka didapati lebih unggul daripada maut. 3. Dan setelah kebangkitan-Nya, Ia makan bersama mereka dan minum bersama mereka sebagai seorang yang sungguh di dalam daging, meskipun secara rohani Ia dipersatukan dengan Bapa.
PASAL 4
1. Tetapi hal-hal ini kuperingatkan kepadamu, saudara-saudara yang kekasih, karena aku tahu bahwa kamu sendiri berpikiran hal demikian. Namun, demikianlah aku memperingatkanmu lebih dahulu untuk melindungimu dari binatang-binatang buas dalam rupa manusia, yaitu orang-orang yang bukan saja tidak boleh kamu terima, tetapi, jika mungkin, tidak boleh kamu jumpai sekalipun; hanya berdoalah bagi mereka, jika sekiranya mereka dapat bertobat. Hal ini sungguh sulit, tetapi Yesus Kristus, hidup kita yang sejati, berkuasa atasnya. 2. Sebab jika hal-hal ini dilakukan oleh Tuhan kita dalam rupa semu, maka aku pun adalah seorang tahanan dalam rupa semu. Dan mengapa aku telah menyerahkan diriku kepada maut, kepada api, kepada pedang, kepada binatang-binatang buas? Tetapi dekat dengan pedang, dekat dengan Allah; bersama dengan binatang-binatang buas, bersama dengan Allah. 3. Hanya biarlah itu terjadi dalam nama Yesus Kristus, supaya kita dapat menderita bersama-sama dengan Dia. Aku menanggung segala sesuatu, karena Ia sendiri yang menguatkan aku, yaitu Dia yang adalah Manusia sempurna.
PASAL 5
1. Tetapi orang-orang tertentu dengan tidak tahu menyangkal Dia, atau lebih tepat telah disangkal oleh Dia, menjadi pembela-pembela maut daripada kebenaran; dan mereka tidak diyakinkan oleh nubuat-nubuat maupun oleh hukum Taurat Musa, bahkan sampai saat ini pun tidak oleh Injil, maupun oleh penderitaan masing-masing dari kita secara sendiri-sendiri; 2. Karena mereka juga berpikiran sama mengenai kita. Sebab apakah untungnya bagiku jika seseorang memuji aku, tetapi menghujat Tuhanku, tidak mengakui bahwa Ia adalah pembawa daging? Namun barangsiapa tidak menegaskan hal ini, dengan itu ia menyangkal Dia sepenuhnya, karena ia sendiri adalah pembawa kematian. 3. Tetapi nama-nama mereka, karena mereka tidak percaya, aku tidak menganggap patut untuk mencatatnya dalam tulisan; bahkan, jauh dariku untuk mengingat mereka, sampai mereka bertobat dan kembali kepada sengsara-Nya, yang adalah kebangkitan kita.
PASAL 6
1. Janganlah seorang pun tertipu. Bahkan makhluk-makhluk surgawi, kemuliaan para malaikat, serta para penguasa yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, jika mereka tidak percaya kepada darah Kristus, penghakiman pun menanti mereka juga. Barangsiapa menerima, biarlah ia menerima. Janganlah jabatan membusungkan hati siapa pun; sebab iman dan kasih adalah segala-galanya, dan tidak ada sesuatu pun yang lebih utama daripada keduanya. 2. Tetapi perhatikanlah mereka yang memegang ajaran-ajaran aneh mengenai kasih karunia Yesus Kristus yang datang kepada kita, betapa mereka berlawanan dengan pikiran Allah. Mereka tidak peduli akan kasih, tidak akan janda, tidak akan yatim piatu, tidak akan orang yang menderita, tidak akan orang yang dipenjarakan, tidak akan orang yang lapar ataupun haus. 3. Mereka menjauhkan diri dari Ekaristi [ucapan syukur/perjamuan kudus] dan doa, karena mereka tidak mengakui bahwa Ekaristi itu adalah daging Juruselamat kita Yesus Kristus, yaitu daging yang telah menderita oleh karena dosa-dosa kita dan yang oleh Bapa, dalam kebaikan-Nya, telah dibangkitkan.
PASAL 7
1. Karena itu, mereka yang menentang karunia baik Allah, binasa oleh pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri. Tetapi adalah sepantasnya bagi mereka untuk memiliki kasih, supaya mereka juga dapat bangkit kembali. 2. Karena itu adalah patut bagimu untuk menjauhkan diri dari orang-orang demikian, dan tidak membicarakan mereka baik secara pribadi maupun di muka umum; tetapi hendaklah kamu memberi perhatian kepada para nabi, dan terutama kepada Injil, di mana penderitaan ditunjukkan kepada kita dan kebangkitan digenapi.
PASAL 8
1. Jauhilah perpecahan sebagai permulaan kejahatan. Hendaklah kamu semua mengikuti uskupmu, sama seperti Yesus Kristus mengikuti Bapa; dan para penatua [presbiter] sebagaimana para rasul; dan kepada para diakon berilah hormat seperti kepada perintah Allah. Janganlah seorang pun melakukan sesuatu yang berkaitan dengan gereja terlepas dari uskup. Biarlah itu dipegang sebagai Ekaristi yang sah, yang berada di bawah uskup atau di bawah orang yang kepadanya ia telah menyerahkannya. 2. Di mana pun uskup berada, di situ hendaklah umat berada; sama seperti di mana Yesus Kristus berada, di situ Gereja katolik berada. Tidak sah hukumnya terlepas dari uskup, baik untuk membaptis maupun untuk mengadakan perjamuan kasih; tetapi apa pun yang ia setujui, itu juga berkenan kepada Allah, supaya segala sesuatu yang kamu lakukan menjadi pasti dan sejati.
PASAL 9
1. Adalah masuk akal bagi kita mulai sekarang untuk berjaga-jaga, sementara kita masih memiliki waktu untuk bertobat dan kembali kepada Allah. Adalah baik untuk mengenal Allah dan uskup. Barangsiapa menghormati uskup, ia dihormati oleh Allah; dan barangsiapa melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan uskup, ia melayani Iblis. 2. Karena itu, semoga segala sesuatu berlimpah-limpah bagimu dalam kasih karunia, sebab kamu layak. Kamu telah menyegarkanku dalam segala hal, dan Yesus Kristus akan menyegarkan kamu. Baik dalam ketidakhadiranku maupun dalam kehadiranku, kamu tetap mengasihiku. Semoga Allah membalasmu; sebab demi Dia, jika kamu menanggung segala sesuatu, kamu akan sampai kepada-Nya.
PASAL 10
1. Filo dan Rhaius Agathopus, yang mengikutiku dalam perkara Allah, kamu telah berbuat baik dengan menerima mereka sebagai pelayan-pelayan Allah; mereka juga mengucap syukur kepada Tuhan karena kamu, sebab kamu telah menyegarkan mereka dalam segala hal. Tidak ada sesuatu pun yang akan hilang bagimu. 2. Rohku dipersembahkan bagimu, demikian juga belenggu-belengguku, yang tidak kamu hinakan dan tidak pula kamu malukan. Dan Ia, yang adalah kesetiaan yang sempurna, tidak akan malu akan kamu, yaitu Yesus Kristus sendiri.
PASAL 11
1. Kiranya doa-doamu dapat segera sampai pada gereja di Antiokhia, Siria, dari mana aku datang sebagai seorang tahanan dalam belenggu yang paling kudus; aku memberi salam kepada semua orang, meskipun aku tidak layak menjadi miliknya, karena aku adalah yang terakhir dari mereka. Oleh kehendak ilahi hal ini dianugerahkan kepadaku, bukan karena keterlibatanku sendiri, melainkan oleh kasih karunia Allah, yang kudoakan semoga dianugerahkan kepadaku secara sempurna, supaya melalui doa-doamu aku dapat sampai kepada Allah. 2. Karena itu, supaya pekerjaanmu disempurnakan baik di bumi maupun di surga, adalah patut bahwa gerejamu menunjuk, untuk hormat kepada Allah, seorang utusan Allah, supaya ia pergi ke Siria dan menyampaikan salam kepada mereka karena mereka telah berdamai, dan karena mereka telah dipulihkan kepada kepenuhan tubuh mereka yang semestinya, dan kepada kelengkapan tubuh mereka yang semestinya telah dikembalikan kepada mereka. 3. Maka tampaklah bagiku suatu hal yang patut bahwa kamu mengirim seorang dari antara kamu sendiri dengan sepucuk surat, supaya ia bergabung dengan mereka dalam memuliakan Allah karena ketenangan yang oleh kehendak Allah telah melanda mereka, dan karena mereka telah mencapai pelabuhan melalui doa-doamu. Karena kamu telah sempurna, hendaklah nasihat-nasihatmu juga sempurna; sebab jika kamu ingin berbuat baik, Allah siap mengaruniakan sarana-sarananya.
PASAL 12
1. Kasih saudara-saudara di Troas memberi salam kepadamu; dari sana pun aku menulis kepadamu melalui tangan Burrhus, yang kamu utus bersamaku bersama orang-orang Efesus, saudara-saudaramu. Ia telah menyegarkanku dalam segala hal, dan aku ingin supaya semua orang meneladani dia, karena ia adalah teladan pelayanan Allah. Kasih karunia Ilahi akan membalasnya dalam segala hal. 2. Aku memberi salam kepada uskupmu yang saleh, kepada par presbiter yang terhormat, serta kepada sesama hambaku, para diakon, dan kamu semua, baik secara pribadi maupun bersama-sama, dalam nama Yesus Kristus, dan dalam daging dan darah-Nya, dalam sengsara dan kebangkitan-Nya, yang bersifat jasmani sekaligus rohani, dalam kesatuan Allah dan kamu sekalian. Kasih karunia bagimu, rahmat, damai sejahtera, dan kesabaran senantiasa.
SALAM PENUTUP
Aku memberi salam kepada seisi rumah saudara-saudaraku beserta istri dan anak-anak mereka, serta para perawan yang disebut janda. Aku mengucapkan selamat tinggal kepadamu dalam kuasa Bapa. Filo, yang bersama aku, memberi salam kepadamu.
Aku memberi salam kepada seisi rumah Gavia, dan aku berdoa supaya ia berakar dalam iman dan kasih, baik dalam daging maupun dalam roh. Aku memberi salam kepada Alce, suatu nama yang sangat aku kasihi, dan kepada Dafnus yang tiada taranya, serta kepada Euteknus, dan kepada semua orang masing-masing menurut namanya. Selamatlah kamu dalam kasih karunia Allah.