Apostolic Fathers, Lightfoot & Harmer, 1891, Translation.
SURAT IGNATIUS [DARI TROAS] KEPADA POLIKARPUS
SALAM PEMBUKA
Ignatius, yang juga disebut Teoforus, kepada Polikarpus, uskup Gereja orang-orang Smirna, atau lebih tepat yang memiliki Allah Bapa dan Yesus Kristus sebagai uskupnya, salam melimpah.
PASAL 1
BERLARILAH DALAM KASIH KARUNIA, JAGALAH PERSATUAN, BERDOALAH TANPA JEMU.
1. Menyambut pikiran salehmu yang didirikan seakan-akan di atas batu karang yang tak tergoyahkan, aku memberikan kemuliaan melimpah karena telah dikaruniakan kepadaku untuk melihat wajahmu yang tak bercacat, yang daripadanya aku ingin bersukacita di dalam Allah. 2. Aku menasihatimu di dalam kasih karunia yang dengannya engkau berpakaian, untuk terus maju dalam perjalananmu dan untuk menasihati semua orang supaya mereka diselamatkan. Tegakkanlah jabatanmu di dalam segala ketekunan daging dan roh. Perhatikanlah persatuan, yang daripadanya tiada yang lebih baik. Tanggunglah semua orang, seperti Tuhan juga menanggungmu. Sabarlah terhadap semua orang di dalam kasih, seperti juga engkau lakukan. 3. Serahkanlah dirimu pada doa yang tak henti-hentinya. Mintalah hikmat yang lebih besar daripada yang engkau miliki. Berjaga-jagalah, dan jagalah rohmu agar tidak tertidur. Berbicaralah kepada setiap orang secara pribadi menurut kehendak Allah. Tanggunglah kelemahan semua orang, seperti seorang pejuang yang sempurna. Di mana ada lebih banyak jerih payah, di situ ada lebih banyak keuntungan.
PASAL 2
LEMBUTKAN YANG KERAS, CERDIK DAN TULUS, BERJAGALAH SEBAGAI PEJUANG ALLAH.
1. Jikalau engkau mengasihi murid-murid yang baik, hal itu tidaklah patut dipuji bagimu. Tetapi hendaklah engkau membawa mereka yang lebih jahat kepada ketundukan dengan kelembutan. Sebab tidak semua luka disembuhkan dengan salep yang sama. Redakanlah rasa sakit yang hebat dengan kompres. 2. Hendaklah engkau cerdik seperti ular dalam segala hal dan selalu tulus seperti merpati. Karena itulah engkau dijadikan dari daging dan roh, supaya engkau dapat menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tampak di depan matamu; dan adapun hal-hal yang tak kelihatan, berdoalah supaya hal itu dinyatakan kepadamu; supaya engkau tidak kekurangan dalam sesuatu, tetapi berkelimpahan dalam setiap karunia rohani. 3. Musim memerlukan engkau, seperti jurumudi memerlukan angin, atau seperti seorang pelaut yang diombang-ambingkan badai memerlukan pelabuhan, supaya ia dapat mencapai Allah. Berjaga-jagalah sebagai pejuang Allah. Hadiahnya adalah ketidakbinasaan dan hidup yang kekal, tentang hal itu engkau pun yakin. Dalam segala sesuatu aku mengabdikan diriku kepadamu, aku dan belengguku yang engkau kasihi.
PASAL 3
TEGARLAH SEPERTI LANDASAN YANG DITEMPA, TAHAN SEGALA DEMI DIA YANG MENDERITA UNTUKMU.
1. Janganlah mereka yang tampaknya meyakinkan tetapi mengajarkan ajaran-ajaran yang aneh itu membuatmu gentar. Berdirilah teguh, seperti landasan yang ditempa. Adalah bagian dari seorang pejuang yang hebat untuk menerima pukulan dan tetap menang. Tetapi terutama kita harus, demi Allah, menanggung segala sesuatu, supaya Ia juga dapat menanggung kita. 2. Hendaklah engkau lebih rajin daripada selama ini. Perhatikanlah musim-musim. Nantikanlah Dia yang di atas segala musim: yang Kekal, yang Tak Kelihatan, yang menjadi kelihatan demi kita; yang Tak Teraba, yang Tak Dapat Menderita, yang menderita demi kita; yang menanggung segala cara demi kita.
PASAL 4
JANGAN LUPAKAN JANDA, SERINGLAH BERKUMPUL, JANGAN MERENDAHKAN MEREKA YANG MELAYANI.
1. Janganlah janda-janda diabaikan. Sesudah Tuhan, jadilah engkau pelindung mereka. Janganlah sesuatu dilakukan tanpa persetujuanmu, dan janganlah engkau melakukan sesuatu tanpa persetujuan Allah, sebab sesungguhnya engkau tidak akan melakukannya. Berdirilah teguh. 2. Hendaklah pertemuan-pertemuan diadakan lebih sering dan carilah semua orang satu per satu dengan menyebut nama. 3. Janganlah merendahkan budak-budak, baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi, janganlah mereka menjadi sombong, melainkan hendaklah mereka melayani dengan lebih setia demi kemuliaan Allah, supaya mereka dapat memperoleh kebebasan yang lebih baik dari Allah. Janganlah mereka menginginkan pembebasan dengan biaya umum, supaya mereka tidak didapati sebagai budak-budak hawa nafsu.
PASAL 5
JAUHI KEJAHATAN, KASIHILAH PASANGANMU, HIDUP SUCI DENGAN RESTU GEMBALAMU.
1. Larilah dari seni-seni jahat, atau lebih tepatnya, janganlah engkau membicarakan hal-hal itu. Katakanlah kepada saudari-saudariku supaya mengasihi Tuhan dan merasa puas dengan suami mereka, di dalam daging dan di dalam roh. Demikian juga, perintahkanlah saudara-saudaraku dalam nama Yesus Kristus supaya mengasihi istri mereka, sebagaimana Tuhan mengasihi jemaat. 2. Jika ada yang sanggup hidup dalam kesucian demi kemuliaan Tuhan, biarlah ia hidup demikian, dan tanpa menyombongkan diri. Jika ia menyombongkan diri, ia akan binasa; dan jika hal itu diketahui tanpa sepengetahuan uskup, ia telah dicemarkan. Patutlah bagi laki-laki maupun perempuan, ketika mereka menikah, untuk mempersatukan diri dengan persetujuan uskup, supaya pernikahan itu terjadi menurut Tuhan dan bukan menurut hawa nafsu. Biarlah segala sesuatu dilakukan demi kemuliaan Allah.
PASAL 6
TAATILAH USKUPMU, BERJUANGLAH BERSAMA, KENAKAN IMAN DAN KASIH SEBAGAI SENJATAMU.
1. Berilah perhatian kepada uskup, supaya Allah juga memberi perhatian kepadamu. Aku mengabdikan diriku kepada mereka yang tunduk kepada uskup, para penatua [presbiter], dan para diaken. Kiranya diberikan kepadaku untuk mendapat bagian bersama mereka di hadapan Allah. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh bersama-sama satu dengan yang lain; berjuanglah bersama-sama, larilah bersama-sama, deritalah bersama-sama, berbaringlah bersama-sama, bangkitlah bersama-sama, sebagai pengurus-pengurus, penilai-penilai, dan pelayan-pelayan Allah. 2. Tolonglah Panglima, yang dalam pasukan-Nya engkau bertugas, dari siapa juga engkau akan menerima upahmu. Janganlah seorang pun dari kamu didapati sebagai pembelot. Biarlah baptisanmu menjadi perisaimu; imanmu sebagai ketopongmu; kasihmu sebagai tombakmu; kesabaranmu sebagai baju zirahmu. Biarlah pekerjaan-pekerjaanmu menjadi simpananmu, supaya engkau dapat menerima harta yang menjadi hakmu. Karena itu hendaklah kamu sabar satu dengan yang lain dalam kelembutan, sama seperti Allah sabar terhadapmu. Semoga aku selalu bersukacita karenamu.
PASAL 7
DOAMU MENDATANGKAN DAMAI, UTUSLAH UTUSAN KE SIRIA, SERAHKAN WAKTUMU PADA ALLAH.
1. Melihat bahwa gereja di Antiokhia, Siria telah memperoleh damai, sebagaimana telah disampaikan kepadaku melalui doa-doamu, aku sendiri pun lebih terhibur, karena Allah telah membuang kecemasanku; asalkan aku melalui penderitaan dapat mencapai Allah, supaya aku didapati sebagai seorang murid melalui syafaatmu. 2. Adalah layak bagimu, Polikarpus yang paling terberkati, untuk mengumpulkan suatu dewan yang saleh dan memilih seorang di antara kamu yang sangat engkau kasihi dan juga rajin, yang layak memikul nama utusan Allah; untuk menunjuk dia, kataku, supaya ia pergi ke Siria dan memuliakan kasihmu yang rajin itu bagi kemuliaan Allah. 3. Seorang Kristen tidak mempunyai otoritas atas dirinya sendiri, tetapi menyerahkan waktunya kepada Allah. Ini adalah pekerjaan Allah, dan juga pekerjaanmu, apabila engkau menyelesaikannya; sebab aku percaya kepada kasih karunia ilahi, bahwa engkau siap untuk suatu perbuatan baik, yang layak bagi Allah. Mengetahui semangat ketulusanmu, aku telah menasihatimu dalam surat yang singkat ini.
PASAL 8
SURATKANLAH GEREJA LAIN, SAPA SEMUA DENGAN NAMA, TINGGALLAH DALAM KESATUAN ALLAH.
1. Karena aku tidak dapat menulis kepada semua gereja, disebabkan keberangkatanku yang tiba-tiba dari Troas ke Neapolis, sebagaimana kehendak ilahi memerintahkan, engkau harus menulis kepada gereja-gereja yang di depan, sebagai seorang yang memiliki pikiran Allah, supaya mereka juga dapat melakukan hal yang sama ini; biarlah yang sanggup mengirim utusan, dan yang lain mengirim surat-surat melalui orang-orang yang diutus olehmu, supaya kamu dimuliakan oleh suatu perbuatan yang senantiasa dikenang; karena ini layak bagimu. 2. Aku memberi salam kepada semua orang dengan menyebut nama, dan terutama kepada istri Epitropus beserta seluruh rumah tangganya dan anak-anaknya. Aku memberi salam kepada Atalus, kekasihku. Aku memberi salam kepada dia yang akan ditunjuk untuk pergi ke Siria. Kiranya kasih karunia menyertai dia selalu, dan juga menyertai Polikarpus yang mengutus dia.
SALAM PENUTUP
Aku mengucapkan selamat tinggal kepadamu selalu di dalam Allah kita Yesus Kristus, di dalam Dia hendaklah kamu tinggal dalam persatuan dan dalam pengawasan Allah. Aku memberi salam kepada Alke, suatu nama yang sangat kukasihi. Selamat tinggallah di dalam Tuhan.