RANGKUMAN MATERI
Sejak dari dalam kandungan, manusia memiliki hak asasi dan berhak menentukan sikap dan tindakannya dengan penuh kebebasan. Setiap orang harus menghargai hak asasi orang lain agar tidak terjadi gesekan atau kesalahpahaman yang dapat menimbulkan perpecahan antarsesama.
Sering kali banyak orang mengartikan kebebasan secara salah. Kebebasan diartikan secara sempit, misalnya ”tidak terikat” Pengertian kebebasan yang sempit ini sering diartikan ”boleh bertindak atau berbuat apa pun.”
Masih ada orang yang menganggap bahwa aturan yang dibuat oleh masyarakat itu sebagai pengekang kebebasan mereka, padahal aturan itu dibuat untuk menjamin agar setiap orang mampu melakukan kebebasannya itu secara bertanggung jawab dengan tidak melanggar kebebasan orang lain.
Bebas itu mengandung dua makna, yaitu bebas dari dan bebas untuk. Kita bisa bebas dari berbagai hal yang tidak menyenangkan atau yang merugikan, tetapi juga kita memiliki kebebasan untuk melakukan segala sesuai sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kebebasan yang sejati merupakan tanda mulia gambar Allah dalam diri manusia. Sebab Allah bermaksud menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri, supaya ia dengan sukarela mencari Penciptanya, dan dengan mengabdi kepada-Nya secara bebas, manusia mencapai kesempurnaan sepenuhnya yang membahagiakan.
Manusia hendaknya membebaskan diri dari segala tawaran hawa nafsu dan mengejar tujuannya secara bebas dengan memilih yang terbaik untuk dirinya.
Berkat sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus, kita adalah orang-orang yang telah dibebaskan, maka sudah sepatutnyalah kita pun diajak untuk membebaskan sesama, bukan bertindak sebaliknya, menggunakan kebebasan yang sudah diberikan untuk hal-hal yang tidak berguna (Gal 5: 13).
Tetapi janganlah kamu menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain dengan penuh kasih.
Pandangan gereja tentang kebebasan mengandung dua segi yang tidak dapat dipisahkan yaitu:
manusia memang harus bebas dari hal-hal yang mengekang dan menghambat seseorang untuk berkembang dan mengaktualisasikan dirinya (bebas dari),
manusia juga harus bebas untuk melakukan segala sesuatu yang baik dan benar dalam upaya membawa dirinya menuju kesempurnaan (bebas untuk).
VIDEO PENJELASAN MATERI