RANGKUMAN MATERI
Kata “Gereja” berasal dari bahasa Portugis, Igreja. Kata itu sendiri sebenarnya terjemahan dari bahasa Latin Eclessia dan bahasa Yunani Ekklesia. Ekklesia merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani Qahal yang berarti pertemuan atau himpunan. Gereja adalah kumpulan umat atau paguyuban yang berimankan kepada Yesus Kristus.
Peran Gereja dalam kehidupan kita antara lain sebagai berikut.
Makin mengembangkan kehidupan beriman kita yang dapat berdampak positif dalam kehidupan kita di tengah masyarakat.
Mengembangkan kehidupan menggereja (dalam bidang rohani) maupun dalam kehidupan bersama. Gereja juga membutuhkan kita sebagai umatnya, sebagai bagian dari Gereja itu sendiri, sehingga segala kegiatan Gereja akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Mengembangkan diri bersama dengan saudara seiman, baik dalam perkembangan iman, rohani, maupun kebersamaan dengan jemaat yang lain, sehingga memungkinkan pula bagi kita untuk senantiasa hidup selaras dan berkenan kepada Tuhan.
Dengan terlibat dalam kegiatan menjadi putra altar, kita bisa melayani Tuhan, melatih diri untuk berani tampil di depan banyak orang, serta memiliki teman yang banyak.
Di dalam Gereja Katolik dikenal adanya lima tugas Gereja, yaitu tugas pengudusan (liturgia), pewartaan (kerygma), persekutuan (koinonia), kesaksian (martyria), dan pelayanan (diakonia).
Beberapa contoh kegiatan dalam gereja yang sesuai dengan 5 bidang tugas pokok gereja yang dapat memperkembangkanku antara lain:
Contoh kegiatan tugas pengudusan/liturgia adalah ibadat, Ekaristi dan perayaan sakramen lainnya, doa bersama, devosi, dan sebagainya.
Contoh kegiatan tugas pelayanan/diakonia adalah penggalangan dana untuk Aksi Puasa Pembangunan, Aksi Natal dan Paskah, aksi sosial ke panti asuhan serta panti jompo, dan sebagainya.
Contoh kegiatan tugas pewartaan/kerygma adalah mengikuti pelajaran agama, rekoleksi, retret, pendalaman Kitab Suci, dan sebagainya.
Contoh kegiatan tugas persekutuan/koinonia adalah Kelompok OMK, lingkungan, wilayah, paroki, kelompok misdinar, dan sebagainya.
Contoh kegiatan kesaksian/martyria adalah berani memperjuangkan kebenaran, membantu orang miskin dan telantar, dan melakukan tindakan kasih kepada sesama.
Keterangan dari 5 bidang tugas gereja tersebut:
Liturgia ( menguduskan ) yaitu Segala bentuk kegiatan ibadat kepada Tuhan yang dilakukan oleh umat, secara personal maupun sosial baik yang sakramen dan bukan sakramen. Contonya Perayaan Ekaristi, ibadat, doa novena dll
Diakonia ( melayani ) yaitu Segala bentuk pelayanan kepada semua orang yang membutuhkan bantuan.Contohnya: dalam paroki terdapat poliklinik, dana solidaritas, yayasan yatim piatu dll
Kerygma (mewartakan ) yaitu Segala bentuk pewartaan, pengajaran iman, dan komunikasi iman untuk saling meneguhkan, berbagi pengalaman iman dan saling meluruskan pandangan iman. Contohnya: Pelajaran agama, Pelajaran untuk calon baptis, katekese umat, kotbah dll
Martyria ( kesaksian hidup) yaitu Kesaksian hidup yang dapat diwujudkan dengan cara hidup yang benar ( martir putih) dan juga kematian (martir merah). Contoh orang yang rela mengorbankan diri dalam iman dan rela sampai mati disebut martir, misalnya St. Stevanus, St. Tarsius dll
Koinonia ( persekutuan ) yaitu Segala usaha untuk semakin mewujudkan dan mengukuhkan persaudaraan murid-murid Kristus dengan saling membantu , saling berbagi, dan memenuhi kebutuhan bersama. Contonya: kelompok legio maria, Marriage Encounter ( ME), wanita Katolik (WK), ligkungan, wilayah, paroki dll
Dengan terlibat dalam aneka kegiatan gerejani tersebut, kita akan semakin tumbuh berkembang menjadi pribadi-pribadi yang beriman dewasa dan berbudi luhur sesuai teladan Yesus Kristus sendiri. Melalui aneka kegiatan Gerejani itu kemampuan kita juga semakin berkembang sesuai dengan karunia Tuhan kepada kita. Misalnya, dengan rajin terlibat menjadi Putra Altar, kita menjadi lebih berani tampil di depan orang banyak, dengan rajin mengikuti baksos kita semakin tumbuh menjadi pribadi yang peduli sesama, dengan rajin dalam tugas koor suara kita semakin merdu, dan sebagainya
Kebersamaan kita dalam hidup menggereja dengan teman tidak boleh melulu terbatas pada hal-hal yang sifatnya rohaniah seperti doa atau ibadat, kegiatan pembinaan iman, dan sebagainya, tetapi harus juga menyentuh kehidupan bermasyarakat, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun budaya
VIDEO PENJELASAN MATERI