Situs ini berada di atas sebuah perbukitan yang memiliki punggung yang relatif datar yang dimanfaatkan penduduk sebagai lahan pemukiman, perkebunan, dan terutama persawahan. Sebagian besar lahan persawahan menurut informasi penduduk memiliki potensi bahan alat batu berupa gamping, kalsedon, chert, andesit yang bisa kelihatan di musim kemarau ketika sawah tidak olah. Secara administratif situs Tonroa berada dalam wilayah dusun Tonroa, desa Camba-Camba, Kecamatan Batang. Sementara secara astronomi berada pada titik koordinat 05° 38’ 27.9” Lintang Selatan dan 119° 48’ 47.2” Bujur Timur (GPS). Morfologi situs secara makro memperlihatkan gelombang lemah kecuali zona utara yang sangat terjal, kira-kira 70°.
Berbeda dengan lahan situs di 3 kecamatan sebelah barat Jeneponto (Bangkala, Bangkala Barat, dan Tamalate), situs di Tonroa tidak memperlihatkan lapisan tufa yang menunjukkan kurangnya pengaruh letusan gunung api purba pada kawasan ini. Tetapi bolder-bolder batunya yang in-situ memperlihatkan kuatnya distribusi batuan andesit dan basalt sebagaimana tampak pada areal situs yang disurvei. Batuan kalsedon dalam bentuk kerakal dan kerikil lebih banyak ditemukan pada pematang sawah yang sangat luas. Oleh karena semua sawah sedang diolah, pilihan survei hanya dilakukan di sebuah kebun jagung sebagai sampel.