RANGKUMAN MATERI
Doa merupakan suatu sarana yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam doa yang baik, terjadi suatu komunikasi timbal balik yaitu ketika kita berdoa, Tuhan berkenan mendengarkan. Sebaliknya, dalam doa ada saat kita harus membuka hati untuk mendengarkan sapaan Tuhan yang menggema di dalam hati kita, melalui bacaan Kitab Suci atau melalui meditasi dan permenungan pribadi.
Doa bukan hanya kegiatan mendaraskan rumus-rumus hafalan belaka. Doa pertama-tama dan terutama adalah suatu pernyataan iman di hadapan Allah. Doa pada dasarnya berarti mengangkat hati, mengarahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa. Berdoa berarti secara jujur menyatakan isi hati, hati orang beriman, di hadapan Allah.
Doa tidak pertama-tama memohon atau meminta pemenuhan kebutuhan kita, melainkan upaya kita untuk menemukan kehendak Allah. Melalui doa, kita berkomunikasi dengan Allah untuk lebih mendengarkan kehendak-Nya. Dengan demikian, yang utama bukan demi pemenuhan kebutuhan kita, melainkan supaya kita dapat terus-menerus hidup berdasarkan kehendak Allah.
Beberapa hal yang dapat kita teladan dari Yesus dalam hal berdoa antara lain sebagai berikut.
Yesus memulai karya-Nya dengan berdoa, menjalin relasi dengan Bapa-Nya (Luk. 11:1-13).
Yesus mengajarkan kepada kita untuk menyapa Allah sebagai Bapa kita (Mat. 6:5-15).
Yesus mengajarkan pada kita untuk peduli dengan orang lain dalam doa-doa kita. Hal ini Ia tunjukkan dengan berdoa bagi murid-murid-Nya. Karena kita juga adalah murid-Nya, maka Ia pun berdoa bagi kita (Yoh. 17:1-26).
Dalam doa hendaknya disertai dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan, dan pengampunan seperti dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.
Ajaran Yesus tentang sikap yang baik dalam berdoa:
Saat berdoa hendaknya tidak perlu ditunjukkan/dipamerkan kepada orang lain, tetapi masuk ke dalam kamar (tempat yang tersembunyi), sebab Tuhan mengetahui walaupun kita berdoa di tempat yang tersembunyi itu.
Dalam doa hendaknya tidak bertele-tele, tetapi cukuplah singkat sesuai dengan kebutuhan dan ungkapan hati kita, sebab Tuhan Mahamengerti hal yang paling kita butuhkan.
Yesus adalah pribadi yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyaNya dihayati dalam kesatuan dengan Bapa-Nya. Dengan kata lain, sebagai pendoa, Yesus melihat hidup-Nya adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada Bapa-Nya (bdk. Luk. 11: 1-13). Maka setiap saat, Yesus tidak lupa mencari tempat sunyi untuk berbicara dengan Bapa-Nya setelah sepanjang hari melakukan karya-karya-Nya.
Yesus mengajar kita untuk menyapa Bapa-Nya dalam doa “Bapa Kami”. Dalam doa tersebut, Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan, dan pengampunan.
Doa yang baik adalah doa yang di dalamnya minimal mengandung tiga (3) unsur yaitu adanya unsur pujian, syukur, dan permohonan. Di samping ketiga unsur tersebut, sebaiknya tidak hanya memikirkan kepentingan diri kita sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan dan keselamatan serta kedamaian bagi orang lain.
VIDEO PENJELASAN MATERI