Vila Yuliana merupakan landmark Kabupaten Soppeng dengan arsitektur unik dan warna mencolok. Arsitekturnya merupakan campuran antara arsitektur neo-klasik Eropa dan Bugis. Vila tersebut dibangun pemerintah colonial Belanda mulai tahun 1905, selesai dan diresmikan setahun setelahnya yakni 1906. Pada saat itu, bertepatan dengan kelahiran Putri Yuliana anak yang ditunggu-tunggu dari Ratu Wilhelmina. Sehingga vila tersebut diberi nama Vila Yuliana. Tujuan pembangunan Vila Yuliana adalah sebagai tempat peristirahatan para petinggi Kerajaan Belanda yang berkunjung ke Sulawesi. Saat ini, Vila Yuliana berfungsi sebagai Museum Latemmamala Kabupaten Soppeng. Berbagai koleksi prasejarah juga bisa ditemukan di tempat ini seperti fosil gading gajah yang ditemukan di Kecamatan Lilirilau pada tahun 1993.
Vila ini dibangun pada tahun 1905 oleh Pemerintah Hindia Belanda era Mr CA Kroesen sebagai hadiah untuk Ratu Kerajaan Belanda Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau dan putrinya, Ratu Juliana yang saat itu berencana melakukan kunjungan ke tanah Bugis di Soppeng.
Begitu vila ini jadi dan siap huni, Ratu Wilhelmina dan Ratu Juliana malah batal berkunjung ke Soppeng karena faktor keamanan perang saat itu. Keduanya pun tak pernah menerima hadiah yang hingga kini masih berdiri kokoh di Bumi Latemmamala, julukan untuk Kabupaten Soppeng.
Meski sang ratu tidak pernah merasakan tidur di vilanya, warga hingga kini tetap menamakannya Villa Yuliana, yang merujuk kepada nama Ratu Juliana.