AGEN PERUBAHAN
PROGRAM PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (ROOTS)
SMP NEGERI 1 PEDAN
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak”) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Program Pencegahan Perundungan (Roots) ini dikembangkan dalam rangka upaya pencegahan dan penanganan kekerasan antar teman sebaya yang berfokus menciptakan iklim yang aman dan nyaman di sekolah dengan mengaktivasi peran siswa sebagai Agen Perubahan. Program ini dilakukan untuk menyebarkan pesan tentang bahaya perundungan dan konflik di sekolah. Guru sebagai fasilitator memberikan panduan dan pendampingan untuk menyusun materi kampanye anti perundungan yang dapat digunakan oleh siswa sebagai bentuk prakarya. Fasilitator memberikan materi beberapa pertemuan . Kemudian fasilitator / guru bersama siswa menyusun materi kampanye tersebut sehingga siswa dapat membentuk soft skill mereka menjadi remaja yang berperilaku positif.
Roots adalah sebuah program pencegahan perundungan berbasis sekolah yang telah telah dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak 2017 bersama Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak.
Kasus perundungan atau yang biasa disebut sebagai tindak bullying adalah suatu tindak kejahatan yang berdampak sangat berat kepada korban. Tindakan bullying ini dapat digambarkan sebagai tindakan menindas suatu kelompok kecil atau perorangan
yang dianggap lebih rendah oleh para pelaku bullying.
Sekolah dan lingkungan bermain anak seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Sayangnya, hingga saat ini berbagai jenis-jenis bullying atau penindasan masih kerap terjadi dalam kehidupan anak-anak.
Baik itu di sekolah, dalam lingkungan pergaulan anak, atau di lingkungan tempat tinggal keluarga Moms.
Kadang anak yang menjadi korban bullying tidak berani memberi tahu orangtua, entah karena takut semakin ditindas atau karena merasa dirinya pantas diperlakukan secara tidak adil.
Penting bagi Moms dan Dads untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak sehingga bullying dapat dicegah.
Menurut Steven Pastyrnak, Ph.D., Kepala Divisi Psikologi di Rumah Sakit Anak Helen DeVos di Grand Rapids, MI, orang tua perlu mengajukan pertanyaan dan buatlah anak-anak berbicara secara terbuka tentang situasi sosial mereka.
Ketahui teman mana yang cocok dengan mereka dan mana yang tidak. Selain itu, orangtua juga harus peka melihat ciri-ciri dari jenis bullying yang bisa saja dialami oleh anak-anak.
Jenis-jenis Bullying
Bullying adalah pola perilaku, bukan insiden yang terjadi sekali-kali. Biasanya, pelaku bullying berasal dari status sosial atau posisi kekuasaan yang lebih tinggi, seperti anak-anak yang lebih besar, lebih kuat, atau dianggap populer sehingga dapat menyalahgunakan posisinya. Berikut jenis-jenis bullying menurut Kemenppa RI:
1. Bullying dengan Kontak Fisik Langsung
Pertama, ada bullying yang dilakukan dengan kontak fisik langsung. Bullying fisik merupakan tindakan intimidasi yang dilakukan sebagai usaha mengontrol korban dengan kekuatan yang dimiliki pelaku.
Bullying jenis ini meliputi tindakan memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
2. Bullying dengan Kontak Verbal Langsung
Sementara, bullying verbal merupakan jenis perundungan dengan menggunakan kata-kata, pernyataan, dan sebutan atau panggilan yang menghina. Pelaku bullying verbal biasanya bakal terus melakukan penghinaan, merendahkan, dan melukai korban.
Tindakan mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put- downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, hingga menyebarkan gosip masuk dalam jenis bullying verbal.
3. Bullying Non-Verbal Langsung
Seperti namanya, bullying non-verbal langsung dilakukan tanpa kata-kata. Namun, pelaku bakal melakukan gerakan menghina korban secara langsung. Bahkan, pelaku biasanya mengancam dan disertai dengan bullying fisik dan verbal.
Beberapa contoh tindakan bullying non-verbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, hingga mengejek.
4. Bullying Non-Verbal Tidak Langsung
Bullying non-verbal tidak langsung atau bisa disebut juga dengan agresi relasional. Ini adalah jenis bullying yang dilakukan secara emosional. Namun, bullying jenis ini kerap luput dari perhatian orang tua dan guru di sekolah. Padahal, bullying non-verbal tidak langsung punya dampak yang tidak kalah berbahaya.
Tindakan mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, hingga mengirimkan surat kaleng juga masuk dalam jenis tindakan bullying ini.
5. Cyber Bullying
Tak hanya bullying secara langsung, para pelaku juga kini menyasar korban di dunia maya dan tindakan ini disebut dengan cyber bullying.
Pelaku bakal menargetkan korban di media online dengan cara menyakiti orang lain melalui rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik, mempermalukan, hingga melecehkan. Biasanya, orang tua dan guru tidak menyadari jenis bullying ini.
Bullying bisa terjadi karena beberapa faktor. Terlepas dari apapun alasannya, tindakan bullying sangat tidak dibenarkan karena dapat merugikan korban seumur hidup. Berikut beberapa penyebab bullying:
1. Anak dengan Kontrol Diri Rendah
Pelaku bullying bisa hadir karena kontrol diri yang rendah. Mereka mungkin sebelumnya menjadi korban kekerasan, lalu menganggap dirinya selalu terancam dan biasanya bertindak menyerang sebelum diserang.
Pelaku bullying jelas tidak memiliki perasaan dan tanggung jawab terhadap tindakan yang telah dilakukan. Pembully selalu ingin mengontrol, mendominasi, dan tidak menghargai orang lain. Mereka melakukan bullying sebagai bentuk balas dendam.
2. Faktor Keluarga
Kehidupan keluarga yang tidak harmonis juga bisa menjadi penyebab muncul pelaku bullying. Orang tua yang sering bertengkar dan melakukan tindakan agresif biasanya mendorong anak melakukan bullying. Orang tua seperti ini juga tidak mampu memberikan pengasuhan yang baik.
3. Ada Supporter
Teman sebaya yang menjadi supporter atau penonton membuat pelaku bullying makin menjadi-jadi. Secara tidak langsung, kehadiran suporter membantu pembully memperoleh dukungan kuasa, popularitas, dan status.
4. Kebijakan Sekolah
Kebijakan sekolah mempengaruhi aktivitas, tingkah laku, serta interaksi pelajar di sekolah. Rasa aman dan dihargai merupakan dasar pencapaian akademik yang tinggi di sekolah. Jika tidak terpenuhi, pelajar bakal bertindak semena-mena.
Mereka akan berusaha mengontrol lingkungan dengan melakukan bullying. Jadi, manajemen dan pengawasan disiplin sekolah yang lemah mengakibatkan munculnya bullying di sekolah.
5. Media Massa
Tidak sepenuhnya media massa menyajikan konten yang mendidik dan sesuai untuk umur anak. Banyak tontonan kekerasan yang muncul di media massa membuat anak terdorong untuk mencontoh dan melakukan hal serupa di sekolah. Peran orang tua di sini juga dibutuhkan untuk mengontrol konsumsi dan tontonan anak agar tak muncul bibit-bibit pembully.
Penyebab Bullying Lainnya
Penampilan Fisik
Perbedaan Kelas atau Strata Sosial
Tradisi Senioritas
Karakter Buruk Pelaku Bullying
Cara Mengatasi Bullying
Cara mengatasi bullying bisa dimulai dengan langkah pencegahan dari anak, keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Jika bullying sudah terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan rehabilitasi. Berikut penjelasan lengkap cara mengatasi bullying:
Pencegahan
Langkah pertama adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan bullying perlu dilakukan secara menyeluruh, melalui sang anak, keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.
1. Pencegahan Melalui Anak
Pencegahan melalui anak bisa dilakukan dengan cara memberi pengetahuan tentang apa itu bullying dan pastikan anak mampu melawan tindakan bullying jika terjadi kepadanya.
Selain itu, edukasi anak agar bisa memberikan bantuan ketika melihat tindakan bullying terjadi. Misalnya dengan melerai/mendamaikan, mendukung korban agar kembali percaya diri, hingga melaporkan tindakan bullying kepada pihak sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat.
2. Pencegahan Melalui Keluarga
Orang tua perlu meningkatkan ketahanan keluarga, menerapkan hidup harmonis, dan memperkuat pola pengasuhan anak. Lakukan dengan cara tanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak, memupuk rasa percaya diri hingga keberanian anak, mengajarkan etika, hingga mendampingi konsumsi internet dan bahan bacaan anak.
3. Pencegahan Melalui Sekolah
Pihak sekolah juga wajib untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan anti bullying. Ini bisa dimulai dengan menerapkan komunikasi efektif antara guru dan murid, melakukan pertemuan berkala dengan orang tua murid, hingga menyediakan bantuan kepada murid yang menjadi korban bullying.
4. Pencegahan Melalui Masyarakat
Lingkungan masyarakat juga berperan penting terhadap kondisi seseorang. Jadi, sebisa mungkin memilih dan membangun lingkungan masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak serta melawan keras tindakan bullying.
5. Rehabilitasi
Selanjutnya, ada tindakan rehabilitasi. Ini merupakan pendekatan pemulihan yang dilakukan kepada korban dan pelaku bullying. Langkah ini dilakukan dengan tujuan agar korban dan pelaku bisa kembali bertindak seperti yang seharusnya, sesuai norma dan aturan yang berlaku.
Langkah ini juga merupakan proses intervensi yang memberikan gambaran jelas kepada pembully bahwa tingkah laku bullying adalah tindakan yang tidak bisa dibiarkan berlaku di sekolah dan di lingkungan masyarakat manapun.
Tanda-tanda Anak Terkena Bullying
Anda sebagai orang tua atau guru harus peka terhadap tanda-tanda bullying yang terjadi pada anak. Jika telat menyadari, tak menutup kemungkinan anak bakal mengalami depresi berat. Berikut tanda-tanda anak terkena bullying:
Sering tidur larut malam atau bahkan tidak tidur sama sekali
Nilai mata pelajaran perlahan menurun
Tidak minat makan, pendiam, dan mudah tersinggung
Menarik diri dari pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis
Tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah atau marah ketika ditanya hal tersebut
Sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya, seperti HP atau komputer
Krisis percaya diri serta gaya berpakaian berubah
Sering meminta uang untuk alasan yang mungkin kurang jelas atau mencurigakan
Ada luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.
RENCANA PROGRAM ROOTS DAY
SMP N 1 PEDAN TAHUN 2022/2023
PENDAHULUAN
Assalamualaikum WR Wb
Puji Syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah, rahmat serta hidayahnya pada kesempatan ini kami masih diberi kesehatan dan keselamatan, sehingga kami dpat merencanakan kegiatan ROOTS DAY SMP N 1 Pedan yang akan dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2022 di SMP N 1 Pedan. Dalam pelaksanaan kegiatan Roots Day ini tidak dapat lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu kami mohon dukungan dan doa restu dari :
1. Bapak kepala sekolah SMP N 1 Pedan, bapak Sudadi, S.Pd M.Si
2. Bapak ibu guru dan staf karyawan SMP N 1 Pedan
Agar dalam pelaksanaan Roots Day yang telah direncanakan dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal.
Atas pemberian bantuan dari bapak ibu guru dan karyawan SMP N 1 Pedan kami ucapkan banyak terima kasih, semoga kebaikan bapak ibu semua diridhoi Allah SWT dan diberikan kebaikan yang lebih.’
SMP N 1 Pedan merencanakan kegiatan ROOTS DAY sebagai unjuk informasi dan kreasi tentang pencegahan perundungan di sekolah (RootsDay) adalah hari perayaan yang dipimpin oleh siswa agen perubahan dan melibatkan semua elemen sekolah (siswa, guru, tenaga kependidikandan , penjaga sekolah .
Roots Day bertujuan untuk menularkan perilaku positif kepada kepada seluruh warga sekolah dengan mengkampanyekan pesan anti perundungan melalui berbagai kreasi seni . Roots day Agen Perubahan juga akan mengajak seluruh siswa disekolah untuk melakukan deklarasi dan komitmen tentang Anti Perundungan di sekolah..
Kami berharap setelah adanya Agen Perubahan dan Deklarasi tentang Anti Perundungan, SMP N 1
Pedan akan terbebas dari Bullying/tindak kekerasan.
KEGIATAN ROOTS DAY SMP N 1 PEDAN TAHUN 20222/2023
A. WAKTU DAN TEMPAT
1. Waktu
Pelaksanaan Roots Day SMP N 1 Pedan dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Nopember 2022 pada jam 08.00-selesai
2. Tempat
Kegiatan Roots Day SMP N 1 Pedan akan dilaksanakan di halaman SMP N 1 Pedan dengan pemasangan panggung di depan laboratorium computer sebelah timur.
B. PELAKSANA DAN PESERTA
Sebagai pelaksana dan peserta dalam kegiatan ROOTS DAY SMP N 1 Pedan adalah :
1. Siswa sebagai Agen Perubahan yang akan menyampaikan Deklarasi tentang Anti Perundungan dan atraksi-atraksi yang lain.
2. Guru sebagai fasilitator yang akan mendampingi para siswa sebagai Agen Perubahan dalam kegiatan Roots Day
3. Sedangkan peserta dalam kegiatan Roots Day adalah semua siswa dan semua guru karyawan SMP N 1 Pedan.
C. KEGIATAN ROOTS DAY
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Roots Day ini dilaksanakan oleh para siswa sebagai Agen Perubahan yang akan menampilkan berbagai kreatifitasnya, antara lain:
1. Pembukaan
2. Sambutan Kepala Sekolah
3. Penyematan PIN Agen Perubahan oleh bapk Kepala Sekolah
4. Yel-yel tentang Anti Perundungan
5. Penyampaian Deklarasi tentang Anti Perundungan
6. Puisi tentang Anti erundungan
7. Drama tentang Amti Perundungan
8. Lagu-lagu tentang Anti Perundungan
9. Gerak Lagu tentang Profil Pelajar Pancasila
10. Penyampaian/pameran poster-poster tentang Anti Perundungan.
11. Penutup
D. ALOKASI DANA
Dalam pelaksanaan kegiatan Roots Day di SMP N 1 Pedan ini membutuhkan anggaran pembeayaan, yang ditanggung oleh sekolah dan yang relevan. Adapun dana yang dibutuhkan untuk kegiatan Roots Day ini adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Benner =120.000
2. Konsumsi :110x7000 = 770.000
Personal dari Agen Perubahan 33, guru/
Karyawan 50, PKS 10 dan OSIS 10
3. PIN = 100.000
4. Dokumentasi = 100.000
5. Lain-lain = 110.000
Jumlah = 1.200.000
PENUTUP
Demikian proposal/permohonan kegiatan dari kami, semoga bapak kepala sekolah dan bapak ibu guru serta karyawan dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada kami demi kebaikan, kemajuan , ketertiban dan kedisiplinan di SMP N 1 Pedan sehingga ESPANSA tetap jaya, terima kasih.
Pedan, 25 Nopember 2022
Guru Fasilitator
Indriati Setyaningsih, S.Pd
NIP.19691015 199802 2 002
Mengetahui
Kepala Sekolah
Sudadi, S.Pd M.Si
NIP: 19680622 199803 1 004