RANGKUMAN MATERI
Dalam kehidupan sehari-hari, kerap kita menjumpai beberapa orang yang tampak kurang beruntung dalam hidupnya. Mereka adalah sekelompok orang yang terpinggirkan, miskin, menderita, dan tidak mendapat perhatian dari orang lain.
Rasa peduli pada sesama atau belas kasih bukan terutama terletak pada besar kecilnya bantuan, namun yang penting adalah sikap bela rasa, yaitu sikap turut merasakan penderitaan orang lain sebagai penderitaannya sendiri.
Kata belarasa sebenarnya untuk menggantikan kata agape (kasih dan cinta). Secara harfiah, kata belarasa berarti ikut menderita atau merasa bersama dengan.
Yesus hidup dalam situasi masyarakat yang mirip dengan situasi masyarakat kita saat ini, banyak orang yang kecil, lemah, miskin, dan cacat yang diperlakukan tidak adil, tersingkirkan, dan menderita lahir dan batin. Yesus terpanggil untuk melakukan karya belas kasih kepada siapa pun yang menderita dan diperlakukan tidak adil.
Yesus mengajarkan pada kita untuk peduli pada penderitaan sesama. Meskipun demikian sifat egois dan masa bodoh terhadap keadaan orang lain yang ada di sekitar kita, menyebabkan perbuatan peduli terhadap sesama atau tenggang rasa menjadi hal yang tak mudah dilaksanakan. Perbuatan tidak peduli itu akhirnya dapat menimbulkan kemiskinan, penderitaan, kesengsaraan, dan kejahatan yang makin merajalela. Perbuatan tersebut tentu merusak tatanan hidup yang sudah mapan.
Yesus menunjukkan sikap bela rasa, kepedulian, dan belas kasih-Nya kepada mereka dengan berbagai cara:
mau menyapa mereka yang terpinggirkan dan tidak diperhatikan,
mau hidup di tengah-tengah mereka yang miskin dan menderita,
mau melakukan mukjizat-mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus.
Tindakan Yesus tersebut didasari oleh belas kasihan. Hatinya tergerak oleh belas kasihan ketika melihat orang-orang yang menderita sengsara dan melakukan banyak hal yang membahagiakan orang miskin dan menderita.
Dalam Kitab Suci, kita menemukan berbagai tindakan Yesus yang menunjukkan sikap berbelas kasih, antara lain:
Mukjizat ketika membangkitkan seorang pemuda di Kota Nain (lih. Luk. 7:11-17).
Menyelamatkan wanita yang tertangkap basah berzina (lih. Yoh. 8:1- 11).
Menyembuhkan orang sakit kusta (lih. Luk. 5:1-11).
Menyembuhkan orang buta (lih. Yoh. 9:1-41), dan sebagainya
Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut yang banyak, bukan pula demi popularitas, namun demi pembebasan orang yang dikasihi-Nya, demi kebahagiaan orang yang dikasihi-Nya. Melalui sikap dan tindakan belas kasih-Nya, Yesus ingin menyatakan cinta Allah kepada semua manusia tanpa kecuali. Kasih Yesus sungguh menguatkan dan meneguhkan orang lain, sehingga pada akhirnya orang yang menderita merasa diselamatkan dan memuliakan Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari kita patut meneladan sikap dan tindakan Yesus dalam berbelas kasih, misalnya dengan membantu teman yang kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu, menjenguk dan mendoakan teman yang sakit, menyisihkan sebagian dari uang saku untuk membantu orangorang yang menderita atau sedang mendapatkan musibah, dan sebagainya.
VIDEO PENJELASAN MATERI
Sumber: https://youtu.be/8PtZdoWFh-Q?si=BMSyAaoCAJElSzu6