Latihan keterampilan vokasional adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membekali anak dengan kemampuan kerja praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal mandiri di masa depan.
Di SLB, latihan vokasional sangat penting, terutama untuk anak tunagrahita, autisme sedang, atau disabilitas lainnya yang punya potensi untuk dilatih kerja fungsional.
🧵 Keterampilan Vokasional — bidang Tata Busana / Kerajinan TekstilÂ
Pelatihan pengenalan membuat kopyah untuk mengasah motorik halus, mengenalkan kerapian dan urutan kerja serta menumbuhkan ketekunan dan disiplin kerjaÂ
Foto : Boocce di tingkat provinsi, UNESA
Pramuka untuk anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) adalah kegiatan yang sangat positif karena bisa membantu mereka belajar kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, dan keterampilan hidup dalam suasana yang menyenangkan dan inklusif.
Anak tunarungu (gangguan pendengaran sebagian atau total) tetap bisa belajar secara efektif menggunakan komputer, terutama dengan pendekatan visual, teks, dan interaktif. Komputer bisa menjadi alat bantu belajar yang sangat bermanfaat karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan sensorik dan komunikasi mereka.Â
Belajar bisa darimana saja, termasuk dari air keceriaan. Outing Class di Malindo Swimming Pool penuh tawa dan keceriaan.Â
Berenang bukan cuma olahraga, tapi juga cara anak-anak belajar percaya diri.
Manyar, Gresik- 10 November 2025
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, SLB Al-Falah Sembayat, Manyar, Gresik menggelar upacara bendera pada Senin (10/11) pagi di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, staf, dan peserta didik dari berbagai jenjang disabilitas dengan penuh semangat dan khidmat.
Upacara dimulai pukul 07.40 WIB dengan petugas upacara dari perwakilan guru dan siswa. Meski sebagian peserta didik memiliki keterbatasan fisik maupun intelektual, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh makna. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan lantang, diikuti pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945 yang dilakukan dengan pendampingan dari guru.
Dalam amanat upacara, pembina menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan Indonesia.
“Menjadi pahlawan tidak harus berperang. Kita bisa menjadi pahlawan dengan semangat belajar, saling membantu, dan berbuat baik setiap hari,” ujar Bapak Umanrido selaku Pembina Upacara.
Suasana upacara terasa haru dan membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan peserta. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan.
Kepala Sekolah SLB Al-Falah, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SLB Al-Falah Sembayat tidak hanya mengenal sejarah bangsa, tetapi juga mampu meneladani semangat pantang menyerah para pahlawan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.