Baju Bodo asli Suku Bugis adalah pakaian tradisional untuk wanita yang populer di Indoensia. Ternyata Baju Bodo adalah salah satu pakaian tertua di dunia. Masyarakat Sulawesi Selatan telah mengenakan Baju Bodo sejak abad ke-9. Hal ini makin diperkuat dengan sejarah bahan dasar Baju Bodo, yaitu kain Muslin.
Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, sesuai dengan namanya 'bodo' yang berarti pendek, setengah atas bagian siku lengan.
Dulu, baju bodo bisa dipakai tanpa penutup payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone. Seiring dengan masuknya Islam, baju ini pun mengalami perubahan. Baju ini dipasangkan dalaman yang berwarna senada namun lebih terang.
Perempuan Bugis dahulu mengenakan pakaian sederhana. Sehelai sarung menutupi pinggang hingga kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memperlihatkan payudara dan leluk-lekuk dada.
Cara memakai baju bodo ini masih berlaku pada tahun sampai tahun 1930-an.
Berikut makna di balik warna-warni Baju Bodo, antara lain:
Jingga, dikenakan oleh anak perempuan berusia 10 tahun.
Jingga dan merah, dikenakan oleh anak perempuan usia 10 hingga 14 tahun.
Merah, dikenakan oleh anak gadis usia 17 hingga 25 tahun.
Putih, bermakna wanita yang memakainya dari kalangan pembantu atau dukun.
Hijau, bermakna yang memakainya berasal dari kalangan bangsawan.
Ungu, berarti wanita yang mengenakannya adalah janda yang bermukim di Sulawesi Selatan.