RANGKUMAN MATERI
Setiap orang berhak atas pendidikan. Konsili Vatikan II menaruh perhatian besar pada masalah pendidikan (sekolah) karena dampaknya yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Namun demikian, Gereja sangat menyadari bahwa pendidik yang pertama dan yang pertama bukanlah sekolah, melainkan orangtua (keluarga). Maka orangtualah yang menjadi pendidik yang pertama dan utama, sedangkan sekolah disini menjadi salah satu lembaga yang membantu orang tua dalam memberikan pendidikan pada anak-anak mereka.
Sekolah mempunyai fungsi istimewa. Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan.
Tujuan pendidikan berdasar Dokumen Pernyataan tentang Pendidikan Kristen, artikel 1 adalah:
Membina pribadi manusia yang seutuhnya.
Membentuk pribadi yang baik secara jasmani maupun rohani.
Mengarahkan keseimbangan hidup baik sebagai makhluk pribadi maupun sosial.
Mengarahkan manusia pada tujuan hidupnya.
Dalam Pernyataan Konsili Vatikan II tentang Pendidikan Kristen, artikel 5 dikemukakan apa yang menjadi misi sekolah, yaitu:
mengembangkan daya kemampuan akal budi,
menumbuhkan kemampuan memberi penilaian dengan cermat,
memperkenalkan harta warisan budaya,
menyadarkan akan tata nilai,
mengembangkan bakat kejuruan,
mengembangkan sikap untuk saling memahami dan rukun bersaudara,
melibatkan keluarga dalam keseluruhan kemajuan siswa baik jasmani maupun rohani,
memajukan hidup bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.
Di lingkungan sekolah, hampir setiap hari kalian berjumpa dengan banyak orang, mulai dari kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, pekarya (petugas kebersihan sekolah), satpam, termasuk pemilik kantin sekolah.
Peran sekolah bagi perkembanganmu, pertama-tama melalui orang-orang yang ada di lingkungan sekolah. Langsung maupun tidak langsung, semua orang yang ada di lingkungan sekolah turut berperan dalam mengembangkan dirimu dengan cara mereka masing-masing. Yang paling kalian rasakan perannya biasanya adalah guru. Kesempatan mereka berjumpa denganmu lebih banyak. Tetapi tidak berarti yang lain tidak berperan. Para pekarya (entah tukang membersihkan ruangan atau taman/kebun sekolah), yang mungkin selama ini jarang disapa oleh kalian, sesungguhnya mengajarkan kepada kalian bahwa tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ada orang-orang yang terpaksa menekuni pekerjaan seperti itu demi menghidupi keluarganya. Melalui tugas yang mereka lakukan setiap hari, kalian dapat bersekolah dengan nyaman dan sehat. Demikian juga dengan individu yang lain, seperti pegawai tata usaha, satpam, penjaga kantin, dsb. c. Peran sekolah juga terjadi melalui layanan pendidikan berupa pemberian mata pelajaran. Semua mata pelajaran yang ada di sekolah pada dasarnya berguna supaya kita memiliki pengetahuan yang luas tentang berbabagai hal. Walaupun kenyataannya ada mata pelajaran yang disukai dan tidak disukai.
Manfaat belajar selama di sekolah: 1) Mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita 2) Melatih berbagai kecerdasan 3) Mengetahui berbagai pengetahuan dan informasi 4) Melatih keterampilan diri 5) Menyiapkan masa depan
Cara belajar yang baik: 1) Teratur dan terjadwal dengan baik 2) Mencintai semua pelajaran dan para pengajarnya 3) Menciptakan suasana belajar yang baik, misalnya: rapi, bersih sehingga bisa berkonsentrasi dalam belajar 4) Tekun dan penuh semangat 5) Mau bertanya pada orang lain bila mengalami kesulitan 6) Menyertakan Tuhan dalam belajar
Kita bisa meneladani Yesus, yang sudah sejak umur 12 tahun punya semangat untuk belajar. Ia berusaha memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun untuk belajar. Hal itu pula yang menyebabkan Yesus menjadi manusia yang penuh hikmat kebijaksanaan.
Sekolah adalah tempat istimewa bagi pembentukan diri seseorang. Sebab tugas sekolah tidak hanya membuat orang pintar (berkembang kemampuan akan budinya), tetapi juga melestarikan budaya leluhur dan kesatuan umat manusia. Sekolah bertugas menyiapkan manusia agar mampu ikut serta mensejahterakan masyarakatnya. Sekolah juga membantu siswa mengenal nilai-nilai kejujuran, keadilan, kepedulian, kerja sama, hormat kepada sesama, dan nilai-nilai keagamaan.