Sambal tentu memiliki bahan umum yang digunakan, tak hanya bahan tetapi ciri khas sambal yang lain adalah alat yang digunakan untuk proses pengolahannya.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahan umum sambal tentunya adalah cabai. Tetapi cabai yang digunakannya pun bisa berbagai jenis, ditentukan dari ingin seberapa pedas sambal, jenis sambal, dan faktor lainnya. Contoh jenis cabai yang sering digunakan adalah cabai rawit, cabai keriting, cabai hijau, cabai merah, dan masih banyak lagi.
Tetapi, tentu saja di dalam sambal tidak hanya menggunakan cabai, tetapi juga ada bahan tambahan lainnya, seperti bawang bawangan, kencur, gula, garam, terasi dan lainnya tergantung dengan jenis sambalnya. Cara pembuatan sambal yang umum tentu dengan cara di ulek atau dihaluskan, sambal dapat disajikan baik dalam keadaan mentah atau matang. Untuk yang matang, berarti sambalnya melewati proses memasak, seperti digoreng, ditumis, direbus, dan di bakar.
Alat yang terkenal untuk membuat sambal adalah ulekan dan cobek, atau coet dan mutu dalam bahasa sunda. cara nya adalah dengan menggerus bahan bahan cabai menggunakan ulekan pada cobek. Menggunakan alat tradisional ini memang membutuhkan tenaga saat digunakan, maka dari itu seiring berkembangnya jaman, penghalusan bahan bahan sambal bisa bisa menggunakan alat elektronik.
Alat lain yang sering digunakan untuk membuat sambal di masa modern adalah blender. Blender biasanya digunakan jika sambal yang dibuat berjumlah banyak, jadi lebih praktis dan menghemat waktu pembuatannya. Tetapi tentu saja teksturnya akan berbeda dengan sambal yang di ulek biasa, bahkan ada yang beropini kalau rasanya
Pada pembuatan sambal umumnya terdapat bahan tambahan selain cabai, bahan yang umum digunakan antara lain adalah bawang merah, bawang putih, tomat dan kencur. Penambahan bahan ini tentu untuk mengubah rasa, aroma, dan tekstur dari sambal yang akan dibuat.