Setiap orang memiliki tingkat kebugaran yang berbeda antara satu sama lain. Tinggi atau rendahnya tingkat kebugaran ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Seorang ahli dalam materi kebugaran jasmani bernama Suharjana mengemukakan pendapatnya bahwa kebugaran jasmani dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terdiri dari 4 jenis yaitu Umur, Tidur dan Istirahat, Makanan serta Jenis Kelamin. Sedangkan menurut penulis salah satu buku panduan kesehatan olahraga yaitu Faizati Karim, menambahkan 2 faktor lain yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani yaitu Rokok dan Keturunan (Gen). Untuk lebih jelasnya berikut 6 faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani menurut Suharjana dan Faizati Karim.
1. Umur
Tidak bisa dipungkiri bahwa umur menjadi faktor utama yang mempengaruhi kebugaran jasmani. Bagi sebagian orang yang sangat mencintai aktifitas olahraga, mereka akan sangat terganggu oleh kenyataan bahwa umur menentukan tingkat kebugaran jasmani. Meski demikian, kita tidak bisa menghindari pertambahan umur, dan selanjutnya menerima fakta bahwa tingkat kebugaran jasmani akan menurun drastis seiring dengan bertambahnya usia.
Kebugaran jasmani paling maksimal terjadi pada seseorang yang berada di usia 25-30 tahun. Kemudian lewat dari angka tersebut kebugaran jasmani akan menurun yang disebabkan oleh penurunan kapasitas fungsional seluruh organ tubuh dengan persentase sebesar 0,8 – 1 %.
2. Tidur dan Istirahat
Istirahat dan tidur adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Setelah melakukan berbagai aktifitas yang tidak hanya menguras fisik tapi juga mental dalam kehidupan sehari-hari maka tubuh memerlukan istirahat yaitu dengan tidur. Pada saat tidur tubuh akan membangun kembali otot-otot yang telah bekerja keras sepanjang hari. Oleh sebab itulah tidur dan istirahat yang cukup merupakan faktor yang sangat berperan terhadap kebugaran jasmani.
3. Makanan
Sebagai generasi yang hidup di masa modern dan serba instan saat ini, kita dituntut pintar dan bijak dalam menentukan suatu makanan yang nantinya akan memberikan manfaat baik pada tubuh kita. Dalam memilih dan memutuskan makanan apa yang akan kita makan, terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan, antara lain : Bahan makanan yang berkualitas dan layak dikonsumsi, Kandungan gizi, serta Cara pengolahan makanan.
4. Jenis Kelamin
Tingkat kebugaran jasmani berdasarkan jenis kelamin bisa dibuktikan dan kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yakni seorang laki-laki mempunyai tingkat kebugaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan seorang perempuan. Perempuan lebih cepat mengalami kelelahan dalam melakukan aktifitas sehari-hari maupun olahraga dibanding laki-laki.
5. Rokok
Rokok adalah sesuatu kegiatan yang termasuk dalam suatu kecanduan, yang menjangkiti berbagai kalangan, umur serta jenis kelamin. Semakin berkembang suatu zaman maka persentase seorang perokok aktif semakin tinggi. Tidak hanya orang dewasa bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah tau dan menjadi perokok aktif, bahkan tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan.
Dengan merokok tubuh akan menghisap kandungan CO2 yang bisa menyebabkan berkurangnya nilai VO2 max yang sangat dibutuhkan oleh daya tahan tubuh. Berdasarkan penilitian yang dilakukan, kandungan yang ada pada rokok seperti sexton, perkins dan nikotin dapat menyebabkan keluarnya energy dan mengurangi nafsu makan.
6. Keturunan (Gen)
Jika dipikirkan dengan pikiran sederhana mungkin kita akan berpendapat bahwa hal ini tidak ada pengaruhnya terhadap kebugaran jasmani. Namun, hal ini sangat berhubungan dan juga berpengaruh terhadap kebugaran jasmani seseorang. Hal ini merujuk pada kapasitas organ jantung, paru-paru, postur tubuh, sel darah, obesitas dan serat atas. Keenam organ tersebut adalah sesuatu yang kita dapatkan secara keturunan, dan berpengaruh terhadap kebugaran jasmani.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh dua orang ahli yakni Bowers dan Fox yang dimuat dalam buku tentang panduan kesehatan yang ditulis oleh Sukadiyanto dkk, dikemukakan bahwa terdapat 3 unsur yang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Adapun ketiga unsur tersebut, antara lain
Denyut jantung maksimal sebesar 86%
Sistem asam laktat sebesar 81%
Kemampuan aerobic (VO2 max) sebesar 93%