Sambal merupakan salah satu makanan atau penyedap yang sudah ada sejak jaman dahulu, yaitu pada abad ke-10. Pada awalnya bahan yang membuat sambal memiliki sensasi pedas adalah jahe, cabya jawa, dan lada/merica. Sebelum memakai cabya Jawa (disebut juga cabe jawa atau lombok), orang orang kuno menggunakan jahe untuk memberikan efek pedas, tetapi jahe bisa menimbulkan rasa pedas mengigit di lidah dan membuat orang yang memakannya merasakan sakit. Maka dari itu, pemanfaatan cabe sebagai penambah cita rasa pedas pada makanan mulai meluas, terutama pada masyarakat jawa kuno, tanaman ini tumbuh di lahan tropis.
Lalu pada abad ke-16, pelaut Portugis dan Spanyol yang datang untuk berdagang ke Indonesia membawa masuk sekitar 2000 jenis tanaman dari daerah asalnya termasuk cabai. Mulai dari sini, sambal mulai terkenal dengan menggunakan cabai, tetapi perlu diingat kalau orang orang kuno sudah suka dan familiar dengan rasa pedas
Kata sambal sendiri memiliki arti “dihancurkan” atau “dilumatkan”, yang merupakan kata serapan yang berasan dari bahasa jawa kuno yaitu sambel. Dinamakan sambal karena melihat dari proses pembuatannya yaitu rempah atau cabai yang dilumatkan. Terminologi ini dapat ditelusuri di berbagai prasasti atau manuskrip jawa kuno yang ada, salah satunya dapat dijumpai adalah kidung Sri Tanjung (dari abad ke-12). Tetapi, Mengutip informasi dari sejarawan bidang kuliner Fadly Rahman, Murdijati menuturkan kata “sambal” berasal dari Bahasa Melayu yang artinya sebuah ramuan bercitarasa pedas yang dibuat dengan kombinasi beberapa bahan, seperti rempah-rempah dan bawang untuk membumbui hidangan. Tetapi, sejarah penamaan sambal ini lebih merujuk pada fakta yang ada di prasasti.
Wilayah yang mengenal sambal setelah pulau Jawa adalah Bali, hal ini ditandai dengan eksodus masyarakat pulau Jawa ke Bali pada era perluasan kekuasaan Majapahit pada abad ke-12, akhirnya sambal mulai dikenal oleh penduduk Bali, dan mulai di variasikan dan dikembangkan di pulau Bali, menyesuaikan dengan cita rasa dan ciri khas lokal daerah tersebut.