Minat Profesi Satwa Akuatik Turtle Guard (Minpro TG) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) menyelenggarakan Kuliah Umum dan Workshop Turtle Guard pada Sabtu-Minggu, 1-2 November 2025. Kegiatan dibagi menjadi dua rangkaian, yakni kuliah umum dan workshop. Kuliah umum dilaksanakan pada hari Sabtu secara daring melalui platform Zoom Meeting. Agenda dihadiri oleh Pembina Minpro TG FKH Unud, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH Unud, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BEM FKH Unud, Ketua Minpro TG FKH Unud, Ketua Kegiatan Kuliah Umum dan Workshop TG 2025, serta Pengawas Kegiatan.
Kuliah Umum TG 2025 mengusung tema “Dive into Life: Exploring Dolphin Reproduction & Care”, dan diikuti oleh 127 peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Udayana, Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Institut Teknologi Kalimantan, dan Telkom University. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan mendalami satwa akuatik, khususnya lumba-lumba. Pemaparan materi disampaikan oleh, drh. I. B. Nararya Primastana A., S.K.H., M.Si., yang membahas mengenai reproduksi mamalia laut, seperti paus dan lumba-lumba dengan ordo cetacea, contohnya pada famili delphinidae dan monodontidae, lalu terdapat juga spesies pinnipedia yakni anjing laut dan singa laut. Dijelaskan pula mengenai anatomi reproduksi ordo cetacea seperti terdapat umbilical scar, genital slit, mammary slit, dan anus, fisiologi reproduksi–Hypothalamic-Pituitary-Gonadal (HPG Axis) pada jantan dan betina, siklus reproduksi salah satunya pada lumba-lumba hidung botol, serta siklus estrus dan fisiologi ovariumnya. Selain itu, beliau juga menjelaskan materi terkait enrichment pada konservasi lumba-lumba, berupa enrichment sosial, kognitif, fisik, sensorik, nutrisi, serta starting point enrichment, lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyerahan sertifikat. Agenda selanjutnya diisi dengan sesi kuis untuk peserta, pengumuman dan pemberian hadiah kepada peserta terbaik diraih oleh Jiwa Kirana, Komang Gita Mayanggi, I Gusti Ayu Dera Puspitasari, dan pemenang ice breaking diraih oleh Audrey Magnolia Tionardy. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Setelah sukses melaksanakan rangkaian pertama berupa kuliah umum, Minpro TG FKH Unud melanjutkan rangkaian kedua, yakni workshop. Kegiatan berlangsung di Bali Exotic Marine Park, Pedungan, Denpasar dan diikuti oleh 16 peserta, dan dihadiri oleh Ketua BEM FKH Unud, Ketua Minpro TG FKH Unud, Steering Committee dan Pengawas Kegiatan. Agenda dibuka dengan penayangan video profil Bali Exotic Marine Park dan penjelasan program yang ditawarkan untuk pengunjung serta kegunaan alat-alat yang digunakan saat praktik nanti, dilanjutkan dengan prakata dari Ketua Kegiatan Kuliah Umum × Workshop Turtle Guard 2025, Ketua Minpro TG FKH Unud, Ketua BEM FKH Unud, dan diakhiri dengan prakata dari drh. Brigita Galilea Adu, sebagai salah satu dokter hewan di Bali Exotic Marine Park. Pemaparan materi kembali disampaikan oleh drh. I. B. Nararya Primastana A., S.K.H., M.Si., mengenai pengenalan alat Ultrasonografi (USG), pengelolaan lumba-lumba, anatomi reproduksi lumba-lumba betina dan jantan, prinsip USG dan pengecekan dengan makro convex transducer. Selain itu, dijelaskan pula tata cara enrichment agar nantinya peserta dapat mengobservasi perilaku lumba-lumba secara objektif dan konsisten dengan mengisi formulir yang diberikan.
Pada pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan sistem bergilir, di mana kelompok 1 dan 2 mengikuti sesi USG, sedangkan kelompok 3 dan 4 mengikuti sesi enrichment. Sebelum mulai berinteraksi dengan lumba-lumba, peserta diberikan video safety briefing dan penjelasan standar operasional prosedur (SOP) yang terdapat di Bali Exotic Marine Park. Pada sesi USG disediakan matras, gel, dan pemeriksaan dapat dilihat dari acoustic window yang terdiri dari empat jalur, yaitu diafragma hepatic, umbilical, splenorenal, dan cysto colic. Pada diafragma view terlihat organ hepar, paru-paru, dan hepatic veins, lalu pada umbilical view terlihat organ usus halus dan otot peritoneum. Sementara itu, pada splenorenal dan cysto colic view, tidak diperoleh hasil yang jelas karena banyaknya pergerakan lumba-lumba yang memengaruhi pengambilan gambar.
Pada sesi enrichment terdapat empat alat, yakni dua alat untuk melatih kemampuan sensorik sekaligus relaksasi seperti water sprayer dan gembor, serta dua alat untuk melatih kemampuan fisik lewat latihan lempar dan tangkap, yakni bola dan frisbee. Enrichment terakhir adalah pemberian nutrisi berupa daging ikan segar dan gelatin dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menghidrasi lumba-lumba. Agenda selanjutnya, peserta diberikan tata cara membaca hasil USG dengan benar beserta penjelasan tiap hasil gambar USG yang didapatkan oleh peserta, dilanjutkan dengan sesi diskusi, dan pemberian voucer kepada tiga peserta teraktif. Kegiatan diakhiri dengan pemberian sertifikat dan plakat kepada pembicara dan pihak Bali Exotic Marine Park, serta pemberian merchandise kepada peserta.
Penulis : Lala LPM SS
Penyunting : Anggariani Astiti LPM SS