Project penamaan tumbuhan di SMAn 2 Cikampek adalah sebuah langkah progresif untuk membawa peserta didik menyadari apa yang ada di lingkungan sekitar mereka, dan kemudian hasil dari upaya tersebut dapat berdampak pada pengetahuan orang lain, Yaitu Peserta didik, guru, dan orang tua serta masyarakat umum.
Penamaan Tumbuhan Di SMAN 2 Cikampek melibatkan Aktivitas Fisik, Kreativitas dan digital literasi (ekoliterasi) menyajikan pembelajaran berdiferensiasi dan kolaborasi.
Project ini membutuhkan 20 orang / perkelas; dilaksanakan sebagai bagian dari Aktualisasi Dasa Dharma Pramuka Nomor dua. Project ini dilakukan oleh Kelas XII/ 2022-2023
Peserta didik dapat mengetahui nama tumbuhan SAWO dalam bahasan latin, sunda, inggris dan jepang
Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis tumbuhan SAWO
Peserta didik dapat menemukan nilai guna dan manfaat tumbuhan SAWO
Peserta didik dapat menghasilkan karya visual nametag SAWO
Peserta didik dapat menghasilkan karya ecoliterasi dalam googlesite pohon SAWO
DTarget Penamaan tumbuhan dalam fase ini adalah jenis Pohon buah yang ada di SMAN 2 Cikampek, terutama yang terletak di kebun riset (belakang Lab Biologi)
Sawo manila (Manilkara Zapota) adalah pohon buah yang berumur panjang.
Pohon dan buahnya dikenal dengan beberapa nama seperti :
SAWO (Indonesia, Sunda)
Manilkara Zapota (Latin)
Sapodilla (Inggris)
Sapojira (Jepang)
Klasifikasi dimaksudkan untuk membedakan jenis sawo ini dengan tanaman lain yang masih menjadi kerabat dekatnya seperti madhuca cuneata.
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Manilkara
Spesies : Manilkara kauki
Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m. Bercabang rendah, batang sawo manila berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai cokelat tua. Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.
Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.
Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1–2 cm, kerap kali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecokelatan, berbilangan 6. Kelopak biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.
Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3–8 cm, cokelat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar cokelat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, cokelat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah. Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecokelatan mengilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.
Tanaman sawo memiliki batang berkayu yang keras dan kuat. Batang kayu berbentuk bulat dan berkerak ketika terjadi pergantian kulit. Arah pertumbuhan batang sawo lurus ke atas menjauhi permukaan tanah
Tanaman ini diperkirakan berasal dari Amerika tropis -seperti Guatemala, Meksiko, dan Hindia Barat- dan di Jawa, tumbuhan ini bisa didapati di dataran rendah. Para penjajah bangsa Spanyol membawanya dari Meksiko ke Filipina, dan kemungkinan dari sana menyebar ke Asia Tenggara.
Kini sawo manila telah ditanam di banyak daerah tropis di dunia. Koleksi plasma nutfah sawo manila terdapat di Los Banos (Filipina), Queensland (Australia), India, Kuba, Brasil, Kosta Rika, Florida dan Hawaii (Amerika Serikat) dan beberapa negara lain.
NILAI Guna dan Manfaat SAWO
Kebanyakan buah sawo manila dimakan dalam keadaan segar sebagai buah meja. Akan tetapi sawo dapat pula diolah menjadi serbat (sherbet), dicampurkan ke dalam es krim, atau dijadikan selai. Sari buah sawo dapat dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka. Getahnya dapat dijadikan lem ataupun pernis.
Getah pohon sawo disadap di Amerika, dikentalkan menjadi chicle yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi aneka bahan baku industri sebagai pengganti getah perca dan bahan penambal gigi.
Kayu sawo berkualitas bagus, tergolong kayu keras dan berat, dengan tekstur halus dan pola warna yang menarik. Kayu ini terutama disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran, termasuk untuk pembuatan patung, karena sifatnya yang mudah dikerjakan dan mudah dipelitur dengan hasil yang baik. Kayu sawo memiliki keawetan yang baik, tahan terhadap serangan jamur dan serangga. Kayu ini juga merupakan favorit anak-anak di Jawa untuk membuat gasing.
Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Beberapa bagian pohon sawo juga digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengatasi diare (tanin yang terkandung pada kulit batang), demam (tanin dan biji), dan bahan bedak untuk memulihkan tubuh sehabis bersalin (bunga). Menurut penelitian yang dikutip Setiawan Dalimartha bahwa secara in vitro, ekstrak daun sawo manila dengan kadar 0,5%, 1%, dan 2% dapat meningkatkan kelarutan batu ginjal dan garam kalsium lainnya. Diketahui juga, bahwa daya larut ekstrak metanol lebih besar daripada ekstrak air.
Untuk menghasilkan karya visual yang diharapkan dalam kegiatan ini, peserta didik dapat menggunakan aplikasi :
Canva/Powerpoint untuk mengedit desain nametag
Nametag terbuat dari kardus bekas/ berlapis gambar (sesuai contoh) yg diprint dengan digital print (difasilitasi pantia printnya)
Dibungkus dengan Plastik bening untuk menjaga tetap terbaca dan tahan cuaca
Ecoliterasi
QRFY.com untuk membuat barcode
Menggunakan googlesite untuk menuliskan literasi dari informasi yang sudah didapatkan (informasi tujuan 2 dan 3)
Peserta didik memerlukan
Akses Internet,
Kemampuan Seting dan atau desain di plaform Canva,
.Keterampilan motorik dalam membuat nametag,
HP/Laptop,
Kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
Kemampuan membagi tugas dan manajemen waktu
Peserta didik mungkin memerlukan alat dan bahan dalam mendukung karya nametag :
Kardus Bekas (dapat dimintakan ke Koperasi)
Cutter/ gunting (membagi penugasan)
Alat tulis untuk membuat pola, penggaris, Lem
Dukungan Printdigital dari panitia (gratis)
Plastik bening sebesar A4 (bisa bekas dalam kondisi bagus)
Sumber :
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-buah-sawo/
Hubungi [email] untuk mendapatkan informasi selengkapnya
mengenai project ini